Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Si Bungsu Emas
1
Suka
21,595
Dibaca

Si bungsu yang malang, kini ia memojok di sudut ruangan dengan mengucapkan banyak jampa-jampi dalam batinnya. Berbeda dengan petir yang menyambar kesana kemari, sedangkan ia hanya terduduk sambil menikmati rasa ketakutannya. Sudah lama ia tidak berkisah, menunggu hal-hal baru dan seru akan terjadi hingga menggugah rasa petualangannya dalam berbagi cerita. Hari demi hari, tugasnya terselesaikan, namun tidak dengan permasalahan pikiran dan perasaannya. Terkadang terlintas dan lewat begitu saja, layaknya udara dan raib begitu saja, tanpa menyapanya layaknya ia tak pernah ada.

Kali ini si Bungsu tidak tahu genre apa yang ia bawakan sekarang ini, apakah berbau romansa atau drama. Dibandingkan dengan genre drama, romansa selalu menjadi ketertarikan sendiri baginya. Rasa pusing di kepalanya belum kunjung sembuh, memang anak yang bandel. "Jangan tidur sambil memainkan ponsel terlalu sering," ucapan Ibu yang selalu terngiang, namun tidak diindahkan.

Mungkin sudah terpikirkan tema yang akan ia angkat untuk kisah kali ini. Kemarin, si Bungsu menghabiskan waktu sore bersama teman baik barunya di sebuah Mall. Tidak heran, banyak pasangan berjalan lalu lalang melewati dan berhenti di hadapan mereka berdua. Sungguh, dua orang yang malang, sama-sama belum memiliki gandengan. Sesekali, si Bungsu menatap salah satu pasangan dan membayangkan, "Bagaimana rasanya?" dan berandai-andai yang lainnya. Banyak sebagian dari pengunjung Mall adalah anak yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.

Si Bungsu memikirkan bahwa dirinya berbeda dengan kawan satunya ini yang sepertinya memiliki daya tarik tersendiri, atau mungkin dengan temannya yang lain. Si Bungsu masih belum bisa merasakan apa daya tariknya, karena dari sekian banyak orang yang ia sukai, hasilnya hanyalah "kabur" dan menghindar dari dirinya. Entah, si Bungsu merasa - apakah "menunggu" yang dilakukan oleh dirinya benar-benar istimewa atau hanya sekadar itu saja?

Terkadang, ia merasakan sepi ketika tengah memikirkan hal ini. Namun, ia tetap bersabar. Toh, takdir akan indah di waktu yang tepat. Sepertinya, si Bungsu merasa galau kembali dan yah ... Lagi-lagi karena si 'R'. Masih si 'R' yang sama dengan serion sebelum-sebelumnya. Si Bungsu berharap "menunggu"-nya dapat menjadikan dirinya sebagai Emas kelak.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Si Bungsu Emas
Musrifah Anjali
Cerpen
Mati Dua Kali
raras
Novel
Cinta Si Pembunuh Bayaran
Kismi Fauziah
Novel
Dio itu namaku
Abdul fahmi
Novel
Cinta Di Balik Lensa
Sukadmadji
Novel
SWEET NOTHING
Kejora Anaphalisia
Novel
Ketika Langit Tak Lagi Batasnya...
Shabrina Farha Nisa
Flash
KOPIKU DINGIN
Via S Kim
Flash
Bronze
Dua Tahun Lagi
Ron Nee Soo
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Perjanjian Bersama Sehari Malam
Aneidda
Novel
Empty Heart
princess bermata biru
Flash
You Are My Angel
Luca Scofish
Novel
MILAN-Kasih tak Sampai
Nana Na
Flash
Take My Hand
Ariq Ramadhan Nugraha
Rekomendasi
Flash
Si Bungsu Emas
Musrifah Anjali
Flash
Kekosongan si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Kepunahan si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Tamu si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Memori Pekat si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Kemalangan si Bungsu
Musrifah Anjali