Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Gerbong Kereta No 3
12
Suka
33,675
Dibaca

Di gerbong penumpang nomor 4, pikiran-pikiran tentang tempat tujuan akhir berkelana di kepala para penumpang ketika seorang anak kecil rewel di gendongan si ibu. Tidak betah diajak duduk. Minta jalan ke sana kemari.

“Lihat, ada sapi sama kambing, Sayang!” Si ibu berusaha mengalihkan perhatian putra kecilnya pada pemandangan di sisi kiri kereta. Namun, si kecil tetap saja rewel. Tangisnya makin menjadi dan membuat si ibu sungkan dengan penumpang lain.

“Gimana-gimana? Kena siapa proyek bendungan bawah tanahnya?”

Ketika sang istri kewalahan dengan kerewelan si anak, ayahnya justru sibuk menelepon. Si ibu yang kelelahan sesekali menoleh ke arah sang suami. Wajahnya berusaha menyampaikan isyarat permintaan tolong. Sayangnya, sang suami masa bodoh karena sibuk berbincang tentang properti, tentang tender, tentang tambang, dan tentang-tentang yang lain. Sebuah perbincangan yang sesekali membuatnya tertawa, sesekali membuat dahinya berkerut, dan sesekali ... ya, dia melihat ke arah sang istri yang menggendong si anak menuju gerbong penumpang nomor 3 untuk menenangkannya. Akan tetapi, dia masih masa bodoh dan melanjutkan perbincangannya di telepon.

“Beres. Kabari saja kapan pun. Nanti kubantu!” janji si suami sambil melihat pintu menuju gerbong penumpang nomor 3. Istri dan anaknya telah raib dari pandangan.

Hingga sesaat kemudian, terasa guncangan luar biasa dibarengi suara tubrukan keras. Sang suami terhuyung dan jatuh. Ponselnya terpental entah ke mana. Belum menyadari apa yang terjadi, tatap matanya berusaha menemukan ponselnya. Sampai desakan penumpang lain menyadarkannya dan membuat matanya nyalang memandang pintu menuju gerbong nomor 3.

Ia beruntung karena gerbong yang dinaiki masih dalam keadaan baik-baik saja. Nahasnya, dia tidak tahu jika anak dan istrinya tengah berjuang antara hidup dan mati karena gerbong yang mereka singgahi tertabrak kereta lain.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
ZETA
Pukul Sepuluh Malam
Novel
Di Balik Suara Fino
Nurul Adiyanti
Flash
Gerbong Kereta No 3
Sika Indry
Flash
Bronze
Titipan Kemerdekaan
Silvarani
Flash
Bronze
Freeze
Rama Sudeta A
Cerpen
Bronze
Makan Malam Bersama Bapak
junian rafiandi
Novel
Tidak Ada Desember Tahun Ini
dey
Skrip Film
KERETA
Panca Lotus
Flash
Garis Keturunan
ryunee samaya
Flash
Obat Untuk Iman
Hariz Rizki
Flash
Bullying
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Bronze
Lebih Pedih dari yang Pedih
Habel Rajavani
Flash
Berkomunitas
Berkat Studio
Flash
10:10
evi yuniati
Novel
Bronze
Tangguh Perkasa
Rival Ardiles
Rekomendasi
Flash
Gerbong Kereta No 3
Sika Indry
Novel
Jejak Umbu di Tanah Bertuah
Sika Indry
Flash
Selisih
Sika Indry
Flash
Rumah Tanpa Suami
Sika Indry
Skrip Film
Anak Ibu
Sika Indry
Novel
YAPPA MARADDA
Sika Indry