Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Tamu si Bungsu
3
Suka
25,289
Dibaca

Kemarin di waktu yang sama, tepatnya pukul setengah 8 kurang dua menit malam, si Bungsu telah mendapatkan kabar baru tentang tamunya yang lama tidak menyapa dirinya. Walaupun hanya sekadar menampakkan nama tanpa menanyakan kabar, itu sudah cukup membahagiakan bagi si Bungsu. Yah ... Mau bagaimana lagi, si Bungsu belum mampu melupakan si dia seperti belum ada yang dapat menggantikannya, si pemberi harapan.

Si Bungsu sudah berpikir berulang kali sebelum memilih dia untuk menjadi angan-angannya, mulai dari penggemarnya hingga kemungkinan dia akan menyukai si Bungsu. Semua pemikiran yang menunjang ikatan mereka berdua juga telah ia sadari berulang kali, dan hal itu tidak mencakup meski 0,1%-pun. Betapa payahnya si Bungsu dalam hal ini, bisa memahami realita, namun tidak bisa menerimanya.

Ia mengatakan yang sejujurnya, apa yang tengah dipikirkan oleh si bungsu saat si pemberi harapan muncul sebagai tamu lewat saja. Si Bungsu selalu mengingat kembali ketika si dia memberikan sebuah pesan yang seharusnya tidak ia kirim pada si Bungsu yang sangat lugu, "Apakah kamu tidak merindukanku?" Mungkin bagi beberapa dari kalian yang melihat ini sangatlah konyol - Bagaimana bisa si Bungsu bisa jatuh hati hanya dengan ucapan begitu saja? Bahkan, si Bungsu juga merasakan hal yang sama seperti kalian dan ia juga tahu jika si pemberi harapan itu sepertinya justru jatuh hati dengan temannya. Tapi, pernahkah kalian berpikir jika, "Bahkan si Bungsu memahami perspektif kalian, tetapi bisakah kalian memahami keluguan si Bungsu?"

Kembali pada topik. Ya, jadinya si pemberi harapan hanya menjadi tamu lewatnya saja. Seperti yang si Bungsu katakan, "Terkadang terlintas dan lewat begitu saja layaknya udara, dan raib begitu saja tanpa menyapanya layaknya ia tak pernah ada." Tetapi, si Bungsu tetap selalu merasa beruntung pernah memiliki percakapan yang seru dibahas dengannya dan juga beruntung bisa mengenalnya. Hal inilah yang selalu menjadi penguat angan-angan si Bungsu hingga sekarang. Terima kasih pada kalian para penggemar si Bungsu yang sudah ingin mendengar kisah si Bungsu hingga serion ini. Karena kalianlah pendengar kisah sekaligus teman si Bungsu yang sesungguhnya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
Make a Wish
Febriyanti
Flash
Tamu si Bungsu
Musrifah Anjali
Novel
Gold
Milan
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Andini
AndikaP
Cerpen
Janji Desember
Hans Wysiwyg
Novel
Gold
My Wedding Dress
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Elige
Aurora
Novel
Senandung di lembah kabut
Muhammad Fadhel
Novel
Requiem Musim Gugur
Y Agusta Akhir
Novel
Bronze
BUKAN PILIHAN
essa amalia khairina
Novel
Stuck
Clearesta
Novel
Bronze
My Suspicious Neighbour
Serenade18
Cerpen
Bronze
Antahsvara
Shinta Larasati Hardjono
Novel
Tempat Mak Berpindah
Nova Yarnis
Novel
Bronze
Warnet Cincai
Nuel Lubis
Rekomendasi
Flash
Tamu si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Si Bungsu Emas
Musrifah Anjali
Flash
Memori Pekat si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Kekosongan si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Kepunahan si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Kemalangan si Bungsu
Musrifah Anjali