Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Sungai Pasir
2
Suka
3,749
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Saat itu aku baru pindah tugas ke suatu daerah yang di mana berada di dekat perbatasan antara dua Provinsi, daerah itu masih belum padat penduduk dan tentunya warga di sana bermata pencaharian sebagai penangkap ikan di sungai. Saat itu aku tiba di bulan Januari dan ternyata di sana orang-orang belum ada yang turun ke sungai untuk mencari ikan, entah kenapa aku merasa aneh karena terlihat sepi, aku pun memberanikan diri untuk melihat ke dekat sungai tiba-tiba nenek di sebelah rumah memanggilku dan aku pun menghampiri beliau

"Ada apa nek memanggil ku," ucap ku dengan wajah penasaran.

"Jangan keluar sepagi ini apalagi masih berkabut dan tentunya kamu orang baru de," ucap nene kepadaku.

"Terima kasih ne karena mengingatkanku," aku pun masuk kedalam rumah ku kemabali.

Matahari sudah terbit aku pun pergi bekerja menuju kantor, aku memulai pekerjaanku hingga waktu menunjukkan jam empat sore, "Kelihatannya sudah waktuku untuk pulang dan beristirahat," Ucapku sambil melihat keluar jendela.

"Rio apa kau mau pulang, bagaimana kalo kita barengan karena kita satu arah bukan," ucap kawanku Jun.

Aku pun pulang bersama Jun menuju kearah rumah kami, terlihat matahari terbenam sangat indah karena posisi daerah kami yang mearah kebarat seakan-akan matahari tersenyum ke daerah tempat kami bertugas.

"Rio apa kamu tau di daerah ini ada yang namanya sungai pasir," ucap Jun dengan wajah yang sombong.

"Belum.... pernah aku lihat, kenapa memang?" ucap Rio

"Kalo begitu ayo kita kesungai itu, ikuti aku yahhh...."ucap Jun dengan wajah yang senang dan melangkah masuk menuruni jalan yang menurun ke arah sungai.

Jalan nya cukup rimbun oleh semak-semak harus pintar memilih jalan atau terpeleset, aku dan Jun sampai di pinggir Sungai itu dan ternyata memang benar ada pasir yang muncul ditengah sungai seperti jalan yang di siapkan untuk dilewati ditambah lagi keindahan sungai dengan matahari yang tepat mengarah kearah sungai, seakan-akan jalan yang diterangi cahaya senja.

"Inilah keindahan tempat ini Rio, jadi jangan menyesal bertugas di sini, karena banyak hal luar biasa yang bisa kamu lihat," ucap Jun kepadaku.

"Benar sekali baru pertama kali dan luar biasanya tempat ini, keindahan yang diciptakan alam secara tidak sengaja," ucapku sambil tersenyum memandang sungai yang dipenuhi hamparan pasir bermandikan cahaya senja matahari.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Rekomendasi dari Drama
Flash
Sungai Pasir
muhamad fahmi fadillah
Novel
Bronze
Janji Allah~Novel~
Herman Sim
Novel
Our Dreams Together
Emma N.N
Flash
Pupa
Elysiaaan
Novel
Kesempatan Kedua untuk Saling Menemukan
Jane Lestari
Flash
Bronze
Bisa Kurang?
Reyan Bewinda
Novel
Bronze
Sekar yang Mekar di Kanvas itu
Inggita Hardaningtyas
Novel
Bronze
Beranda ( Kitab Puisi Asmaradhana )
RENDRA ABIMANYU
Novel
Bronze
Sinar untuk Genta
Rika Kurnia
Novel
Bronze
Mengaku Sultan
Herman Sim
Novel
Kuncup Berlian
Ais Aisih
Novel
Iri
AAA
Novel
Hello An
Nurmala Manurung
Novel
Bronze
Kisah Antarkita
Susi Idris
Novel
Bronze
Can't Stop
Siti Soleha
Rekomendasi
Flash
Sungai Pasir
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
1/2 Nakal & 1/2 Polos (Tetangga Ku)
muhamad fahmi fadillah
Flash
Detik Kenangan !
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
Harmonika Penghubung (kenali dirimu dan aku)
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
Tugas Nambah-Nambah
muhamad fahmi fadillah
Novel
ARPAN
muhamad fahmi fadillah