Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Sebatang Rokok
3
Suka
23,495
Dibaca

Before you tell a smoker smoking kills, something is already killing him.”           

Tian tertawa. Ia membuang puntung rokoknya yang sudah habis, lalu mengambil satu batang lagi dan membakarnya. Ia menghisap rokok itu dalam-dalam sebelum menghembuskan asapnya.          

Tanisha tidak mengerti apa yang lucu dengan kutipan yang baru dibacanya.        

“Itukah yang dikatakan kutipan itu?” tanya cowok itu.

Tanish mengangguk. "Ya."   

Tian berdecak. “Wow. Hanya menyebutkan ’him’. Seperti ‘her’ tidak melakukannya saja.”

“Apa bedanya?”

“Penulisannya berbeda, pengucapannya berbeda.”      

“Tapi mereka memiliki alur cerita yang sama."   

“Apa kau dan aku memiliki cerita yang sama?”

“Tidak. Karena aku bukan perokok.”             

 “Apa kau mengira semua perokok memiliki alasan yang sama kenapa mereka merokok?” tanya Tian, ia menatap Tanish.        

Tanish mengibas-ngibas asap yang ada di dekatnya. “Ya. Pasti mereka semua punya masalah yang hampir serupa, makanya mereka merokok. Karena kalau mereka tahu kesehatan itu penting, mereka tidak akan merokok."    

“Haha.”

Ada jeda beberapa lama di antara mereka.    

Kemudian Tanish membuka suara. “Jadi, ada apa, apa ada... sesuatu yang mengganggumu?”                        

“Apa yang ingin kau ketahui?" 

“Aku ingin tahu kenapa orang-orang merokok. Karena itu tidak sehat dan dapat merusak paru-parumu."

“Semua orang tahu.” Tian mengetuk jatuh sisa tembakau yang sudah menjadi abu dari ujung batangnya.   

Sesaat Tanish bingung apa yang harus dikatakannya lagi. Tian tampak tidak mengubris apapun yang ia katakan.

“Rasanya pahit, kan?” Tanish akhirnya memecah keheningan. 

“Yep.”  

“Lantas kenapa?"   

Tian menoleh pada Tanish. “Lantas kenapa, apa?”

“Kenapa kau merokok?"  

“Kenapa kau tidak coba merokok saja sendiri?"  

Tanish terlihat tercengang mendengar pertanyaan itu. “Aku seorang vegetarian dengan gaya hidup sehat. Semua yang ada di sekitarku harus segar dan bersih.”

“Kau seharusnya tidak berada di sini, kalau begitu.”

“Tapi aku datang kemari karena ingin tahu kenapa kau dan para perokok lain merokok." 

“Kau tidak penasaran kenapa aku merokok.” asap keabu-abuan berhembus. “Kau penasaran dengan diriku.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Di Penghujung Senja
JOSÉPH AL-IQBAL
Flash
Sebatang Rokok
Fann Ardian
Flash
Cerita Tentang Hujan
bomo wicaksono
Novel
Bronze
Since You in There
Honey Dieah
Novel
Gold
Violet's Heart
Bentang Pustaka
Novel
Jejak Embun
Freddy San
Flash
Bronze
Hak Cipta
Ron Nee Soo
Novel
Sejati
Deden Darmawan
Novel
Bronze
Choice
Resa ristiani
Flash
Duet
Delia Angela
Cerpen
Payung Usang dan Tawa di Hujan
Lukitokarya
Novel
Bronze
Fat, Hope, Love
Lily Zhang
Skrip Film
Ainara
Grace Kosuga
Flash
Obrolan malam tahun baru
Elique
Novel
AKHIRNYA KALIAN MATI
Alviona Himayatunisa
Rekomendasi
Flash
Sebatang Rokok
Fann Ardian
Novel
Bronze
Intact Yet Broken
Fann Ardian
Flash
Sayonara!
Fann Ardian
Novel
Bronze
Sail Upon A Star
Fann Ardian
Flash
Grandma Afternoon Tea
Fann Ardian
Flash
30 Detik
Fann Ardian
Cerpen
Ngalor-ngidul Di Tongkrongan
Fann Ardian
Flash
Nice Little Twists
Fann Ardian
Flash
Bad Breath
Fann Ardian
Novel
Bronze
A Gift For Everyone
Fann Ardian
Flash
Amor dan Fati
Fann Ardian
Flash
Reminisce You, Rossi
Fann Ardian
Cerpen
Sesuatu Memberitahuku Aku Akan Mencintaimu Selamanya
Fann Ardian
Novel
Bronze
Lyra and The Moon
Fann Ardian
Novel
Bronze
Fachri and The Sun
Fann Ardian