Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Engkaulah Takdirku
11
Suka
32,599
Dibaca

"Seluruh kalimat dalam paragrafku ini bernapaskan dirimu, semua penafsiran terhadapnya adalah usahaku untuk memahamimu," kutulis status whatsapp pukul 00:30. Sepuluh menit kemudian kuhapus status itu. Sepuluh menit kemudian kutulis lagi status yang sama dengan memprivat beberapa nomor. Sepuluh menit kemudian kuhapus lagi status itu.

Pukul 01:00. Kau biasanya terjaga dalam tidurmu, mengapa di saat kubutuhkan dirimu, kau tak pernah menampakkan diri, meskipun hanya lewat status whatsapp. Biasanya kau selalu melihat statusku di malam gigil seperti ini. Tapi ketika aku menulis status whatsapp yang hanya benar-benar untuk dirimu, sampai kuprivat semua nomor kecuali dirimu, kau malah tak melihatnya. Jadi untuk apa status whatsapp itu tetap bertengger di berandamu, kalau kau tak melihatnya. Tunggu-tunggu, ini kan hanya status whatsapp, tidak ada hubungannya dengan kepedulian seseorang. Payah!

Subuh datang dan aku masih terjaga. Lelah, bingung, cemas, serba salah. Kau sungguh tak ingin diberi kesempatan padahal aku telah menunggumu sampai matahari terbit lagi. Tapi malah orang lain yang akan datang kepadaku, lalu merenggutku dari keluargaku, dari anganku, dari sahabatku.

Kau, bahkan sampai air mataku yang berbicara, kau takkan pernah peka bahwa aku telah memohonkan dirimu kepada Tuhan sebagai takdirku. Bodoh! Aku yang bodoh karena berharap kau adalah asal muasal diriku dan aku akan kembali kepada asalku.

Kau tahu, setiap saat aku menikam hatiku berkali-kali agar dapat melupakan dan mengikhlaskanmu. Karena tak sanggup, aku pun berdoa pada Tuhan, cara paling lembut untuk melupakan dan mengikhlaskanmu. Tetapi perasaan ini semakin dalam menenggelamkan.

Di hari seharusnya dia datang kepadaku. Di hari saat aku mulai merasakan keikhlasan dan kepasrahan. Aku menyadari sebuah fakta bahwa sebenarnya kau mematikan laporan baca whatsappmu, sehingga kau baca atau tidak statusku, aku takkan tahu itu. Di hari itu juga, aku dengar dering telepon yang menyuarakan duka. Dia tak jadi datang karena tiada.

Tiba-tiba kau berdiri gagah di hadapanku. Kau ulurkan tanganmu dan usap tangisku.

"Aku sangat memahamimu, lebih baik daripada penafsiran-penafsiranmu dalam memahamimu, jika aku adalah napasmu maka kau adalah nyawaku, engkaulah takdirku," ucapmu dengan senyuman yang sangat kurindukan dan tanpa rasa bersalah sedikit pun.

"Bodoh! Seharusnya aku yang berkata begitu: engkaulah takdirku, "

Aku tenggelam sangat dalam. Dingin. Hangat. Sangat dalam.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Engkaulah Takdirku
Wirdatun Nafi'ah
Flash
Bronze
Lenyap Namun Ada
Shinta Larasati Hardjono
Novel
What Is your problem?
Syilvia Mariya
Novel
Ben & Cori
Steffi Adelin
Novel
Bronze
Hot Mess Perfect Relationship
Aida Hanabi
Cerpen
Iskandar (Istri kandidat Darma)
muhamad Rifki
Novel
Jalang
Dinda Angelica
Novel
Connesso
Cano
Cerpen
Bronze
Sri : Elegi Cinta Sang Penari Serimpi
Hadis Mevlana
Cerpen
Bronze
Gomenasai
Khudaifa Sari
Cerpen
GESER KE KANAN, KEPOMPONG HENDAK TERBANG
talbiatin
Cerpen
Karya Seni dengan Model Terindah
Ulat Bulu
Novel
I Shouldn't Love You
Renni Elga
Novel
Gold
Asal Muasal Pelukan
Bentang Pustaka
Novel
Xavier
SinamheT
Rekomendasi
Flash
Engkaulah Takdirku
Wirdatun Nafi'ah
Skrip Film
Bismahanta
Wirdatun Nafi'ah
Flash
Wisanggeni
Wirdatun Nafi'ah
Flash
Terancam
Wirdatun Nafi'ah
Flash
Ngeteh
Wirdatun Nafi'ah
Novel
Bronze
Bunga Darah di Malam Anyir
Wirdatun Nafi'ah
Skrip Film
Manuscript Hunters
Wirdatun Nafi'ah