Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Tuhanmu Siapa? Cintaku Kamu!!!
1
Suka
33,864
Dibaca

Maria Dian Puspita dan Imam Syafe'i sudah pacaran sejak lama, kurang lebih 4 tahun semenjak kuliah. Hampir tak pernah terjadi pertengakaran yang berarti. Masing-masing memiliki pemikiran selaras dalam menjalin hubungan. Empati dan cinta membuat segalanya berjalan dengan baik. Tak ada rasa ingin menang sendiri, semuanya terbuka dan saling mengingatkan terkait banyak hal.

Keterbukaan diantara keduanya membuat masing-masing saling percaya dan berbagai cerita. Tak ada yang ditutupi. Masalah bisa dipecahkan bersama. Memiliki hobi yang sama yaitu membaca dan mengajar gratis bagi anak jalanan pun menjadi kesempurnaan bagi perekat hubungan mereka berdua.

"Setelah pulang dari toko buku mau kemana?" tanya Imam kepada Dian yang saat itu menghantarkan Dian untuk mencari buku di sebuah toko.

"Pulan, tapi pengen makan bareng sama kamu dulu di warung langganan kita, kamu mau gak?" Jawab dan ajak Dian.

"Mau, kebetulan juga ada yang mau saya obrolkan ke kamu." kata Imam.

"Baiklah." Jawab Dian singkat.

Dengan mengendarai kuda besi alias vespa tua, mereka menuju warung bu Marsudi, tempat mereka biasa makan. Warung makan itu tak begitu besar dan begitu sederhana. Dian dan Imam memang seorang pejuang ekonomi kerakyatan yang sebisa mungkin belanja sesuatu di warung-warung kecil, bukan di temapat makan simbol kapitalisme seperti restoran makan siap saji seperti KFC dan lain sebagainya.

Makanan sudah disediakan di meja, Imam Syafi'i pun melafalkan bismilah, sedangkan Dian membuat Tanda Salib sebelum menyantap makanannya.

"Besok saya mau meninggalkan Lampung, mau ke Semarang, mau kerja di sana." Kata Dian sambil minum es teh manis usai melahap habis makanan yang sudah disajikan.

"Kok mendadak?" tanya Imam tanpa memandang Dian.

"Iya, saya juga ditawari kerjaannya juga mendadak. O iya, tadi kamu mau bilang apa?" Jawab Dian sekaligus bertanya pada Imam.

"Gak jadi, kamu juga udah mau pergi menjauh." Kata Imam.

"Kita memang satu pemikiran, kita memang sejalan. Hampir tak ada kesalah pahaman berarti selama kita menjalin hubungan, tetapi cuma satu masalah dihubungan kita, yaitu beda agama. Dan saya gak mau diantara kita ada yang mengalah. Kamu pun setuju untuk hal itu kan?". Kata Dian dengan mata berkaca-kaca.

"Iya." Jawab Imam Singkat.

Terlepas urusan iman masing-masing yang memang kuat, Imam dan dian sudah pernah membicarakan bahwa tak akan ada yang boleh mengalah untuk pindah agama. Tak ingin ada kegaduhan dalam keluarga masing-masing, karena baik orang tua Dian maupun Imam adalah seorang tokoh agama. Mereka sadar, akan ada kegaduhan jika ada salah satu yang mengalah. Akan ada cibiran dewi wanita atau lelaki rela pindah agama. Di sisi lain pun akan ada Euforia terkait kepindahan agama.

"Kita mungkin memanggil nama Tuhan dengan cara dan nama yang berbeda, tetapi percayalah kalau kamu tanya aku wanita mana yang aku cinta, aku akan jawab itu kamu." Timpal Imam sambil berjalan ke bu Marsudi untuk membayar makanan mereka.

Imam pun mengahantarkan Dian pulang. Air mata keduanya jatuh sepanjang perjalanan. Tak ada kata yang diucapkan, karena tanpa katapun keduanya tahu apa yang sama-sama dirasakan. Perpisahan itu bukan tanpa diinginkan, tetapi memang mereka inginkan. Bukan karena tak cinta atau tak akan merasa saling kehilangan dan berduka.

Photo by davide ragusa on Unsplash

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Gold
Rafilus
Noura Publishing
Skrip Film
midnight, sunshine
mohammad risky elbareztha
Flash
Tuhanmu Siapa? Cintaku Kamu!!!
Antonius Ngatiman
Novel
Bronze
Madu yang Beracun
Dara Kirana
Flash
Jurus Pemikat Pedagang Sepatu
Sulistiyo Suparno
Novel
Bronze
Jejak: Romantic Love Story #1
Imajinasiku
Novel
Tangan Malaikat
Zenna ZA
Novel
Babi Peliharaan Bapak
Hendra Wiguna
Novel
Kakakku Mendadak Berhenti Bekerja: Mas Bram Jangan Mempermalukan Sophia!
Eldoria
Flash
Jika Hidup adalah Cerita, Siapa Pembacanya?
Sekar Kinanthi
Novel
Bronze
Umbara
Dzalabu
Novel
Gold
Let's Break Up
Bentang Pustaka
Flash
Bronze
Harus Tidur
Rere Valencia
Novel
Rain (The Past; Painful)
Rain
Flash
Segelas Tehku
Singkat Cerita
Rekomendasi
Flash
Tuhanmu Siapa? Cintaku Kamu!!!
Antonius Ngatiman
Novel
Melukis Manusia
Antonius Ngatiman
Novel
Surat Ulu
Antonius Ngatiman