Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Image dan Gengsi
0
Suka
33,756
Dibaca

Sebuah mobil sedan berhenti mulus di depan pagar besi megah yang menjulang tinggi. Suara tawa terdengar dari dalam mobil ketika salah satu pintu belakang terbuka, menampilkan seorang remaja perempuan berambut hitam sepunggung.

"Besok kita main lagi, ya!" katanya dengan riang.

"Oke, deh! Dadah Rika!" Suara di dalam mobil sahut-menyahut mengucapkan selamat tinggal.

Senyum Rika begitu lebar saat melambaikan tangan seiring mobil sedan menjauh, dan saat mobil itu tidak terlihat, senyumnya turut memudar. Ia berbalik menatap rumah megah berlantai tiga di hadapannya, hunian yang lebih cocok disebut istana.

"Andai ini beneran rumah gue," gumamnya seraya menghela napas.

Rika mulai berjalan dengan kepala tertunduk, berpikir mengapa ia bisa berteman dengan keempat orang di dalam mobil itu selama hampir tiga tahun. Yah, tadinya mereka memang hanya murid kelas sepuluh yang kebetulan memiliki kepribadian cocok satu sama lain.

Persahabatan mereka berjalan sempurna, sampai Rika mengetahui tiga di antara sahabatnya adalah anak pengusaha sukses, satu lagi anak dokter, sedangkan yang satunya lagi anak mantan model terkenal.

Rumah mereka paling kecil bertingkat tiga, penuh barang-barang mewah. Sedangkan rumah Rika hanya kontrakan dua kamar di tempat terpencil. Pakaian mereka bermerek dari kepala sampai kaki, sementara benda paling mahal pada tubuh Rika hanya sepatu Adidas-nya.

Keempat teman Rika sering memintanya menjadi tuan rumah, tapi Rika selalu punya cara untuk berdalih. Membual ini dan itu sehingga teman-temannya lelah meminta. Sekarang dia malah berbohong memiliki rumah gedongan, yang entah siapa pemiliknya.

Rika sadar dirinya bodoh dan berpotensi menimbulkan masalah, tapi rasa malunya lebih besar. Ia tidak sanggup dan tidak mau mengetahui tanggapan keempat temannya, bahwa dia hanya anak tidak mampu yang ingin dianggap keren. Air mata Rika mengalir di pipi, terkadang kenyataan ini begitu memilukan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Sunshine (Ketulusan, Cinta & Pengorbanan)
Widhi ibrahim
Novel
Fragmen
Hana
Novel
Sunflower
Siji Getih
Komik
Pallid Dream
Ranvionist
Skrip Film
Nanti 9 Tahun Lagi (Script)
Ineza Sativa
Flash
Image dan Gengsi
Impy Island
Cerpen
Bronze
Forget Me Not Case
Ravistara
Cerpen
Praecognitif Somnium
awod
Novel
Bronze
Pasienku pasanganku
Author WN
Novel
MENJADI AYAH
Safinatun naja
Novel
Menulis Sebelum Mati
Muhammad Rifal Asyakir
Komik
Bronze
Mimpi ku
Novita javanese
Skrip Film
Serendipity
Salma Maydinah
Skrip Film
Titik-titik
Muhammad Alfi Rahman
Skrip Film
My Fiction Boy
Amanda Ketsia
Rekomendasi
Flash
Image dan Gengsi
Impy Island
Flash
Sejatinya Dunia
Impy Island
Novel
Saturday Class
Impy Island
Flash
Orang Menyebalkan
Impy Island
Novel
Cynthia the Candy Addict
Impy Island
Flash
Ikan
Impy Island
Flash
Di Luar Jendela
Impy Island
Flash
Kapok!
Impy Island
Flash
Year '39
Impy Island
Flash
Nyanyian Sepi
Impy Island
Flash
Siapa Gadis Itu?
Impy Island
Flash
12
Impy Island
Novel
Aku Ingin Terus Menari
Impy Island
Flash
Jamuan Makanan
Impy Island
Flash
Berlayar di Danau
Impy Island