Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Secangkir Kopi Bersamamu
7
Suka
21,726
Dibaca

Muncul sebuah skenario di mana aku dan dia duduk bersama. Menikmati segelas kopi susu di sebuah kafe kekinian di pinggiran kota, sebagai teman lama yang sudah lama tak pernah jumpa. Dia menyeruput kopi susunya dengan santai ketika aku nekat berbicara, "aku mimpi kita nikah. Sampai dua kali, lho!"

Seketika dia tersedak. Kedua matanya melotot tak percaya dengan diiringi kernyitan dahinya yang penuh tanda tanya.

"Kurang satu kali lagi nih, biar dapat piring cantik." Tambahku penuh canda ditengah suara batuk-batuknya yang tak kunjung reda. Aku tersenyum. Ku letakkan kedua tanganku di atas meja kemudian berkata, "kaget, ya?"

"Semua orang juga bakal kaget kalau dapet cerita begitu."

"Aku kan cuma cerita aku mimpi kita nikah. Bukan ngajakin nikah. Lagian, kamu sudah punya incaranmu sendiri, kan? Aku gak seegois itu lah minta dinikahin hanya karena mimpi."

Dia diam sejenak sambil meneruskan batuknya yang belum tuntas.

"Terus maksudmu apa cerita kayak gini?"

Tawaku seketika meledak. Tampang seriusnya terlalu lucu untuk aku abaikan.

"Serius amat ih, santai aja! Aku cuma pengen ngasih tahu. Aku nggak butuh tanggapan apa-apa dari kamu. Perjuangkan aja apa yang ingin kamu kejar." Ucapku, masih mencoba menahan tawa yang tersisa. Ku seruput kopi susuku pelan seraya menyandarkan punggung ke kursi agar lebih santai. "Tapi kalau kamu berubah pikiran, aku bisa jadi alternatif pilihanmu." Aku menyeruput kopi susuku semakin cepat, seirama dengan detak jantungku yang tak karuan. Dia mungkin melihatku terlalu santai, tapi di dalam sini aku berkali-kali merutuki kenekatanku yang cukup bodoh ini.

Aku bisa merasakan atmosfir kecanggungan yang kental di antara aku dan dia. Sial, semakin lama udara di sini terasa semakin berat, dan aku terus mencoba bersikap seakan tidak terjadi apa-apa.

Tring...Tring!

Ponselku tiba-tiba berdering. Pengingat yang aku set sejak pagi tadi memberitahuku bahwa aku harus segera pergi. Bagus. Semakin cepat aku pergi dari sini akan semakin baik. Aku segera mengemasi barangku dan ku lambaikan tanganku. Pergi. Menjauh dari laki-laki yang masih tampak kebingungan dengan kalimatku yang sembarangan.

Ada sedikit rasa bersalah yang menyelinap. Mungkin seharusnya aku tetap diam. Tidak seharusnya aku merusak momen langka yang belum tentu terjadi lagi di kemudian hari. Mengenalnya sejak mengikuti sebuah pelatihan di Semarang, kemudian berpisah dan menjadi teman berbalas WA dan IG Story selama beberapa tahun. Begitu mendapatkan kesempatan untuk bertemu kembali, aku malah merusaknya dengan kalimatku yang terlalu berani. Mau bagaimana lagi, diam-diam mengagumi laki-laki yang mencintai gadis lain bukanlah hal mudah. Perlahan aku bisa lupakan segala harapan tentang laki-laki di hadapanku ini. Tapi seketika usaha itu terasa sia-sia lantaran mimpi sialan itu. Dadaku kembali sesak dijejali harapan yang aku kubur dalam-dalam. Dan ketika aku bertemu dengannya, aku hanya berpikir untuk meluapkannya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
OZY Regantara And OZA Lativa
Jumraini
Novel
Bronze
Me and this Pandemic
Eunike Mariyani
Flash
Secangkir Kopi Bersamamu
Tichantika
Cerpen
Bronze
Kalau Saja Orang Itu Dia
Amarta Shandy
Novel
Bronze
LATED (KOREK API)
Joe Abbas
Novel
Mantan, Masa Gitu?
Niexora Grey
Novel
Chocolate Avocado
Ega Okti Mayang Sari
Flash
Dreamin
Simka Bremana Sinaga
Flash
Bronze
Sabar adalah Sungai, Senyumanmu adalah Muaranya
Ron Nee Soo
Flash
Bronze
Kalau Sayuran Bisa Ngomong...
Shabrina Farha Nisa
Novel
Bronze
A Trip to Your Wedding
Rahmatul Aulia
Novel
The Fate Interwoven in Time: A Whisper of the Lost Hour
Aurelyn
Novel
Bronze
Diandra
Galih Aditya
Novel
Bronze
Sebelum Pagi
Yuli Harahap
Skrip Film
Berbagi Ranjang
Wulan KaHa
Rekomendasi
Flash
Secangkir Kopi Bersamamu
Tichantika
Flash
Apakah Kami Menuju Ke Arah Yang Sama
Tichantika