Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Dompet Kulit di Stasiun
3
Suka
15,216
Dibaca

"Lu mau, Ris? Ambil aja!" Pria bertubuh gempal menggeser gulungan uang kertas di samping cangkir kopi.

"Tumben, Bang. Lu gak doyan duit?" 

***

Dua jam lalu, seorang pria tua berhenti di belakang Beni si copet kelas kakap Stasiun Depok Baru. Meletakkan sebilah kayu yang bergelantung aneka jajanan ala moda transportasi darat seperti kacang balado, tahu kuning, arem-arem, telur puyuh dan buah kupas.

"Dompet jelek itu, nggak ada isinya, Pak!" Ujar Beni.

Seorang pedagang asongan tengah memungut dompet di pinggir trotoar, bekas mangsa Beni.

"Sebentar anak muda!" 

Beni membalikkan badan, menjauhkan ponsel dari telinganya. "Iya, Pak? Ada apa?"

Pria tua itu melerai tangan kiri Beni yang berkacak pinggang. Menyelipkan gulungan uang kertas merah.

"Terimalah! Uang ini tidak akan membuat perutmu atau perut keluargamu jadi sakit, tidak akan membuat hidupmu gelisah minimal dua hari ini."

Beni tercekat memandang uang pemberian Pak Jono. Dia tidak menyangka tangannya salah merogoh saku celana ketika beraksi tadi.

"Nak, dompet ini memang sudah jelek, tapi dia istimewa, ada ruang rahasia untuk menyimpan uang."

"Anak bungsuku yang membelikannya di Thailand, pakai gaji pertamanya sebagai TKW." Ujar lembut pedagang asongan lalu menyimpan dompet ke saku celana.

"Seriusan, Bang? Lu kelebihan omzet nyopet hari ini, nih?" Karis menyambar gulungan uang kertas.

"Serius lah. Besok lu juga boleh nyari mangsa di tempat gue" Laki-laki bertato di hadapan Beni tersedak kopi panas, ucapan itu sama halnya dengan pekerja kantoran yang mengajukan pensiun dini.

"Bang, lu mau kerja dimana? Apa ada yang mau nerima orang model kita jadi karyawan. Hampir semua orang tau, kita Mantan residivis, Bang!" 

"Gue bakal kerja apa aja, Ris. Yang penting rejeki itu nggak bikin perut gue, perut keluarga gue sakit, gue capek terus-terusan nyari duit kotor kaya gini. Gue pengen hidup tenang."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Dompet Kulit di Stasiun
Binar Bestari
Novel
Gold
Merajut Rahmat Cinta
Bentang Pustaka
Novel
Ketika Tangan Tuhan Memelukku
Sri Rokhayati
Cerpen
Menggantikan Tukang Takjil
Noer Eka
Novel
Gold
Saring Sebelum Sharing
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Campuri urusanku Tuhan
Yuanita Faridatun Ni'mah
Novel
Bronze
Temani Aku Ke Masjid
Dani Yuliadi
Flash
TAFSIR POHON CEMARA
Syauqi Sumbawi
Flash
Pelukan Ibu
Fini Marjan
Flash
Bronze
Ada Anak Bertanya Pada Ibunya
Ari S. Effendy
Novel
Gold
Muhasabah Cinta
Falcon Publishing
Flash
Bronze
Seorang Sultan yang menjadi debu
Ahmad Muhaimin
Novel
Gold
195 Pesan Cinta Rasulullah untuk Wanita
Noura Publishing
Novel
Bronze
A Miracle (Luka Hati Faris)
Zainur Rifky
Novel
Teman Tapi Setan
Titin Hartini
Rekomendasi
Flash
Dompet Kulit di Stasiun
Binar Bestari
Flash
Rahasia
Binar Bestari
Flash
Perempuan: Joki Tong Setan
Binar Bestari
Flash
Labirin Luka
Binar Bestari
Flash
Cuci Tangan
Binar Bestari
Flash
Kepingan Malam
Binar Bestari
Flash
Bronze
Sketsa Wajah Halwa
Binar Bestari
Flash
Kopi 10 Menit
Binar Bestari
Flash
Kotak Hitam & Selembar Uang
Binar Bestari
Flash
Broken Wedding
Binar Bestari
Flash
Diculik Jodoh
Binar Bestari
Flash
Terompah Penyambung Hidup
Binar Bestari
Flash
Bronze
10 Years : 10 Minutes
Binar Bestari
Flash
Doa Meminta Keburukan
Binar Bestari
Cerpen
Bronze
Curcollatte
Binar Bestari