Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Sebatang Rokok
3
Suka
18,950
Dibaca

Before you tell a smoker smoking kills, something is already killing him.”           

Tian tertawa. Ia membuang puntung rokoknya yang sudah habis, lalu mengambil satu batang lagi dan membakarnya. Ia menghisap rokok itu dalam-dalam sebelum menghembuskan asapnya.          

Tanisha tidak mengerti apa yang lucu dengan kutipan yang baru dibacanya.        

“Itukah yang dikatakan kutipan itu?” tanya cowok itu.

Tanish mengangguk. "Ya."   

Tian berdecak. “Wow. Hanya menyebutkan ’him’. Seperti ‘her’ tidak melakukannya saja.”

“Apa bedanya?”

“Penulisannya berbeda, pengucapannya berbeda.”      

“Tapi mereka memiliki alur cerita yang sama."   

“Apa kau dan aku memiliki cerita yang sama?”

“Tidak. Karena aku bukan perokok.”             

 “Apa kau mengira semua perokok memiliki alasan yang sama kenapa mereka merokok?” tanya Tian, ia menatap Tanish.        

Tanish mengibas-ngibas asap yang ada di dekatnya. “Ya. Pasti mereka semua punya masalah yang hampir serupa, makanya mereka merokok. Karena kalau mereka tahu kesehatan itu penting, mereka tidak akan merokok."    

“Haha.”

Ada jeda beberapa lama di antara mereka.    

Kemudian Tanish membuka suara. “Jadi, ada apa, apa ada... sesuatu yang mengganggumu?”                        

“Apa yang ingin kau ketahui?" 

“Aku ingin tahu kenapa orang-orang merokok. Karena itu tidak sehat dan dapat merusak paru-parumu."

“Semua orang tahu.” Tian mengetuk jatuh sisa tembakau yang sudah menjadi abu dari ujung batangnya.   

Sesaat Tanish bingung apa yang harus dikatakannya lagi. Tian tampak tidak mengubris apapun yang ia katakan.

“Rasanya pahit, kan?” Tanish akhirnya memecah keheningan. 

“Yep.”  

“Lantas kenapa?"   

Tian menoleh pada Tanish. “Lantas kenapa, apa?”

“Kenapa kau merokok?"  

“Kenapa kau tidak coba merokok saja sendiri?"  

Tanish terlihat tercengang mendengar pertanyaan itu. “Aku seorang vegetarian dengan gaya hidup sehat. Semua yang ada di sekitarku harus segar dan bersih.”

“Kau seharusnya tidak berada di sini, kalau begitu.”

“Tapi aku datang kemari karena ingin tahu kenapa kau dan para perokok lain merokok." 

“Kau tidak penasaran kenapa aku merokok.” asap keabu-abuan berhembus. “Kau penasaran dengan diriku.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Diary of The Unspoken
Chanira Nuansa Bunga
Novel
Assalamualaikum, Cinta!
Rinaha Ardelia (Seorin Lee)
Flash
Sebatang Rokok
Fann Ardian
Flash
Wilayah Terlarang Bernama Kita
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
JELAGA
Mada Elliana
Novel
Rainy Eyes
Malik
Novel
Harapan 36 bulan
Fitri Sukendar
Novel
Bronze
Menghitung Hari Dalam Isolasi
Rahellya
Novel
Tujuh Hari Untuk Sekar
Baggas Prakhaza
Komik
I See
I Komang Nopan Adiputra
Novel
Bronze
ERNANDO √
siti nurhildayani
Novel
Bronze
After Ecstasy
Varenyni
Novel
Kenang
Rendi Rizky
Skrip Film
Me, You, and Him
Asti Pravitasari
Flash
Di Tengah Ilalang
Roy Rolland
Rekomendasi
Flash
Sebatang Rokok
Fann Ardian
Novel
Bronze
Do You Believe In Loch Ness Monster?
Fann Ardian
Cerpen
Sesuatu Memberitahuku Aku Akan Mencintaimu Selamanya
Fann Ardian
Flash
Sayonara!
Fann Ardian
Flash
Reminisce You, Rossi
Fann Ardian
Flash
Nice Little Twists
Fann Ardian
Flash
Grandma Afternoon Tea
Fann Ardian
Flash
Bad Breath
Fann Ardian
Novel
Bronze
Sail Upon A Star
Fann Ardian
Flash
30 Detik
Fann Ardian
Flash
Bird's Eye
Fann Ardian
Flash
Amor dan Fati
Fann Ardian
Flash
Text Message
Fann Ardian
Novel
Bronze
Intact Yet Broken
Fann Ardian
Novel
Bronze
Yeti and Other Hudgemoors Stories
Fann Ardian