Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
HANUM
3
Suka
34,119
Dibaca

“Aku merindunya,” ucap Hanum dalam hati.

Air mata Hanum seketika menetes. Menahan pedihnya kenyataan yang harus dia terima.

         “Hanum, makanlah dulu. Sup ayam hangat bisa membuat sedikitmu tenang,” ucap ibu membawakan nampan berisi makanan hangat untuk Hanum.

         Hanum menggeleng tanpa menoleh. Tatapannya masih muram. Sudah dua pekan, Hanum terkurung dalam kamar. Pak Suwito, ayah Hanum sengaja mengurungnya. Bukan tanpa alasan. Remaja seusia Hanum, 15 tahun belum cukup umur untuk membangun rumah tangga. Hanum yang bersikeras untuk menikah dengan Attar, pemuda berusia 25 tahun lebih tua darinya membuat Pak Suwito murka.

         “Hanum, makanlah. Kalau kamu tak makan. Kamu sakit,” bujuk ibu membelai rambut panjangnya.

         “Aku lebih senang kalau aku mati. Kenapa ayah tak bunuh saja aku bu! Agar aku tak tersiksa menahan rindu pada mas Attar,” Hanum memekik.

         Ibu menarik paksa napasnya yang terasa sesak. Mendengar Hanum berkata demikian, jantung ibu berdetak tak beraturan. Ibu memejamkan matanya sejenak sampai napasnya kembali teratur.

         “Sekolah membuat masa depanmu lebih cerah daripada kamu menikah muda dengan Attar,” ucap ibu mendekat. Menggandeng tangannya dengan akrab seolah mereka adalah seorang sahabat.

         “Kamu sangat cantik. Selesai kamu menamatkan sekolah, kamu bisa mendapatkan laki-laki yang lebih dari Attar,” ucap ibu menatap wajah Hanum yang terlihat haru.

         Hanum merengut. “Aku hanya menginginkan mas Attar bu!” bisik Hanum sembari memeluk bahu ibu.

         “Kata mas Attar, dia sudah mapan dan cukup untuk menghidupiku bu,” bela Hanum dengan suara terbata-bata.

         Ibu menarik kedua ujung bibirnya. Menyodorkan segelas susu hangat kepada Hanum. Membiarkan Hanum meneguk habis susunya. Kemudian ibu berkata.

         “Bukankah impianmu memiliki anak yang cerdas seperti dirimu Hanum?”

Hanum mengangguk pelan dan menatap hampa wajah ibu.

“Anak yang cerdas, berasal dari seorang ibu yang cerdas,” lanjut ibu.

Hanum menggeleng pelan dan menarik kedua alisnya ke atas, lalu meletakan gelas yang sudah kosong ke nampan di atas meja. Hanum terdiam dalam beberapa saat sebelum dirinya memeluk erat ibu yang duduk berhadapan dengannya.

“Justeru itu bu, Hanum ingin menikah dengan mas Attar,” ucap Hanum dengan mata berkaca-kaca.

“Di dalam perut Hanum, ada anak mas Attar bu!” tangan kanan Hanum mengelus perutnya dengan lembut.

“Hanum…,” seru ibu lirih memandang gadis cantik di depannya dengan tatapan seperti tak percaya.***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Toxic Relationship
Yayah Rokayh
Skrip Film
LOVED
Rizky Kurniawan
Flash
HANUM
Shinta Puspita Sari
Novel
Putra Tersayang
A. F. Ferdians
Novel
Bronze
Alohanani From Paradise
Faatihah Qurrotul Aini
Novel
Balada Mahasiswa: FRNDS
Gie Salindri
Skrip Film
Analgesik Rasa
Intan Adila
Cerpen
Bronze
Boots di Penginapan Holly-Tree
Ahmad Muhaimin
Skrip Film
24/7
Kata Aksara
Skrip Film
Ada Cinta di Penjara
Rachman Hakim
Novel
Tempat Kita Belajar Bertahan
A. L. Mutiara
Novel
- REDLINE -
Sf_Anastasia
Novel
Lindur Ungu
Silvia
Flash
Pesan Yang Tak Tersampaikan
pelantunkata
Flash
Bronze
Perjalanan Pulang
Hekto Kopter
Rekomendasi
Flash
HANUM
Shinta Puspita Sari
Cerpen
MENDEKAP MARAPI
Shinta Puspita Sari
Cerpen
Jadi, Boleh Aku Mencintaimu?
Shinta Puspita Sari
Novel
Unfair Marriage
Shinta Puspita Sari
Cerpen
Senja di Langit Lahewa
Shinta Puspita Sari
Novel
Takdir yang Tak Pernah Kusepakati
Shinta Puspita Sari
Flash
MANTAN PER*K
Shinta Puspita Sari
Cerpen
The Moon
Shinta Puspita Sari
Novel
Jadi, Boleh Aku Mencintaimu?
Shinta Puspita Sari