Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
KoiN 2
3
Suka
24,734
Dibaca

Awan mendung menghias langit malam, menimbulkan hawa dingin, hingga Nara memutuskan menutup jendelanya. Perempuan itu berjalan ke meja belajar, mengerjakan PR yang akan dikumpulkan minggu depan. Lebih baik dikerjakan lebih awal, pikirnya. Suara gerimis mulai terdengar, tergantikan rintikkan hujan membasahi tanah, genteng, dan menimbulkan cipratan ke kaca jendela. Nara bersandar pada lipatan tangan di atas meja, menghadap buku catatannya bersama sepasang mata mengantuk.

Ketukan yang berasal dari jendela terdengar begitu saja. Entah karena sudah hapal siapa seseorang yang mengetuk kamar, Nara tidak lagi terkejut. Dia menegakkan tubuh, berdiri membuka jendela mempersilakan Langit untuk masuk. Nara menghela napas, mengambil handuk biru untuk mengeringkan Langit yang basah kuyup.

"Ra lihat gue bawa apa?" Langit bertanya sembari menunjukkan sebuah DVD film aksi. Nara segera menyadari malam ini Langit tidak memakai alat bantu dengarnya, setelahnya perempuan itu sibuk mengeringkan rambut sahabat.

"Lo basah kuyup Lang."

"Ra gue pingin banget nonton ini sama lo, makannya gue beli bajakannya hehe." Dia mengabaikan pernyataan Nara, malah membalas dengan senyum tanpa dosa. Nara mendengus sudah terbiasa diperlakukan seperti itu.

Sebenarnya meski Langit tidak menggunakan alat bantu dengar, lelaki itu mampu mengetahui dengan cara memperhatikan gerakan bibir lawan bicaranya. Meski hal itu membuat dirinya harus sangat berkonsenterasi. Namun bersama Nara, Langit sering kali tak memasang alat tersebut pada kedua telinganya. Langit pernah mengatakan bahwa begitu mudah membaca gerakan bibir Nara yang berbicara. Terlebih, Nara jarang mengeluarkan kalimat.

Setelah Nara merasa sudah mengeringkan helaian rambut Langit. Ia mengambil sepasang pakaian dan celana yang memang milik pemuda itu yang sengaja ditinggalkan di lemari Nara--Langit sering mengunjungi kamar Nara. Si perempuan menyodorkannya ke arah sahabat, menyuruh Langit untuk berganti pakaian segera.

Selang waktu Langit berganti pakaian, Nara memilih membereskan peralatan belajar dan mempersiapkan laptop juga cemilan untuk mereka bagi berdua menonton film bersama.

"Ra kata Aldi filmnya bagus banget, intinya tentang orang miskin yang jual obat ilegal demi hasilin uang buat Ibunya, sampe ikut organisasi gelap gitu." Langit sudah terlebih dahulu mengoceh tiada jelas, dia adalah tipe yang bila diberitahu alur cerita film malah semakin penasaran untuk menontonnya. Nara mengangguk-ngangguk mengiyakan saja, menarik telapak tangan Langit, menyeretnya dan memaksa pemuda itu menerima cokelat panas buatan Nara.

Langit yang ingin bercerita lebih banyak, segera terdiam dan menyantap cokelat panas tersebut. Hal itu tak luput dari pandangan Nara, perempuan itu memperhatikan bagaimana cara Langit meminum isi dari cangkir itu. Langitnya yang sering mengeluarkan kalimat riang, Langitnya yang sering tersenyum lebar, dan Langitnya yang selalu bertindak semaunya, adalah Langit yang menjadi alasan Nara merasakan perasaan jatuh cinta sejak awal mereka menjalin pertemanan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
KoiN 2
Art Fadilah
Novel
Bronze
Endless
Viviqarn
Novel
Gold
Fallen for You
Republika Penerbit
Novel
Sam & Mut
Muhammad Rifal Asyakir
Skrip Film
My Lollipop
madiani_shawol
Novel
Ma Chérie
Wulan Mardiana
Novel
Ramuta
Chesar Kurniawan
Novel
Bronze
DUA LAMARAN
C R KHAN
Novel
Biduk Retak
Sriasih (Asih Rehey)
Cerpen
Outlook
Adinda Amalia
Cerpen
Winter In My Heart
Diyah Ayu NH
Novel
Devian Rand bukan DUDA
Nia ernawati
Novel
Fam A Lie
Ariq Ramadhan Nurgaha
Novel
USAI
Caca Sagita
Novel
Hellow, Sir!
KiM Latte
Rekomendasi
Flash
KoiN 2
Art Fadilah
Flash
Mereka Menyebutnya Pemeran Antagonis
Art Fadilah
Flash
Naive
Art Fadilah
Cerpen
Naive
Art Fadilah
Flash
Sampah
Art Fadilah
Flash
Monster1024
Art Fadilah
Flash
ToxiC
Art Fadilah
Flash
Perempuan Evolusi
Art Fadilah
Flash
Banjir yang Tidak Jadi Datang
Art Fadilah
Novel
Darkpunzel
Art Fadilah
Flash
Empati Sederhana
Art Fadilah
Flash
Atensi
Art Fadilah
Novel
Peti Uang
Art Fadilah
Flash
Kedamaian di Dalam Air
Art Fadilah
Flash
Hujan dan Bunga
Art Fadilah