Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Sedikit Waktu
1
Suka
34,311
Dibaca

“Hentikan, Lin!” sergah Dimas cemas.

“Tidak! Jangan coba-coba menghalangiku. Aku tidak sanggup lagi menahan semua ini.”

Lina berjalan mundur menjauhi Dimas yang berusaha mendekat. Tepat di belakangnya, hanya berjarak beberapa meter sebuah jurang menganga, siap menyambut kedatangannya.

Gurat kecemasan semakin tampak di wajah Dimas. Kedua kakinya terasa lemas, lututnya bergetar menahan tubuhnya yang semakin lemah. Dia pun terjatuh ke tanah yang dingin dan lembab. Angin malam bertiup memainkan rambut yang menutupi wajahnya yang tertunduk dalam rasa bersalah.

“Apakah harus berakhir seperti ini, Lin ?”

Dimas bergumam pelan nyaris tak terdengar. Sementara Lina membuang muka, jengah melihat ketidakberdayaan lelaki di depannya.

“Aku tidak akan begini jika kamu berani bertanggung jawab.”

Tak mau kalah, Lina berkata dengan lantang. 

“Tapi dia darah dagingku, Lin. Aku mohon jangan campakkan dia karena kebencianmu kepadaku. Aku mohon, beri aku waktu sedikit lagi agar bisa melunakkan hati ibu.”

Dimas memohon dengan wajah memelas berharap Lina akan berubah pikiran untuk tetap mempertahankan janin yang dikandungnya.

“Waktu? Kamu bilang sedikit waktu? Sampai kapan? Sampai perutku membesar, begitu? Hhh ... apa artinya sedikit waktu jika dengan waktu yang telah berlalu pun kamu tidak bisa berbuat apa pun. Sebagai lelaki, kamu itu terlalu lemah, Mas!"

Lina semakin meradang, dia tidak terima sikap Dimas yang menurutnya hanya ingin menang sendiri. Dalam sekejap mata Lina berbalik dan berlari kencang meninggalkan Dimas yang masih terduduk lemas. Sontak Dimas terkaget melihat reaksi Lina yang di luar dugaannya. Dia segera bangkit, berlari mengejar Lina yang semakin menjauh.

“Lin! Lina!” Dimas terus memanggil dengan panik.

Tiba-tiba dari arah berlawanan muncul cahaya yang sangat menyilaukan, Dimas terpaku di tempatnya berdiri. Sebuah hantaman keras menerpa tubuhnya dalam hitungan detik. Ia terpental, melambung ke udara, lalu terhempas di atas aspal. Darah segar mengucur. Semua menjadi gelap.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Kode Cerita Hari Ini
B12
Skrip Film
SEBELUM SENJA BERAKHIR (SCRIPT FILM)
ni ketut yuni suastini
Flash
Sedikit Waktu
Cathalea
Cerpen
PELANGI
Kagura Lian
Novel
Bronze
Life of Nadia - Original Version
mr. putri
Komik
Meet My Deadline
kuthilust
Skrip Film
Perfect Strangers - Script
Elvira Natali
Cerpen
Bronze
Temu Sahabat Kecil Lewat Layar Gengam
Lilis Alfina Suryaningsih
Novel
Yang Tenggelam di Dasar Kenangan
Herman Trisuhandi
Novel
Magnolia
Fitri F. Layla
Novel
A massage
Wilda Aulia
Novel
Tuhan! Mengapa Kau Ambil Ayahku Lebih Dulu?
Dear Deen
Novel
Dianthus: Kesempatan Kedua
Azalea Rhododendron
Novel
Rumah yang Tidak Pernah Dijual
Cicilia Aprilla Widyastuti
Flash
Bronze
It's May Day !
Nurbaya Pulhehe
Rekomendasi
Flash
Sedikit Waktu
Cathalea
Novel
Bronze
Red Shoes Murderer
Cathalea