Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Pertemuan Kembali
6
Suka
18,424
Dibaca

Semua orang pasti memiliki cinta pertamanya, termasuk Nana.

Ayah. Jawaban pasti sebagian besar anak perempuan ketika ditanya siapa cinta pertamanya. 

Hanya saja, sepertinya jawaban tersebut tidak berlaku untuk Nana.

Nana tidak tahu seperti apa sosok ayahnya namun, Ibunya pernah memberitahu. Ayahnya adalah sosok yang hebat, semua orang menyayanginya bahkan Tuhan pun juga. Teramat sangat menyayangi sampai Tuhan menjemput ayahnya tanpa menunggu Nana lahir ke dunia.

Tidak apa-apa. Meski tidak bisa menjadi cinta pertamanya, ayahnya adalah ayahnya yang tetap akan memiliki tempat di hati Nana sekalipun sekali lagi, Tuhan tidak memberi kesempatan untuknya bertemu dengan beliau karena Tuhan teramat menyayangi ayahnya.

Tidak, Tuhan tidak Jahat. 

Tuhan sayang pada Nana. Tuhan boleh saja memberi kehilangan tetapi dengan cara yang tidak bisa diduga oleh Nana yang hanya manusia biasa, Tuhan menggantinya. 

Menghadirkan sosok yang mungkin tidak bisa dibandingkan dengan sang ayah tetapi, sosok tersebut tidak kalah hebat. Hanya dengan sebuah senyum kecil, dada Nana dibuat berdesir.

Abimanyu Wisesa, namanya. Panggilannya, Abi.

Sayangnya, Nana yang pemalu hanya bisa mengagumi dalam diam. Satu, dua, bahkan tiga tahun berlalu tanpa terasa. Nana yang dulu masih duduk di bangku SMA, kini telah menjadi mahasiswa.

Meski, Abi telah pergi jauh untuk melanjutkan pendidikan dan Nana tidak lagi berada di satu ruangan yang sama dengan pemuda itu, perasaannya masih sama. Bahkan mungkin bertambah saat Nana kembali bertemu dengan Abi setelah sekian lama dalam sebuah acara reuni yang diadakan untuk angkatannya.

Tepatnya malam ini. 

Nana tahu, saat masih sekolah dulu Abi bukan sosok yang menjadi idola nomor wahid. Akan tetapi melihat perubahan yang cukup banyak dari Abi, pemuda itu benar-benar menjadi pusat perhatian dan Nana berani sangsi jika bukan hanya Nana saja yang curi-curi pandang.

Acara reuni berlangsung seru, seharusnya begitu. Jika saja Tiara---teman sebangku Nana dulu tidak menyeretnya untuk bermain sebuah game pembawa sial. Benar, ToD.

"Aluna Naramita. Truth or Dare?"

Nana mendapatkannya. "Truth." Jawaban yang Nana pikir cukup menyelamatkannya nyatanya justru menambah kesialan yang ada.

"Sebutkan nama seorang yang menjadi cinta pertama lo."

Walau tidak memandang satu persatu, Nana tahu jika semuanya menunggu karena Nana hanya diam cukup lama. 

Nana agak menoleh kecil dan mendapati sosok Abi yang memang ikut bergabung dalam permainan, ternyata juga tengah menatapnya---tentu saja karena sekarang Nana, lah yang menjadi pusat perhatian.

Nana menelan ludah. Setiap detik yang berlalu, keberaniannya kian menyurut. Lalu, dengan suara kabur Nana menjawab, "A-abi." 

Hening. 

"A-abimanyu Wisesa," jelas Nana.

Suasana bertambah hening.

Nana tidak berani melirik pada siapapun. Nana menunduk sebelum bangkit, berjalan tergesa-gesa keluar Ćafe---tempat dimana reuni diadakan---tanpa menoleh.

Selesai, seharusnya begitu. Jika saja Nana tidak menemukan sebuah kenyataan saat di pagi harinya, Nana melihat sosok Abi sedang duduk di ruang tamu rumah bersama kedua orangtua pemuda itu.

Abi berbicara pada ibunya. Kata demi kata yang keluar dari mulut Abi kemudian tidak hanya mengejutkan tetapi benar-benar membuat Nana nyaris pingsan di tempat. 

Apalagi, ketika Abi mengakhirinya dengan kalimat yang seolah memiliki bom yang siap meledak di dalamnya. "Saya ingin melamar putri, Ibu."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Pertemuan Kembali
hellonara
Novel
Gold
Her Beautiful Eyes
Mizan Publishing
Cerpen
The Food Junkie: Bendera Jepang
Alina Salya Rochma
Cerpen
Bronze
Di Balik Luka Ada Rumah
Moycha Zia
Novel
Bronze
Why did You Come Back?
Miss Sarah
Novel
Fading Heartbeats
Penulis N
Komik
Dolphin
farikhatul hima
Flash
Bronze
Mr. Pantofel (Membicarakan Adam 7)
Silvarani
Cerpen
Senyap di Balik Tirai Kopi
Vindiar Pitaloka
Cerpen
Bronze
Janji di bawah langit Yogya
Jesseline Vorencia
Skrip Film
CEO Bucin (Draft 1)
Eko Witjaksono
Flash
Sepotong Senja di Halte Lama
Penulis N
Cerpen
Bronze
Kekasihku Di Ambil Adikku
Sri asrianti
Flash
Senyum Macaron
Shinta Larasati Hardjono
Flash
Bronze
Pria Rupa Vampir
B12
Rekomendasi
Flash
Pertemuan Kembali
hellonara
Flash
His Gaze
hellonara