Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Sebatang Rokok
3
Suka
23,564
Dibaca

Before you tell a smoker smoking kills, something is already killing him.”           

Tian tertawa. Ia membuang puntung rokoknya yang sudah habis, lalu mengambil satu batang lagi dan membakarnya. Ia menghisap rokok itu dalam-dalam sebelum menghembuskan asapnya.          

Tanisha tidak mengerti apa yang lucu dengan kutipan yang baru dibacanya.        

“Itukah yang dikatakan kutipan itu?” tanya cowok itu.

Tanish mengangguk. "Ya."   

Tian berdecak. “Wow. Hanya menyebutkan ’him’. Seperti ‘her’ tidak melakukannya saja.”

“Apa bedanya?”

“Penulisannya berbeda, pengucapannya berbeda.”      

“Tapi mereka memiliki alur cerita yang sama."   

“Apa kau dan aku memiliki cerita yang sama?”

“Tidak. Karena aku bukan perokok.”             

 “Apa kau mengira semua perokok memiliki alasan yang sama kenapa mereka merokok?” tanya Tian, ia menatap Tanish.        

Tanish mengibas-ngibas asap yang ada di dekatnya. “Ya. Pasti mereka semua punya masalah yang hampir serupa, makanya mereka merokok. Karena kalau mereka tahu kesehatan itu penting, mereka tidak akan merokok."    

“Haha.”

Ada jeda beberapa lama di antara mereka.    

Kemudian Tanish membuka suara. “Jadi, ada apa, apa ada... sesuatu yang mengganggumu?”                        

“Apa yang ingin kau ketahui?" 

“Aku ingin tahu kenapa orang-orang merokok. Karena itu tidak sehat dan dapat merusak paru-parumu."

“Semua orang tahu.” Tian mengetuk jatuh sisa tembakau yang sudah menjadi abu dari ujung batangnya.   

Sesaat Tanish bingung apa yang harus dikatakannya lagi. Tian tampak tidak mengubris apapun yang ia katakan.

“Rasanya pahit, kan?” Tanish akhirnya memecah keheningan. 

“Yep.”  

“Lantas kenapa?"   

Tian menoleh pada Tanish. “Lantas kenapa, apa?”

“Kenapa kau merokok?"  

“Kenapa kau tidak coba merokok saja sendiri?"  

Tanish terlihat tercengang mendengar pertanyaan itu. “Aku seorang vegetarian dengan gaya hidup sehat. Semua yang ada di sekitarku harus segar dan bersih.”

“Kau seharusnya tidak berada di sini, kalau begitu.”

“Tapi aku datang kemari karena ingin tahu kenapa kau dan para perokok lain merokok." 

“Kau tidak penasaran kenapa aku merokok.” asap keabu-abuan berhembus. “Kau penasaran dengan diriku.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Cahaya di Ujung Pantura
Fatmawati
Novel
Bronze
As Long As You Love Me
alfanny ariya
Novel
Bu Dosen, Please Be Mine!
Reni Hujan
Novel
Resep Hati Sang Dokter Logika
Brigitta Diara
Flash
Sebatang Rokok
Fann Ardian
Cerpen
Bronze
Senja yang Tidak Pernah Redup
Nuel Lubis
Novel
Astrophile
Frisca
Novel
Bronze
Sepenggal Kasih di Negeri Tulip
Zikrina Istighfarah
Novel
Bronze
Cintaku Kamu
Lolita Alvianti susintaningrum
Novel
Harapan Pada Bintang
Allindri S Dion
Novel
The Chrysanthemum Promise
Yooni SRi
Flash
"Ketika Langit Merah"
TATAN RUSNANTO
Novel
Takdir Cinta Dua Benua
yumi aksara
Flash
CINTA TERPENDAM
D. Rasidi
Novel
Bronze
Kota Kecil Di Ujung Barat
Alek Wahyu
Rekomendasi
Flash
Sebatang Rokok
Fann Ardian
Cerpen
Sesuatu Memberitahuku Aku Akan Mencintaimu Selamanya
Fann Ardian
Novel
Bronze
Do You Believe In Loch Ness Monster?
Fann Ardian
Flash
Nice Little Twists
Fann Ardian
Flash
30 Detik
Fann Ardian
Novel
Bronze
Yeti and Other Hudgemoors Stories
Fann Ardian
Novel
Bronze
Intact Yet Broken
Fann Ardian
Flash
Bad Breath
Fann Ardian
Novel
Bronze
Fachri and The Sun
Fann Ardian
Flash
Sayonara!
Fann Ardian
Skrip Film
Who Did It?
Fann Ardian
Cerpen
Ngalor-ngidul Di Tongkrongan
Fann Ardian
Novel
Bronze
Lyra and The Moon
Fann Ardian
Novel
Bronze
Going To New Jersey, Meet The Jersey Devil
Fann Ardian
Flash
Amor dan Fati
Fann Ardian