Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Berkunjung
1
Suka
34,265
Dibaca

Kini aku mengakui bahwa ada yang lebih tajam dari pisau yaitu rindu. Dulu aku selalu meremehkan orang-orang yang berkata rindu, berlebihan menurutku. Namun kini, sejak kali terakhir kau berkunjung hatiku perih serasa disapih. Dan sialnya itu terjadi tiap kali wajahmu atau apapun itu yang berkaitan denganmu terlintas di benak.

“Aku sudah memaafkanmu, Mas.” Ucapmu lirih dalam pelukan kita, betapa itu menyakitkan, kita hanya diberi waktu lima menit untuk bertegur sapa. Belum selesai ku tumpahkan segala penyesalan, petugas sudah menarik tanganku. Tiada kata yang mampu terucap selain jatuhnya air mata. Apalagi saat kudengar kalimat maha kejam itu memaksaku mati seketika. Bahwa kau akan menikah lagi dengan lelaki lain. Namun nyawaku masih saja ada, masih bersedia terluka berkali-kali.

Sungguh aku tidak rela jika anakku lebih mencintai lelaki lain, apalagi memanggilnya dengan sebutan Ayah. Sialan! Berkali-kali menampar tembok sel ini juga percuma, tak menghilangkan kesalku, justru menghadirkan darah dan perih, lagi. Sesekali aku berpikir, jika bunuh diri mungkin sakitnya hanya sekali. Laras, mengapa kau tak berkunjung lagi? Pertanyaan itu selalu menghampiri hati, meski aku tahu jawabannya. Namun tak mau kah kau mempertemukan aku dengan bayi kita yang bahkan belum sempat diberi nama itu?

Malam ini, di balik jeruji besi ini, sinar bulan dari lubang dinding di atas terlihat terang. Inikah sunyi? 

Seandainya saja aku berserah kala itu, barangkali aku mendapatkan maaf dari penghuni rumah yang kucuri barang berharganya itu. Daripada kubunuh ia saat tak sengaja melihatku mengendap yang mengantarkanku ke tempat terkutuk ini. Membuatku kehilangan orang yang setengah mati ku perjuangkan. Demi sesuap nasi kulakukan itu, Laras. 

Namun siapa yang peduli kepada alasan dibalik aksi seorang maling? Kejahatan tetaplah kejahatan.

Entah berapa tahun aku akan membusuk dalam kesunyian ini, dengan harapan kau dan anakmu datang berkunjung.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Dipaksa Menikah Dengan Sepupu
Betaria Sonata L raja
Flash
Jangan Panggil Saya Monyet
Alwinn
Flash
Bronze
Dokter Muda
Herman Siem
Flash
Berkunjung
Rolly Roudell
Novel
ROBIN
cynthia ocarina
Novel
Bronze
Tiga Cinta
silvi budiyanti
Novel
Bronze
MAYIT
Aldi A.
Novel
Bau Peapi
Reni Hujan
Novel
Traces of You
Ann Mone
Novel
Rencana Madam Kencana
Halluna
Novel
PUTARAN WAKTU SALMA
essa amalia khairina
Skrip Film
Derai Lara
Dhia Amjad
Flash
Pertemuan
Ika nurpitasari
Flash
Novel yang Tak Selesai
Kiara Hanifa Anindya
Novel
Tumblr Light
Pebio Maldini Putra
Rekomendasi
Flash
Berkunjung
Rolly Roudell
Skrip Film
Kita, Kota dan Dosa
Rolly Roudell
Flash
Vey
Rolly Roudell
Flash
Bronze
KARAM
Rolly Roudell
Flash
GELAS PLASTIK
Rolly Roudell
Flash
Ingkar
Rolly Roudell
Skrip Film
Pamit
Rolly Roudell
Flash
Gloomy Sunday
Rolly Roudell
Flash
SEMBUH
Rolly Roudell
Novel
Bronze
Beda
Rolly Roudell
Cerpen
Bronze
Kerja / Dikerjain?
Rolly Roudell
Cerpen
Lelaki Yang Berjanji Untuk Tidak Menangis
Rolly Roudell