Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Kapok!
4
Suka
13,659
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

"Sahur! Sahur!"

Aku dan teman-teman yang mungkin berjumlah sepuluh orang berteriak semangat sambil memukul bedug yang didorong dengan gerobak. Beberapa temanku membawa alat sendiri seperti panci dan centong, sedangkan aku membawa kecrekan dari tutup botol soda yang digepengkan.

Kami biasa berkeliling ke beberapa RT, melakukan hal mulia selama ramadhan, yaitu membangunkan sahur. Meskipun tak jarang kami mendapat teguran atau teriakan.

"Kira-kira, dong! Baru juga jam dua!" Seorang ibu-ibu dengan wajah kuyu mengangkat kepalan tangan tinggi-tinggi.

Beberapa rumah bahkan melempar rombongan kami dengan sendal.

"Emang kenapa, sih? Makin pagi kan makin bagus," elak temanku. 

"Makin berisik makin bagus!" Teman lain menimpali sambil tertawa. 

Kami tidak peduli teguran-teguran itu dan terus menjalankan tugas mulia kami. Suatu hari masjid melarang kami membawa bedug, tapi itu bukan penghalang. Panci dan centong masih bisa membuat suara yang merdu. Jangan lupa teriakan kami yang aduhai ini.

Suatu hari, langkah kaki tanpa sadar membawa rombongan kami ke TPU besar, atau biasa kami sebut kober. Saat itu mungkin pukul tiga pagi, kami ragu-ragu melangkahi TPU tersebut. Selain terbawa aura merinding dari kabut di sekitar, juga merasa kurang sopan saja mengganggu jasad-jasad di situ. Akan tetapi, temanku malah mencibir.

"Alah kita kan rame-rame, masa takut lewat kuburan!" katanya sebelum terkekeh.

"Bukannya takut, kan nggak sopan."

"Gak sopan gimana? Ini kan pekerjaan mulia. Kalian aja setan-setan juga mau sahur, hahaha!"

Ada beberapa penyangkalan, tapi banyak juga yang menyetujui untuk masuk kawasan TPU. Sampai akhirnya kami pun masuk bersama. Mulanya seruan kami pelan, tapi si provokator kembali berulah. Berteriak sangat lantang sampai yang lain pun meniru.

Belum ada beberapa langkah. Rombongan kami mendadak berhenti. Barisan paling depan membeku, menyebabkan macet di sisa rombongan. 

"Hey, kok berhenti?"

"Lanjut terus!"

Namun, tidak ada jawaban dari baris depan. Mereka membatu dengan kepala terdongak jauh. Aku pun ikut mendongak, penasaran dengan apa yang membuat mereka ternganga dengan wajah pucat begitu. Detik berikutnya wajahku pun ikut memutih, kelopak mataku melebar beberapa mili.

Kami dicegat oleh benda serupa pohon, tapi itu jelas bukan pohon. Warnanya putih keruh, menjulang sangat tinggi sampai seolah mmyentuh bulan. Entah bagaimana rupanya, karena kepalanya saja tidak terlihat. Sekonyong-konyong sosok itu berbalik dan merunduk, membuat kami semua serempak berteriak sekencang-kencangnya dan berhamburan ke segala arah.

Aku sendiri berlari ke sisi berlawanan, memacu kaki sekencangnya. Masa bodoh dengan teman-teman, atau pekerjaan mulia kami. Aku hanya ingin pulang, cuci muka, dan bersembunyi di kasur. Alat-alat dapur pun bergeletakan di sepanjang jalan menuju gerbang TPU, dan tidak ada yang mau mengakui milik masing-masing.

"Loh, nggak bangunin orang sahur lagi?" tanya ibuku keesokan harinya. 

Aku menggeleng mantap. Tidak akan lagi selama-lamanya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (4)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Jejak Terakhir di Hutan Mutiara
Ridwan Albakri
Flash
Kapok!
Impy Island
Cerpen
Bronze
Perpustakaan Sekolah
SUWANDY
Flash
KATA-KATA YANG BERNAFAS ( HYPNO WRITING )
Alwinn
Flash
ANGGORO KASIH
Endah Wahyuningtyas
Cerpen
Chapter 1:Tamu dirumah PEJABAT
matthewjashton
Cerpen
Bronze
Cermin Di Kamar Kost
Christian Shonda Benyamin
Skrip Film
Trauma Generasi
Vitri Dwi Mantik
Novel
Bronze
Pesantren Dan Kutukan
Kamalsyah Indra
Novel
SITINGGIL 2 : CINCIN MERAH DELIMA
Heru Patria
Komik
Bronze
Perjalanan Dua Dunia
Maria Nur Karimah
Novel
Pesugihan Bulus Putih
ABIDIN UBAIDILLAH
Novel
Bronze
Undercover(terbit)
Vaearen
Novel
Gold
The Boy Who Drew Monsters
Mizan Publishing
Novel
Gold
They Call Me Psychopath
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
Kapok!
Impy Island
Flash
Ikan
Impy Island
Novel
Saturday Class
Impy Island
Flash
Persekongkolan Roh dan Malam
Impy Island
Flash
Nyanyian Sepi
Impy Island
Novel
Cynthia the Candy Addict
Impy Island
Novel
Bronze
Goldwind Family
Impy Island
Flash
Year '39
Impy Island
Flash
Image dan Gengsi
Impy Island
Flash
Menjinakkan Naga
Impy Island
Flash
Orang Menyebalkan
Impy Island
Flash
Sejatinya Dunia
Impy Island
Flash
Asap dan Kabut
Impy Island
Flash
Siapa Gadis Itu?
Impy Island
Flash
Di Luar Jendela
Impy Island