Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Dompet Kulit di Stasiun
3
Suka
11,168
Dibaca

"Lu mau, Ris? Ambil aja!" Pria bertubuh gempal menggeser gulungan uang kertas di samping cangkir kopi.

"Tumben, Bang. Lu gak doyan duit?" 

***

Dua jam lalu, seorang pria tua berhenti di belakang Beni si copet kelas kakap Stasiun Depok Baru. Meletakkan sebilah kayu yang bergelantung aneka jajanan ala moda transportasi darat seperti kacang balado, tahu kuning, arem-arem, telur puyuh dan buah kupas.

"Dompet jelek itu, nggak ada isinya, Pak!" Ujar Beni.

Seorang pedagang asongan tengah memungut dompet di pinggir trotoar, bekas mangsa Beni.

"Sebentar anak muda!" 

Beni membalikkan badan, menjauhkan ponsel dari telinganya. "Iya, Pak? Ada apa?"

Pria tua itu melerai tangan kiri Beni yang berkacak pinggang. Menyelipkan gulungan uang kertas merah.

"Terimalah! Uang ini tidak akan membuat perutmu atau perut keluargamu jadi sakit, tidak akan membuat hidupmu gelisah minimal dua hari ini."

Beni tercekat memandang uang pemberian Pak Jono. Dia tidak menyangka tangannya salah merogoh saku celana ketika beraksi tadi.

"Nak, dompet ini memang sudah jelek, tapi dia istimewa, ada ruang rahasia untuk menyimpan uang."

"Anak bungsuku yang membelikannya di Thailand, pakai gaji pertamanya sebagai TKW." Ujar lembut pedagang asongan lalu menyimpan dompet ke saku celana.

"Seriusan, Bang? Lu kelebihan omzet nyopet hari ini, nih?" Karis menyambar gulungan uang kertas.

"Serius lah. Besok lu juga boleh nyari mangsa di tempat gue" Laki-laki bertato di hadapan Beni tersedak kopi panas, ucapan itu sama halnya dengan pekerja kantoran yang mengajukan pensiun dini.

"Bang, lu mau kerja dimana? Apa ada yang mau nerima orang model kita jadi karyawan. Hampir semua orang tau, kita Mantan residivis, Bang!" 

"Gue bakal kerja apa aja, Ris. Yang penting rejeki itu nggak bikin perut gue, perut keluarga gue sakit, gue capek terus-terusan nyari duit kotor kaya gini. Gue pengen hidup tenang."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Dompet Kulit di Stasiun
Binar Bestari
Cerpen
Bronze
Stok Ekstrasabar
Ninik Sirtufi Rahayu
Cerpen
Bronze
NOTIFIKASI DARI LANGIT
Hadi Hartono
Skrip Film
Pesugihan Putih
hidayatullah
Novel
Gold
Islam Itu Ramah Bukan Marah
Noura Publishing
Flash
Bronze
Tersedak
Miss Anonimity
Flash
Bronze
Kisah-Kisah Di Tanah Suci
Anjrah Lelono Broto
Flash
Ibu Ingin Mati
Fitri F. Layla
Flash
Mimpiku
Nuzulul Rahma
Novel
Bronze
Faisal & Nisa ~ Karena Cinta Bukan Sebatas Kata-kata
Ummu Salamah Ali
Cerpen
Saksi Orang Baik
thomas elisa
Cerpen
Jodoh yang Dipersiapkan oleh Allah
Aulia umi halafah
Novel
Gold
Dekapan Kematian
Mizan Publishing
Novel
Bronze
IYYAAKI HUBBII
Daud Farma
Novel
Gold
Bisnis ala Nabi: Teladan Rasulullah Saw. dalam Berbisnis
Bentang Pustaka
Rekomendasi
Flash
Dompet Kulit di Stasiun
Binar Bestari
Flash
Diculik Jodoh
Binar Bestari
Flash
Ibu Setengah Hari
Binar Bestari
Flash
Legasi Emak
Binar Bestari
Cerpen
Bronze
Curcollatte
Binar Bestari
Flash
Labirin Luka
Binar Bestari
Flash
Kopi 10 Menit
Binar Bestari
Flash
Rahasia
Binar Bestari
Flash
It's Oke
Binar Bestari
Flash
Broken Wedding
Binar Bestari
Flash
Cahaya Di Atas Perahu
Binar Bestari
Flash
Perempuan: Joki Tong Setan
Binar Bestari
Flash
Bronze
10 Years : 10 Minutes
Binar Bestari
Flash
Cinta dan Pelepah Kurma
Binar Bestari
Cerpen
Bronze
Elegi Sunyi
Binar Bestari