Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
The Path to Become a Novelist
0
Suka
36,848
Dibaca

Tadinya aku mengira bahwa hidupku yang paling menderita. Semenjak kehilangan sosok ayah, duniaku seakan berubah. Bumi berhenti berputar, aliran darah berhenti sebentar dan detak jantung tak kuasa lagi untuk bergetar. Hati ini getir, pikir ini kikir dan langkah ini tergelincir.

Namun, buku-buku yang ayah tinggalkan seakan menarik rasa kesuntukanku terhadap kesedihan. Mereka membawaku keluar dari kegelapan, memberi penawar atas apa yang kurasa dan kupikirkan. Buku-buku itu berhasil memasuki celah kecil dalam diriku, membuka mata hati dan menghadirkan secercah harapan baru.

Untuk itu, aku juga ingin menjadi seorang penulis yang bisa mengeluarkan kesedihan dari manusia perasa, kebosanan dari manusia petualang, kekeliruan dari manusia pemikir dan yang paling utama adalah mengeluarkan diriku dari jerat ambisi yang membelenggu.

Sejak saat itu, aku mulai menuliskan keseharianku dalam buku harian. Sebagai ajang melatih kemampuanku dalam menulis. Tapi akhir-akhir ini aku kehilangan selera untuk menuliskannya. Ada semacam tirai yang jadi jeda. Hal itu disebabkan oleh pikiranku yang terdistraksi perasaan aneh yang membuatku tertarik dengan sosok pria yang kini menjadi guruku.

Alih-alih menuliskannya dalam buku harian, aku memilih menuliskannya dalam lembaran manuskrip. Aku berniat menjadikannya sebuah novel. Berharap suatu saat, orang yang kini kukagumi mengetahui perasaanku padanya. Mungkin bukan sekedar mengagumi, bisa dikatakan yang kucintai lebih dari sekedar murid kepada gurunya, tapi cinta sebagai seorang wanita kepada pria.

Masih terlalu naif untuk mengungkapkannya secara langsung. Karena dia juga sering kali menganggapku sebagai seorang bocah. Bocah yang hanya bisa merengek untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Aku memang payah, aku memang bukan wanita pahlawan seperti yang diharapkannya, aku bukan wanita pahlawan dalam suatu cerita. Aku adalah seorang gadis biasa, yang tidak pandai memilah rasa. Sampai-sampai jatuh cinta pada orang yang tidak seharusnya kucinta.

Meski begitu, bukan berarti aku harus dianggap anak kecil olehmu! Aku beharap kau bisa memperlakukanku layaknya seorang yang setara denganmu! Aku tidak tahu apa yang menjadi perbedaan diantara kita, selain usia dan status sosial yang padahal tidak bisa dijadikan alasan untuk lebih intim dalam mengenal.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Maaf Aku Meniduri Ranjangmu
Aji Najiullah Thaib
Flash
The Path to Become a Novelist
El Psycho
Novel
Hi Cold Prince
Jalvanica
Novel
Bronze
Cinta Tak Selalu Waras
Larasati
Flash
Sumur di Depan Mata
Keisha G.
Flash
Bronze
Jika Pepaya Bisa Ngomong...
Shabrina Farha Nisa
Flash
Bronze
Lilin Merah Tua
Ahmad Muhaimin
Novel
Pohon dan Matahari
Nuka Asrama
Novel
Gold
Tenaga Kerja Istimewa
Bentang Pustaka
Novel
Story Between Us
nurriyah zahed
Novel
DI BALIK LAMPU IBUKOTA
Arata Kaivan
Flash
Menang Lagi
Hanif Ilham Mahaldi
Cerpen
Bronze
Senja Kini tak Pernah Layu
Larasatijingga
Cerpen
Sebelas Duabelas
Artie Ahmad
Novel
SARJANA RUMAH TANGGA
Lail Arrubiya
Rekomendasi
Flash
The Path to Become a Novelist
El Psycho
Novel
Air Chrysalis
El Psycho