Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Dari balik kaca mobil, Irgy menatap sebuah kafe di ujung jalan yang bersalju itu dengan wajah murung. Perasaannya kembali kalut dan pilu. Kembali teringat berbagai kenangan beberapa tahun lalu yang masih tergambar jelas dalam ingatan.
Dulu jalan ini adalah tempat yang sering dilalui bersama seseorang yang paling teristimewa dalam hidupnya. Pikiran Irgy menerawang di saat dia bertemu pertama kali dengan seorang perempuan dengan senyuman paling manis yang pernah dilihatnya saat sedang sibuk menelpon. Rambut lurus hitam kecoklatan dengan pakaian serba pink yang kala itu sangat menarik perhatiannya.
Setelah beberapa kali tak sengaja bertemu lagi, Irgy ingin sekali bisa berkenalan dengan perempuan yang sering memakai pakaian pink itu, tapi dirinya tak pernah punya cukup nyali untuk mulai menyapa duluan. Sampai akhirnya, hujan salju pertama membuat ia harus berteduh di kafe BitterSweet. Seketika Irgy mematung tak percaya saat seseorang meghampiri dan meminjam ponsel padanya. Karena kejadian itu, ia akhinya bisa saling berkenalan dengan perempuan teristimewa itu.
Tak pernah lupa bagaimana senyuman dan jabatan tangan yang serba awkward saat itu. Sejak saat itu, Irgy tahu nama perempuan yang sejak awal menarik perhatiannya adalah Aurora. Nama yang sesuai dengan seseorang yang selalu memancarkan cahaya indah di setiap kehadirannya.
Hampir setiap akhir pekan atau saat ada waktu luang sepulang kuliah, kefe ini adalah salah satu tempat di mana kita sering menghabiskan waktu bersama. Tapi sekarang, terasa tak lagi sama. Semua hanya sebatas memori masa lalu dan kenangan yang tak seharusnya diingat lagi. Segala hal tentang kafe dan jalan bersalju ini sudah seharusnya dilupakan seiring dengan kehidupan yang kini sudah jauh berbeda.
Irgy melangkah keluar dari mobilnya dengan berat hati. Andai saja kalau sekarang bukan acara paling penting, dirinya pasti tak akan mau datang. Berbagai alasan dan cara telah dicoba agar tak dapat hadir, tapi entah kenapa keadaan seperti memaksa untuk tetap harus datang. Tak lama lagi kebahagiaan akan semakin dekat di depan mata.