Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Cerita Tentang Hujan
0
Suka
26,350
Dibaca

Waktu itu aku mendatangi Aninta yang sedang duduk sendirian di dalam kelas pada jam istirahat kedua. 

"Boleh buku ini aku pinjam?" Aku menunjuk buku catatan biologi yang tergeletak di meja Aninta. Dia terkejut dan sejenak menatapku.

"Boleh, tapi nggak pake lama, ya? Minggu depan kan ada ulangan biologi," kata Aninta sambil memberikan buku catatannya.

"Hmm, gimana, ya? Tulisanmu bagus, sih. Seperti orangnya. Jadi aku ingin berlama-lama memandang dan membacanya," jawabku memberi sedikit pujian padanya.

"Kalau begitu, pinjam sana sama yang lain!" kata Aninta menarik lagi bukunya dan bersiap untuk memasukkannya ke dalam tas.

"Okee ..., lusa aku kembalikan!" janjiku sambil meraih buku itu dan menahannya.

"Tapi kalau harus pake lama, akan kutuliskan sajak indah untukmu. Mau?" janjiku lagi. Aninta hanya bisa tersenyum mendengarnya.

Pinjam buku! Seperti kebanyakan anak-anak sekolah untuk mendekati teman wanita yang disukainya. Begitu juga denganku. Dan di halte depan sekolah aku selalu menunggu senyum manisnya. Untuk saling bercerita melepas rindu dan menjalani kisah sembunyi usai dentang bel sekolah. Sepertinya aku begitu terobsesi dengan Aninta hingga membayangkan kisahku seperti salah satu lagu milik Iwan Fals.

Tiba-tiba terlihat kilat cahaya putih dari langit dan memenuhi ruang kelas. Disusul beberapa detik kemudian terdengar suara menggelegar menggetarkan kaca-kaca jendela di kelasku. Air hujan pun tercurah dari langit dengan derasnya. Buyar sudah lamunan satu tahun yang lalu saat aku mulai mengenal Aninta.

Rasa itu tumbuh belum sempurna. Kuncup-kuncup mawar pun belum merekah semua. Tetapi angin yang menyertai rindunya hujan pada tanah telah menggores luka pada mahkota indahnya. Hanya satu semester Aninta mengisi hari-hari ceriaku. Tapi senyum manisnya telah menggores begitu dalam di hatiku.

Kedekatanku dengannya menumbuhkan semangat baru dalam hidupku. Aku tidak tahu apakah ini cinta? Tetapi semua itu harus pupus di tengah jalan. Saat kenaikan ke kelas dua belas, dia harus pindah ke luar negeri mengikuti ayahnya yang bekerja di KBRI Australia.

Otomatis mulai semester satu di kelas dua belas ini aku tidak bersama Aninta lagi. Tapi hingga aku lulus sekolah dan melanjutkan kuliah masih sering bertukar rindu lewat pesan pendek. Aku hanya bisa berharap agar benih-benih cinta ini dapat bersemi lagi saat dia kembali ke tanah air.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
ALeha
Lovaerina
Flash
Cerita Tentang Hujan
bomo wicaksono
Flash
Bronze
Menunggu Cinta
Nuel Lubis
Novel
Dua Rasa
Nur Wahida Batalipu
Flash
Warna pipimu Saat itu
lilla safira alhasanah
Novel
Gold
To You
Noura Publishing
Novel
Alex
Oryza Salsabila
Novel
ADA CINTA DI SALON JENAZAH
glowedy
Novel
Setinggi Langit
Fumi Takida
Novel
Oh My First Love
Dea Avisca
Flash
Bronze
Ditemani Pagi (Membicarakan Adam 2)
Silvarani
Flash
Sebuah Pohon Sebuah Hidup
Hans Wysiwyg
Skrip Film
LORD OSIS
Noejan
Novel
Alfabed
awwaliakhikma
Skrip Film
ASSALAAMU'ALAIKUM RANI
NAA
Rekomendasi
Flash
Cerita Tentang Hujan
bomo wicaksono
Flash
Cerita Tentang Hujan
bomo wicaksono
Novel
Gasing Bambu
bomo wicaksono
Novel
Aku Hampir tak Memilihmu
bomo wicaksono
Cerpen
Lady Ciprut dan Gendhuk Tini
bomo wicaksono
Novel
Perjanjian Ketiga
bomo wicaksono
Cerpen
Bronze
Hujan dan Secangkir Kopi Panas
bomo wicaksono
Flash
Cerita Tentang Hujan
bomo wicaksono
Flash
Dia Punya Teman yang Lain
bomo wicaksono
Flash
Sang
bomo wicaksono
Flash
Bronze
Penulis Cerita Horor
bomo wicaksono
Flash
Dari Dimensi Lain
bomo wicaksono
Cerpen
Bronze
Allena dan Anggur Merah
bomo wicaksono
Cerpen
Bronze
Dia Datang Diantar Siapa?
bomo wicaksono
Cerpen
Bronze
Andung dan Seblak Sapu Lidi
bomo wicaksono