Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Diari SSRKJSM
5
Suka
6,870
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Hidup ini menyusahkan. Nindi menghela nafas panjang memikirkan nasibnya. Nasib yang tak indah-indah amat, dari seorang wanita matang yang masih melajang. 31 Tahun. Karirnya jalan di tempat, sementara ia pun sering kali merasa kesepian.

Terkadang ia memikirkan hal keparat ini, 'Akan bagus bila Tuhan tidak menciptakannya. Dan ia adalah ketiadaan. Tentu ia tak akan mengenal apa itu bahagia, tapi ia juga tak perlu merasakan kesedian. Sebuah ketiadaan yang bahkan kehampaanpun tak bisa ia rasakan.' 

Nindi meringis sendiri, ia sadar betapa pengecutnya ia menghadapi kehidupan. Matanya tetiba menjadi lembab, meski tak ada air mata yang jatuh. Tapi berikutnya ia pun memetuk kepalanya sendiri. Menyadarkan diri kalau ia tak selemah itu. Harga dirinya menolak, karena ia begitu menghargai dirinya sendiri. Dan ia pun juga mencintai Tuhannya, Allah s.w.t

Tak peduli seberapa kacaunya ia, Nindi jelas tak akan memilih jalan bunuh diri. Karena dalam keyakinannya, itu sama saja mengantarkan dirinya sendiri masuk ke dalam neraka. Sesuatu yang begitu amat ia benci dan takuti. Ia sadar dirinya sudah memiliki begitu banyak dosa, tidak perlu juga menambahkan dengan suka rela, melakukan sesuatu yang bisa menggiringnya masuk ke sana.

Nindi ingat soal berita yang pernah ia lihat di media sosial, soal sepasang suami istri tunanetra yang berjualan ke jalan-jalan di tengah terik panas yang menyengat dengan dituntun oleh putra mereka yang masih bocah. Sungguh memilukan. Kehidupan mereka jauh lebih menyedihkan. Tapi mereka sama sekali tak menunjukan keputus asaan. Nyalinya seperti kena sentil dipaksa menyaksikan itu. Berkali-kali ia mengingatkan dirinya sendiri kalau ia tak selemah itu, tapi ini adalah pukulan yang paling telak untuknya. Hey, Bung, apa yang kau keluhkan selama ini? seolah Nindi bertanya pada dirinya sendiri. 

Untuk makan sehari-hari saja mereka terseok-seok. Sementara, dirinya hidup dengan cukup makan, meski tak cukup jajan. Berbaring di kasur yang empuk, meski kadang tak cukup tidur. Mengingat itu semua membuatnya merasa situasinya jauh lebih baik. 

Mungkin ia harus lebih banyak bersedekah, meski sedikit. Mungkin ia harus lebih sering melihat ke bawah. Dimana banyak hal yang jauh lebih sulit ketimbang hidupnya. Di balik segunung kelemahannya, Nindi tahu ia memiliki bekal yang sangat penting, yang tak semua orang mampu memupuknya. Kewarasan jiwanya untuk terus berupaya menyuntikan pikiran positif pada dirinya sendiri. 

Karena sudut pandang kita menentukan bagaimana kita akan bersikap. Pikiran positif, sugesti positif, yang dengan ajaibnya bisa membalikan keadaan. Membangkitkan mereka yang tengah terpuruk. Dan tak lupa juga, iman. Keyakinan kita kalau kita tak pernah sendirian. Keyakinan kita kalau Tuhan ada untuk kita.

Satu hal yang Nindi sadari kemudian, ketika ia bersyukur, ia merasa bahagia. Sesederhana itu.

Dan apabila di masa depan nanti datang waktunya untuk kembali mengeluh, ia akan mengenang ini. Nindi memasang alarm pengingat di hatinya yang belum diketahui kapan akan berbunyi.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Rekomendasi dari Drama
Flash
Diari SSRKJSM
Cahyati Suci M
Novel
Bronze
Mimpi yang Menjadikanku Sampah
Seli Suliastuti
Novel
Bronze
Lintang Kelana
Khairul Azzam El Maliky
Novel
Promise, That You'll be Promise Me
Andhika Rivani
Novel
Gold
Raksasa Kesepian
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Air Tenang
Ariska Delpi
Novel
Bronze
PEREMPUAN NAGA
Efi supiyah
Flash
Bronze
Istri Pengarang
Sulistiyo Suparno
Novel
Sincerity
Sindiaasari
Novel
What If
DN Pertiwi
Novel
Bronze
Putih Polos Avicenna
Ravistara
Skrip Film
Calon Istri Ayah
Eko Hartono
Novel
Bronze
IF YOU REMEMBER
Tari Oktavian
Novel
Bronze
Rasa yang hilang
Ratihcntiia
Novel
Bronze
Jejak Perempuan yang Pergi pada Suatu Masa
Alfian N. Budiarto
Rekomendasi
Flash
Diari SSRKJSM
Cahyati Suci M
Skrip Film
Free!
Cahyati Suci M
Flash
Drama Korea vs Sinetron Indonesia
Cahyati Suci M
Flash
Maaf pada Bapak
Cahyati Suci M