Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Truth or Dare
7
Suka
15,268
Dibaca

Lani meletakkan sebuah botol kecil di tengah-tengah mereka. Arman, Yogi, Diana, James, serta dirinya mulai mengisi waktu istirahat di kantin. Lalu botol tersebut berputar dan berhenti tepat ke arah Yogi.

“Arggghh!” Yogi mengacak rambut dengan kesal, pasalnya ia dulu begitu trauma akan permainan ini yang berakhir dengan membuka seluruh rahasianya.

“Buka rahasia atau tantangan?” Tanya Lani pada Yogi.

“Tantangan deh!” serunya keras.

James merogoh sakunya lalu meraih ponsel, “sebentar, saya mau mengabadikan ini.”

“Ehhh jangan diabadikan!” Yogi merengek.

“Shhhh..” Lani meletakkan telunjuknya di bibir, lalu ia berkata, “karena saya yang memutar, maka saya yang akan memberi tantangan.” Pandangannya beralih ke Yogi, “nah, kamu saya tantang untuk menyatakan perasaan cinta sama gebetan, harus gebetan asli.”

Semuanya berseru. Termasuk anak-anak lainnya yang mulai mengerumuni mereka. Yogi mulai panik, tetapi inilah saatnya.

“Saya malu Lan.” Kata Yogi dengan pipi memerah, “maka dari itu saya juga menunjuk seseorang untuk menemani saya, maksudnya ia juga mendapatkan tantangan sama.”

“Mana boleh gitu!” seru Arman.

“Arman aja deh.” Kata Diana.

“Hahh?”

“Iya, sama kamu aja.” Yogi menarik Arman untuk berdiri bersama.

James memegangi ponsel dan mulai merekam video.

“Kita bilang bersama.” Kata Yogi pada Arman, “Satu, dua, tiga.”

“Diana mau gak jadi pacar saya?” kata mereka berdua secara bersamaan.

Mereka terdiam, lalu terdengarlah sorakan gembira dari anak-anak lain, “Jawab-jawab.”

Sementara itu, Diana hampir tak bisa berkata-kata. Arman dan Yogi hanya terkejut dengan jawaban satu sama lain. Bisa-bisanya mereka suka pada orang yang sama. Kemudian Diana pun mulai angkat bicara, “maaf, saya tidak suka kalian.”

Seketika itu runtuhlah imajinasi hati Yogi dan Arman.

“Karena saya suka dengan James.” Sambungnya.

Lahdalah! Seluruh mata memandang ke arah James dan kameranya yang menyala. Menunggu jawaban darinya, termasuk Diana.

“Tapi saya suka dengan Siti.” Kata James dengan entengnya. Ia lalu mematikan kamera dan berjalan keluar dari kerumunan kemudian menghilang di balik lorong.

Sungguh diluar ekspektasi. Bagaimana dengan Lani? Ia masih jomlo hingga sekarang. Kasihan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Truth or Dare
Noer Eka
Flash
Bronze
BALADA KOPI DAN JAHE
Emma Kulzum
Flash
BOIM
Mr. Nobody
Flash
Bronze
Genre
FS Author
Cerpen
Bronze
#Agak Lain
Muhammad Ghifar An Nafi
Flash
Bronze
Hikayatnya Hikayat
Rere Valencia
Flash
Bronze
Xeviar dan Malaeohi: Juga Kota-Kota Serta Kehidupan Lain Yang Terlunta
Rere Valencia
Flash
RINDU
awod
Flash
Bronze
Malang pertamanya
Reda Rendha Deviasri
Flash
Apel untuk Doktor
Adinda Amalia
Flash
Bronze
Tak Bisa Memilih
Rere Valencia
Cerpen
Hero
hyu
Komik
Bronze
Si Buyung
Bilal Rizqy
Flash
TERLALU CANTIK SAMPAI TAKUT AIR
Flora Darma Xu
Komik
Bronze
AFTER 18
Agam Nasrulloh
Rekomendasi
Flash
Truth or Dare
Noer Eka
Flash
Rekaman
Noer Eka
Cerpen
Jejak-Jejak Lumpur
Noer Eka
Flash
Karena Aku Bosan
Noer Eka
Flash
Blog Misteri
Noer Eka
Flash
Kecoak Terbang
Noer Eka
Flash
Sebuah Lelucon?
Noer Eka
Flash
Mencari Inspirasi
Noer Eka
Flash
Tragedi Jeruk Nipis
Noer Eka
Cerpen
LARI!
Noer Eka
Flash
Two Killers
Noer Eka
Novel
KALA SENJA
Noer Eka
Flash
Hantu Kesepian
Noer Eka
Flash
Who is Wrong?
Noer Eka
Cerpen
Kursi Pojok
Noer Eka