Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Satu yang Rapuh
3
Suka
32,838
Dibaca

Iya. Aku akui, aku anak yang terlahir dari keluarga yang gagal. Keluarga ku tak terpecah belah. Ayah tak menyandang status duda, dan ibu ku juga bukan janda. Entah apa yang buat mereka pertahankan namanya sebagai ayah dan ibu di dalam kartu keluarga.

Perceraian. Mereka tak pernah mengungkit masalah itu. Yang mereka ungkit, kami. Anak -anaknya yang masih terbilang butuh mereka.

Kini usiaku menginjak tahun ke 26. Yang mana, banyak hujatan kapan pernikahan ku akan berlangsung ?.

Aku bukan tak ingin menikah, dan atau tak ingin mengulang kesalahan kedua orang tua ku yang gagal membina rumah tangga. Tapi, aku tak punya ambisi yang kuat tuk menikah seperti saudaraku yang lain.

Takut karma ?. Bukan.

Karena buah jatuh tak jauh dari pohon nya ?. Bukan juga.

Bagiku. Pernikahan bukan hanya bertujuan untuk membina, membangun dan atau bahkan anjuran agama. Namun, menikah itu artinya menetapkan satu masalah yang kan melekat sepanjang hidup mu, dan ia sedekat denyut nadi.

Seperti apa yang di lakukan orang tua ku. Masalah kehidupan mereka, tak di hindari atau di selesaikan. Tapi di redamkan. Meski pada kenyataannya. Pernikahan mereka rapuh dalam utuh.

Ibu,,, peranan mu tak pernah ku temui di sepanjang pertumbuhan ku. Kau tak disana untuk membimbing ku melangkah menuju bahagia.

Ayah,,, sosok mu tak pernah ku jumpa di setiap perkembangan ku. Kau tak disana untuk mengajarkan ku caranya merangkai bahagia.

Kalian terlihat gagal. Terasa payah, dan juga tertutur salah. Meski aku tak suka akan hal itu. Tapi semesta mengirimku sebagai anak kalian. Bagian dari kehidupan kalian, bagian kebahagiaan kalian. Dan kegagalan kalian.

Ada perkataan. "Jika orang tua mu gagal dalam rumah tangga. Maka buatlah suatu keberhasilan di keluarga yang akan kau bina". Aku tak tertarik dengan hal seperti itu. Karena kita semua tahu. Sebelum jadi orang tua, semua orang melewati masa menjadi seorang anak. Yang ingin ku sampaikan. "Jadilah anak yang berhasil di dari orang tua yang gagal. Karena gagal nya orang tua. Bukan berarti kegagalan pada anak nya. Buat anak mu kelak merasa iri akan kontribusimu yang merangkai obat di kawah beracun. Karena semestinya, iri akan membangun sebuah ambisi untuk bisa memperbaiki".

Ayah,,, ibu. Jika aku tak berhasil menjadi seorang anak. Maka, bagaimana aku bisa menjadi sosok orang tua yang berdedikasi bagi anak ku kelak. Cucu kalian.

Ayah,,, ibu. Maaf... Mungkin aku bukan harapan kalian. Tapi aku berharap,,, kalian selalu satu meski tak terasa utuh.

Ayah,,, ibu. Cinta kasi kalian berbeda. Meski tak indah, tapi itulah cara kerja semesta mempersatukan kita.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Yang Menungguku Pulang
Lexine Nine
Flash
Satu yang Rapuh
Noyn
Flash
Bronze
Selamat Tahun Baru!
Reyan Bewinda
Novel
RUANG DAMAI PANCAWARNA
Nurul Awaliyah
Flash
Signal
zae_suk
Novel
KEJORA
Lebah Bergantung
Komik
Gold
Madame Judge is Out of Office
Kwikku Creator
Skrip Film
Bianglala
Muhammad Alfi Rahman
Skrip Film
Susah Senang
Kevin Alfiarizky
Flash
Bronze
Rasanya Beda
Reyan Bewinda
Komik
Nematode
A.B.O
Flash
Suami Terba(l)ik
Hans Wysiwyg
Komik
18 Rainbow
deroops
Flash
Keluargaku di Garis Takdir Lain
Sekar Kinanthi
Skrip Film
Cinta Kasih
Novia Br Sipakkar
Rekomendasi
Flash
Satu yang Rapuh
Noyn
Flash
Catatan Abad Ini
Noyn
Flash
Cacian luka tak bersuara
Noyn
Flash
Manusia.
Noyn