Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Dompet Kulit di Stasiun
3
Suka
12,893
Dibaca

"Lu mau, Ris? Ambil aja!" Pria bertubuh gempal menggeser gulungan uang kertas di samping cangkir kopi.

"Tumben, Bang. Lu gak doyan duit?" 

***

Dua jam lalu, seorang pria tua berhenti di belakang Beni si copet kelas kakap Stasiun Depok Baru. Meletakkan sebilah kayu yang bergelantung aneka jajanan ala moda transportasi darat seperti kacang balado, tahu kuning, arem-arem, telur puyuh dan buah kupas.

"Dompet jelek itu, nggak ada isinya, Pak!" Ujar Beni.

Seorang pedagang asongan tengah memungut dompet di pinggir trotoar, bekas mangsa Beni.

"Sebentar anak muda!" 

Beni membalikkan badan, menjauhkan ponsel dari telinganya. "Iya, Pak? Ada apa?"

Pria tua itu melerai tangan kiri Beni yang berkacak pinggang. Menyelipkan gulungan uang kertas merah.

"Terimalah! Uang ini tidak akan membuat perutmu atau perut keluargamu jadi sakit, tidak akan membuat hidupmu gelisah minimal dua hari ini."

Beni tercekat memandang uang pemberian Pak Jono. Dia tidak menyangka tangannya salah merogoh saku celana ketika beraksi tadi.

"Nak, dompet ini memang sudah jelek, tapi dia istimewa, ada ruang rahasia untuk menyimpan uang."

"Anak bungsuku yang membelikannya di Thailand, pakai gaji pertamanya sebagai TKW." Ujar lembut pedagang asongan lalu menyimpan dompet ke saku celana.

"Seriusan, Bang? Lu kelebihan omzet nyopet hari ini, nih?" Karis menyambar gulungan uang kertas.

"Serius lah. Besok lu juga boleh nyari mangsa di tempat gue" Laki-laki bertato di hadapan Beni tersedak kopi panas, ucapan itu sama halnya dengan pekerja kantoran yang mengajukan pensiun dini.

"Bang, lu mau kerja dimana? Apa ada yang mau nerima orang model kita jadi karyawan. Hampir semua orang tau, kita Mantan residivis, Bang!" 

"Gue bakal kerja apa aja, Ris. Yang penting rejeki itu nggak bikin perut gue, perut keluarga gue sakit, gue capek terus-terusan nyari duit kotor kaya gini. Gue pengen hidup tenang."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Dompet Kulit di Stasiun
Binar Bestari
Skrip Film
Mahadewi
Lune Rouge
Flash
Ibu Ingin Mati
Fitri F. Layla
Flash
Bronze
Telaga Itu Bukan Dongeng
Raz Aka Yagit
Novel
Bahira
Ummu Salamah Ali
Flash
Hijrah
Dwi Kurnialis
Novel
Gema Terakhir di Lantai Rumah
Sy. Ghina Alifatunnisa
Novel
Zabur
roma dhon
Skrip Film
Sakinah Cinta
Asih Purwanti
Novel
Gold
Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia
Noura Publishing
Flash
Bronze
Berhati Emas
Dewi Fortuna
Novel
Nur AI
Shabrina Farha Nisa
Flash
Bronze
Kisah-Kisah Di Tanah Suci
Anjrah Lelono Broto
Cerpen
Bronze
Takbir Rindu
AndikaP
Flash
Cahaya Di Atas Perahu
Binar Bestari
Rekomendasi
Flash
Dompet Kulit di Stasiun
Binar Bestari
Flash
Perempuan: Joki Tong Setan
Binar Bestari
Flash
Cahaya Di Atas Perahu
Binar Bestari
Flash
Terompah Penyambung Hidup
Binar Bestari
Flash
Kembalinya Theresia
Binar Bestari
Cerpen
Bronze
Curcollatte
Binar Bestari
Flash
Cinta dan Pelepah Kurma
Binar Bestari
Flash
Kotak Hitam & Selembar Uang
Binar Bestari
Flash
Labirin Luka
Binar Bestari
Flash
Cuci Tangan
Binar Bestari
Flash
Kopi 10 Menit
Binar Bestari
Flash
Broken Wedding
Binar Bestari
Flash
Rahasia
Binar Bestari
Flash
Doa Meminta Keburukan
Binar Bestari
Flash
It's Oke
Binar Bestari