Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Si Bungsu Emas
1
Suka
25,348
Dibaca

Si bungsu yang malang, kini ia memojok di sudut ruangan dengan mengucapkan banyak jampa-jampi dalam batinnya. Berbeda dengan petir yang menyambar kesana kemari, sedangkan ia hanya terduduk sambil menikmati rasa ketakutannya. Sudah lama ia tidak berkisah, menunggu hal-hal baru dan seru akan terjadi hingga menggugah rasa petualangannya dalam berbagi cerita. Hari demi hari, tugasnya terselesaikan, namun tidak dengan permasalahan pikiran dan perasaannya. Terkadang terlintas dan lewat begitu saja, layaknya udara dan raib begitu saja, tanpa menyapanya layaknya ia tak pernah ada.

Kali ini si Bungsu tidak tahu genre apa yang ia bawakan sekarang ini, apakah berbau romansa atau drama. Dibandingkan dengan genre drama, romansa selalu menjadi ketertarikan sendiri baginya. Rasa pusing di kepalanya belum kunjung sembuh, memang anak yang bandel. "Jangan tidur sambil memainkan ponsel terlalu sering," ucapan Ibu yang selalu terngiang, namun tidak diindahkan.

Mungkin sudah terpikirkan tema yang akan ia angkat untuk kisah kali ini. Kemarin, si Bungsu menghabiskan waktu sore bersama teman baik barunya di sebuah Mall. Tidak heran, banyak pasangan berjalan lalu lalang melewati dan berhenti di hadapan mereka berdua. Sungguh, dua orang yang malang, sama-sama belum memiliki gandengan. Sesekali, si Bungsu menatap salah satu pasangan dan membayangkan, "Bagaimana rasanya?" dan berandai-andai yang lainnya. Banyak sebagian dari pengunjung Mall adalah anak yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.

Si Bungsu memikirkan bahwa dirinya berbeda dengan kawan satunya ini yang sepertinya memiliki daya tarik tersendiri, atau mungkin dengan temannya yang lain. Si Bungsu masih belum bisa merasakan apa daya tariknya, karena dari sekian banyak orang yang ia sukai, hasilnya hanyalah "kabur" dan menghindar dari dirinya. Entah, si Bungsu merasa - apakah "menunggu" yang dilakukan oleh dirinya benar-benar istimewa atau hanya sekadar itu saja?

Terkadang, ia merasakan sepi ketika tengah memikirkan hal ini. Namun, ia tetap bersabar. Toh, takdir akan indah di waktu yang tepat. Sepertinya, si Bungsu merasa galau kembali dan yah ... Lagi-lagi karena si 'R'. Masih si 'R' yang sama dengan serion sebelum-sebelumnya. Si Bungsu berharap "menunggu"-nya dapat menjadikan dirinya sebagai Emas kelak.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Si Bungsu Emas
Musrifah Anjali
Novel
Sandaran Hati
Inggrida Tyas
Novel
Senja
Erika Ardianti Dinata
Novel
Bronze
Sound of Spring
MichelleJ
Novel
Love In The Time Of Pandemic
waliyadi
Novel
ANGIN HUTAN PINUS
Albertha Hendita Novivana
Novel
Dari ANRES untuk SHENA
Devi Jum'atika
Novel
Protokol Cinta -Season 1-
Dwitia Yanuanti
Novel
Gold
Raelia
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
TAK SEINDAH KATA
Citra Rahayu Bening
Novel
Pengantin Sang Jendral
Serenade18
Novel
Zenith
Rita Puspitasari
Novel
Satu Lagu, Dua Hati
Nurul Adiyanti
Cerpen
Aku, Kamu, dan Tuhan
Alika
Novel
Bronze
AKAD
Icha Azzahra
Rekomendasi
Flash
Si Bungsu Emas
Musrifah Anjali
Flash
Tamu si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Kekosongan si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Kepunahan si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Memori Pekat si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Kemalangan si Bungsu
Musrifah Anjali