Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Jenga
3
Suka
25,026
Dibaca

Belakangan ini, aku sering memikirkan bagaimana kehidupanku dua tahun kedepan. Apakah akan tetap seperti ini? Ataukah, akan ada sosok baru disamping guling?

Berbagai fantasi indah tentang cinta dan kasih sayang sudah berkumpul. Ini hanya masalah waktu—kapan momen yang tepat untuk meledakkannya. 

"Aku udah sampai di rumah. Terima kasih, ya."

Sedikit aneh, itu yang pertama kali terlintas dikepalaku. Lantas, kenapa dia memberitahukan hal tidak penting itu padaku? Memangnya, aku siapanya? Atau jangan-jangan———nggak mungkin!!!

"Nggak mungkin suka!" seruku sendiri, akan menyeramkan sekali jika kami benar-benar menjadi sepasang teman hidup. Terlepas dari fakta bahwa kami adalah berada di kelas yang sama.

Seminggu kemudian, kami kembali bertemu. Kali ini, dia mengajakku untuk bertemu teman-temannya. Tidak banyak, hanya ada tiga orang. Dan kalian tahu apa yang terjadi?

Aku menyukai salah satu dari mereka!

Si tinggi nan introvert. Dia cenderung menyimak apa yang kami lontarkan dan menimbrung saat dibutuhkan. Sepertinya, dia berhasil mencuri hatiku hingga aku berani meminta nomor teleponnya.

Dua hari pertama, akulah yang membuka obrolan. Mulai dari menanyakan kabar sampai berdiskusi mengenai semesta. Dia cukup responsif tapi kurang peka.

Lama kelamaan, aku jenuh karena dia tidak pernah melakukan hal yang sama padaku. 

Dan disaat yang sama, dia—yang lama—muncul kembali membawa dua buah susu kotak rasa coklat. Aku tersenyum, dia juga.

"Ini buat kamu." 

Aku menerima susu kotak tersebut. "Terima kasih."

"Iya." 

Kami terdiam cukup lama. Dia dan aku, sama-sama berlomba menghabiskan susu kotak. 

Tidak lama kemudian, "Besok aku udah nggak disini."

Aku terkejut. Kali ini, mataku benar-benar memaku irisnya. "Yang benar?!"

"Iya." Dia malah terkekeh sendiri. "Kenapa? Kangen?"

Aku tersipu dan langsung memukul punggungnya. "Nggak bakal!" seruku lantang. "Toh, masih banyak orang (lain) yang bisa aku kangenin."

"Iya-iya." Dia mengangguk seraya mengeluarkan sesuatu dari jaketnya. "Tolong simpan ini, ya?" Dia menyodorkan sebuah flashdisk. "Yang kita butuhin udah ada disini. Kamu bebas buat ngeditnya."

"Lah? Serius?!"

"Iya. Tahun depan aku ambil lagi." 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Jenga
rhxlle
Flash
SELF
lidia afrianti
Novel
Cintaku Terbelenggu Kebohongan
Jorachan
Novel
Begini Saja Sudah Bahagia
Nikodemus Yudho Sulistyo
Flash
Bronze
Tukang Kebun
Afri Meldam
Novel
Bronze
Esensi Cinta-Kisah Pria yang Takut Jatuh Cinta
Peter Samudra
Novel
Ruang Mimpi Gyandra
Rahma Pangestuti
Novel
Bronze
Pretty Boy for Sheana
Desy Cichika
Novel
Gold
Anna & Bara
Falcon Publishing
Komik
Happines room
×_×
Flash
Dreamin
Simka Bremana Sinaga
Cerpen
Ketika Cinta Berbicara
Adelia Putri Sukda, S.Sos.
Novel
Gold
Friend Zone
Bentang Pustaka
Flash
Kenangan Hujan
Anisa Ae
Novel
Authoritarian Man and Me
Defa Riya
Rekomendasi
Flash
Jenga
rhxlle
Cerpen
Hessa : Obsession
rhxlle
Flash
Rome
rhxlle