Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Diari SSRKJSM
5
Suka
30,162
Dibaca

Hidup ini menyusahkan. Nindi menghela nafas panjang memikirkan nasibnya. Nasib yang tak indah-indah amat, dari seorang wanita matang yang masih melajang. 31 Tahun. Karirnya jalan di tempat, sementara ia pun sering kali merasa kesepian.

Terkadang ia memikirkan hal keparat ini, 'Akan bagus bila Tuhan tidak menciptakannya. Dan ia adalah ketiadaan. Tentu ia tak akan mengenal apa itu bahagia, tapi ia juga tak perlu merasakan kesedian. Sebuah ketiadaan yang bahkan kehampaanpun tak bisa ia rasakan.' 

Nindi meringis sendiri, ia sadar betapa pengecutnya ia menghadapi kehidupan. Matanya tetiba menjadi lembab, meski tak ada air mata yang jatuh. Tapi berikutnya ia pun memetuk kepalanya sendiri. Menyadarkan diri kalau ia tak selemah itu. Harga dirinya menolak, karena ia begitu menghargai dirinya sendiri. Dan ia pun juga mencintai Tuhannya, Allah s.w.t

Tak peduli seberapa kacaunya ia, Nindi jelas tak akan memilih jalan bunuh diri. Karena dalam keyakinannya, itu sama saja mengantarkan dirinya sendiri masuk ke dalam neraka. Sesuatu yang begitu amat ia benci dan takuti. Ia sadar dirinya sudah memiliki begitu banyak dosa, tidak perlu juga menambahkan dengan suka rela, melakukan sesuatu yang bisa menggiringnya masuk ke sana.

Nindi ingat soal berita yang pernah ia lihat di media sosial, soal sepasang suami istri tunanetra yang berjualan ke jalan-jalan di tengah terik panas yang menyengat dengan dituntun oleh putra mereka yang masih bocah. Sungguh memilukan. Kehidupan mereka jauh lebih menyedihkan. Tapi mereka sama sekali tak menunjukan keputus asaan. Nyalinya seperti kena sentil dipaksa menyaksikan itu. Berkali-kali ia mengingatkan dirinya sendiri kalau ia tak selemah itu, tapi ini adalah pukulan yang paling telak untuknya. Hey, Bung, apa yang kau keluhkan selama ini? seolah Nindi bertanya pada dirinya sendiri. 

Untuk makan sehari-hari saja mereka terseok-seok. Sementara, dirinya hidup dengan cukup makan, meski tak cukup jajan. Berbaring di kasur yang empuk, meski kadang tak cukup tidur. Mengingat itu semua membuatnya merasa situasinya jauh lebih baik. 

Mungkin ia harus lebih banyak bersedekah, meski sedikit. Mungkin ia harus lebih sering melihat ke bawah. Dimana banyak hal yang jauh lebih sulit ketimbang hidupnya. Di balik segunung kelemahannya, Nindi tahu ia memiliki bekal yang sangat penting, yang tak semua orang mampu memupuknya. Kewarasan jiwanya untuk terus berupaya menyuntikan pikiran positif pada dirinya sendiri. 

Karena sudut pandang kita menentukan bagaimana kita akan bersikap. Pikiran positif, sugesti positif, yang dengan ajaibnya bisa membalikan keadaan. Membangkitkan mereka yang tengah terpuruk. Dan tak lupa juga, iman. Keyakinan kita kalau kita tak pernah sendirian. Keyakinan kita kalau Tuhan ada untuk kita.

Satu hal yang Nindi sadari kemudian, ketika ia bersyukur, ia merasa bahagia. Sesederhana itu.

Dan apabila di masa depan nanti datang waktunya untuk kembali mengeluh, ia akan mengenang ini. Nindi memasang alarm pengingat di hatinya yang belum diketahui kapan akan berbunyi.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Remember When
Gagas Media
Skrip Film
XX
Mostow
Flash
Diari SSRKJSM
Chie Kudo
Flash
Di Balik Kaca Mobil
Dhea FB
Flash
Rahara
Andini Pradya Savitri
Novel
Dear, diary
Liepiescesha
Novel
Bronze
SLTA Sederajat
Widia Ns.
Novel
Blue Hawaii
raven orinn e
Komik
Dearest
Ni Putu Winda Pramesti Dewi
Flash
Siang Seberang Istana
Aldi Cendikia Nugroho
Flash
Kakek Warsum Mencari Tajin
Neo
Flash
Avenoir
Atika Salsabila Zahra
Flash
Pena Tuhan
Ilestavan
Novel
Kovalen Rangkap Tiga
Dita
Novel
Goodbye Autumn
Jicelyn
Rekomendasi
Flash
Diari SSRKJSM
Chie Kudo
Cerpen
Anak Kidal
Chie Kudo
Cerpen
Bronze
Satu Paket Cinta yang Tak Pernah Kedaluwarsa
Chie Kudo
Cerpen
Berbagi Ibu
Chie Kudo
Flash
Mengeja Angka
Chie Kudo
Cerpen
Alexithymia
Chie Kudo
Cerpen
Bronze
Nil Desperandum
Chie Kudo
Flash
Maaf pada Bapak
Chie Kudo
Cerpen
Duo Wijaya
Chie Kudo
Flash
Drama Korea vs Sinetron Indonesia
Chie Kudo
Cerpen
Love All ; The Tree You Lean Against
Chie Kudo
Cerpen
Permainan Kematian
Chie Kudo
Skrip Film
Free!
Chie Kudo