Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Truth or Dare
7
Suka
14,879
Dibaca

Lani meletakkan sebuah botol kecil di tengah-tengah mereka. Arman, Yogi, Diana, James, serta dirinya mulai mengisi waktu istirahat di kantin. Lalu botol tersebut berputar dan berhenti tepat ke arah Yogi.

“Arggghh!” Yogi mengacak rambut dengan kesal, pasalnya ia dulu begitu trauma akan permainan ini yang berakhir dengan membuka seluruh rahasianya.

“Buka rahasia atau tantangan?” Tanya Lani pada Yogi.

“Tantangan deh!” serunya keras.

James merogoh sakunya lalu meraih ponsel, “sebentar, saya mau mengabadikan ini.”

“Ehhh jangan diabadikan!” Yogi merengek.

“Shhhh..” Lani meletakkan telunjuknya di bibir, lalu ia berkata, “karena saya yang memutar, maka saya yang akan memberi tantangan.” Pandangannya beralih ke Yogi, “nah, kamu saya tantang untuk menyatakan perasaan cinta sama gebetan, harus gebetan asli.”

Semuanya berseru. Termasuk anak-anak lainnya yang mulai mengerumuni mereka. Yogi mulai panik, tetapi inilah saatnya.

“Saya malu Lan.” Kata Yogi dengan pipi memerah, “maka dari itu saya juga menunjuk seseorang untuk menemani saya, maksudnya ia juga mendapatkan tantangan sama.”

“Mana boleh gitu!” seru Arman.

“Arman aja deh.” Kata Diana.

“Hahh?”

“Iya, sama kamu aja.” Yogi menarik Arman untuk berdiri bersama.

James memegangi ponsel dan mulai merekam video.

“Kita bilang bersama.” Kata Yogi pada Arman, “Satu, dua, tiga.”

“Diana mau gak jadi pacar saya?” kata mereka berdua secara bersamaan.

Mereka terdiam, lalu terdengarlah sorakan gembira dari anak-anak lain, “Jawab-jawab.”

Sementara itu, Diana hampir tak bisa berkata-kata. Arman dan Yogi hanya terkejut dengan jawaban satu sama lain. Bisa-bisanya mereka suka pada orang yang sama. Kemudian Diana pun mulai angkat bicara, “maaf, saya tidak suka kalian.”

Seketika itu runtuhlah imajinasi hati Yogi dan Arman.

“Karena saya suka dengan James.” Sambungnya.

Lahdalah! Seluruh mata memandang ke arah James dan kameranya yang menyala. Menunggu jawaban darinya, termasuk Diana.

“Tapi saya suka dengan Siti.” Kata James dengan entengnya. Ia lalu mematikan kamera dan berjalan keluar dari kerumunan kemudian menghilang di balik lorong.

Sungguh diluar ekspektasi. Bagaimana dengan Lani? Ia masih jomlo hingga sekarang. Kasihan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Truth or Dare
Noer Eka
Flash
Cinta yang NIHIL
Ula
Cerpen
Bronze
Songong Maksimal
syafetri syam
Flash
Bronze
Pamer Gaji Pertama
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Gara-Gara Lady Gaga(L) Konser
Vivie Hardika
Komik
Sang Dewi
faith
Flash
RIO
Hans Wysiwyg
Cerpen
Naskah Orang Mabuk
KusumaBagus Suseno
Flash
Bronze
Si Penulis Kwikku
Rere Valencia
Flash
Pulkam
Zii
Komik
Bronze
HIRO
Ady Setiiawan
Cerpen
Rapimnas Desa Gendeng
Muhammad Rizqi Fachrizal
Flash
Ghina, Ayo Move On!
Yooni SRi
Cerpen
Kurir Dikira Debt Collector
cahyo laras
Flash
Ilfeel
Delia Angela
Rekomendasi
Flash
Truth or Dare
Noer Eka
Flash
Tragedi Jeruk Nipis
Noer Eka
Flash
Mencari Inspirasi
Noer Eka
Cerpen
Petualangan di Terminal
Noer Eka
Komik
Ekstrover dan Introver!
Noer Eka
Cerpen
Kue Buatan Bunda
Noer Eka
Cerpen
Kursi Pojok
Noer Eka
Flash
Two Killers
Noer Eka
Cerpen
LARI!
Noer Eka
Novel
KALA SENJA
Noer Eka
Cerpen
Tentara Yang Sendirian
Noer Eka
Cerpen
Masculine Woman
Noer Eka
Cerpen
True Mayhem
Noer Eka
Flash
Sebuah Lelucon?
Noer Eka
Cerpen
Insomnia
Noer Eka