Explore
Pilihan
Genre
Hon De Mushi Suru #4
"Aku tidak janji, tapi aku akan lebih sering membelikan buku baru untuk stok bacaanmu."
Hon De Mushi Suru #4

“HEI, Mika-san!” panggil Yuta dari atas motornya ketika ia melihat Mika berjalan menuju gerbang sekolah. Ia membuka kaca helmnya setelah berhasil menghentikan langkah gadis itu.

“Aku mau minta bantuanmu,” katanya langsung.

Mika hanya menaikkan sebelah alisnya sebagai respons.

“Temani aku ke toko buku.” Yuta menggaruk tengkuknya salah tingkah, ketika Mika menatapnya dengan alis terangkat. Jelas gadis itu terlihat kaget dan tidak menyangka.

“Eh, aku perlu beberapa buku. Dan berhubung kau suka membaca, kupikir kau bisa merekomendasikan buku yang bagus untukku.”

“Aku tidak punya waktu hari ini. Kau cari saja sendiri,” tolak Mika dan bersiap melanjutkan langkah, tetapi Yuta keburu menahan lengannya.

“Tidak akan lama kok. Paling hanya setengah jam. Setelah itu aku janji akan langsung mengantarmu pulang.” Yuta menunggu. Dalam hati berdoa agar Mika bersedia menemaninya.

Gadis itu tampak berpikir-pikir. Kemudian, “Baiklah, hanya setengah jam,” putusnya mendapat teriakan puas dari Yuta.

***

Mika langsung melesat masuk begitu sampai di Books Bunny, toko buku yang terletak di sebuah gang sempit di Harajuku. Selain koleksi buku dan majalah yang menarik, di sini juga terdapat kafe dan bar. Pengunjung bisa menikmati kopi hangat sambil makan siang di Bunny Cafe atau hang out di Bunny Bar pada malam hari.

“Aku tidak tahu apa kau akan suka, tapi sepertinya buku ini bagus,” komentar Mika saat menghampiri Yuta di booth manga¹ sambil membawa buku dengan judul berbahasa Inggris. Yuta malas membacanya.

Laki-laki itu menerima buku yang disodorkan Mika dan tercengang melihat ketebalan—yang mungkin berkisar antara 400 sampai 500 halaman. Belum dibaca saja ia sudah keburu sakit kepala.

“Wow, berapa lama aku bisa menyelesaikannya?” tanyanya sok tertarik sambil membolak-balikkan buku yang masih terbungkus plastik itu.

“Tergantung seberapa rajin kau membacanya,” balas Mika pendek. Ia bersedekap dan berjalan mendahului Yuta menuju kasir.

***

“Terima kasih, Mika-chan,” ucap Yuta sesaat setelah Mika turun dari jok motornya.

Mika mengangguk. Kemudian Yuta menyerahkan tas karton berisi tiga buah buku dan dua manga yang sempat dibelinya. Membuat gadis itu termangu sesaat.

“Buku itu memang untukmu,” jelas Yuta langsung. “Aku tidak tahu jenis buku apa yang kau suka. Itu kenapa aku memintamu menemaniku.” Jeda sejenak. Lalu, “Kau benar, sepertinya buku cukup efektif untuk mengabaikan orang-orang itu. Aku tidak janji, tapi aku akan lebih sering membelikan buku baru untuk stok bacaanmu.” Yuta tersenyum lebar. Mengaitkan tali tas karton itu di jemari Mika yang masih bungkam.

“Seishin², Mika-Chan!” Ia mengepalkan sebelah tangannya sambil tersenyum lebar. Memberi kekuatan.

¹Komik

²Semangat

1.2K dilihat
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Saran Flash Fiction