Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Image dan Gengsi
0
Suka
27,853
Dibaca

Sebuah mobil sedan berhenti mulus di depan pagar besi megah yang menjulang tinggi. Suara tawa terdengar dari dalam mobil ketika salah satu pintu belakang terbuka, menampilkan seorang remaja perempuan berambut hitam sepunggung.

"Besok kita main lagi, ya!" katanya dengan riang.

"Oke, deh! Dadah Rika!" Suara di dalam mobil sahut-menyahut mengucapkan selamat tinggal.

Senyum Rika begitu lebar saat melambaikan tangan seiring mobil sedan menjauh, dan saat mobil itu tidak terlihat, senyumnya turut memudar. Ia berbalik menatap rumah megah berlantai tiga di hadapannya, hunian yang lebih cocok disebut istana.

"Andai ini beneran rumah gue," gumamnya seraya menghela napas.

Rika mulai berjalan dengan kepala tertunduk, berpikir mengapa ia bisa berteman dengan keempat orang di dalam mobil itu selama hampir tiga tahun. Yah, tadinya mereka memang hanya murid kelas sepuluh yang kebetulan memiliki kepribadian cocok satu sama lain.

Persahabatan mereka berjalan sempurna, sampai Rika mengetahui tiga di antara sahabatnya adalah anak pengusaha sukses, satu lagi anak dokter, sedangkan yang satunya lagi anak mantan model terkenal.

Rumah mereka paling kecil bertingkat tiga, penuh barang-barang mewah. Sedangkan rumah Rika hanya kontrakan dua kamar di tempat terpencil. Pakaian mereka bermerek dari kepala sampai kaki, sementara benda paling mahal pada tubuh Rika hanya sepatu Adidas-nya.

Keempat teman Rika sering memintanya menjadi tuan rumah, tapi Rika selalu punya cara untuk berdalih. Membual ini dan itu sehingga teman-temannya lelah meminta. Sekarang dia malah berbohong memiliki rumah gedongan, yang entah siapa pemiliknya.

Rika sadar dirinya bodoh dan berpotensi menimbulkan masalah, tapi rasa malunya lebih besar. Ia tidak sanggup dan tidak mau mengetahui tanggapan keempat temannya, bahwa dia hanya anak tidak mampu yang ingin dianggap keren. Air mata Rika mengalir di pipi, terkadang kenyataan ini begitu memilukan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Perfect Zoom
A.D.S
Novel
APRILIA
veren felicia
Novel
Bronze
KALA CINTA
Yeni Lestari
Novel
Bronze
Rainbow In My Love
ArsheilaW
Novel
Batas Karsa
Aesya Muhami
Novel
Bronze
Tentang Kita Hari Ini
Laberta Nauli
Novel
Goggy
Daniel
Novel
You Are My Remedy
Wardatul Jannah
Novel
Gold
Sohib Never Dies
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Siapa Namamu?
Hesti Ary Windiastuti
Novel
Halo.. 30th
Novia Herawati
Novel
MANTANnya Teman jadi Pacar
Euis Shakilaraya
Novel
Bronze
Daun-Daun yang Merayu Angin (Antologi Novelette)
Imajinasiku
Novel
Kopi Rotan Ya Enak
M Fahassin
Novel
Bronze
Telinga yang Mendadak Tuli
Rosa Linda
Rekomendasi
Flash
Image dan Gengsi
Impy Island
Flash
12
Impy Island
Flash
Nyanyian Sepi
Impy Island
Flash
Sejatinya Dunia
Impy Island
Novel
Cynthia the Candy Addict
Impy Island
Novel
Saturday Class
Impy Island
Flash
Di Luar Jendela
Impy Island
Flash
Berlayar di Danau
Impy Island
Flash
Persekongkolan Roh dan Malam
Impy Island
Flash
Kapok!
Impy Island
Flash
Ikan
Impy Island
Flash
Year '39
Impy Island
Novel
Bronze
Goldwind Family
Impy Island
Novel
Aku Ingin Terus Menari
Impy Island
Flash
Jamuan Makanan
Impy Island