Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Perang Terbuka
2
Suka
27,228
Dibaca

Siska membuka pintu dengan wajah memerah serta tatapan mata amat sayu. Joni beranjak menghampiri sambil meraih tangan Siska agar ia duduk dan berbicara empat mata dengannya. Siska jelas tidak suka atas pemaksaan ini. Ia mendadak menghentikan langkahnya kemudian berjalan menjauhi kekasihnya. Sayangnya keinginan itu tidak jadi berhasil. Joni berhasil memaksanya duduk selama beberapa menit dengannya.

Siska melirik tajam. "Kita nggak bisa ngomongnya besok pagi aja ya?"

Joni menggelengkan kepalanya. "Kita harus berbicara sekarang. Masalah hubungan gelap kamu sudah terlalu jauh. Aku tidak suka akan hal itu."

Siska menahan tawanya. "Kalau kamu sudah tahu aku selingkuh dari kamu. Kenapa kamu tidak putusin aku ya? Oh iya, aku lupa kalo kamu numpang hidup sama aku ya?"

Joni bangkit berdiri lalu berjalan mondar-mandir selama satu detik lamanya. "Aku tahu kamu pasti berkata seperti itu. Namun, perlu kamu tahu satu hal kalau hubungan kamu dengan pria hidung belang itu tidak akan bertahan lama. Aku tahu pria semacam itu hanya suka gadis muda yang hilang tujuan hidupnya."

Siska sudah berdiri sambil mendorong tubuh Joni sampai mundur beberapa langkah. "Bicara soal tujuan hidup aku itu jelas sekali. Aku mau menjadi kurator yang mampu membuat kebaharuan dalam dunia lukis. Kamu justru malah mempelajari gaya lukis lama dengan materi objek yang sama. Sebaiknya kamu ngaca sebelum bicara hal itu ke aku. Ternyata kamu sama dengan pelukis maestro jaman dulu!"

Joni mengambil sebatang rokok putih dari dalam bungkusan rokok yang ditaruh di saku celana. "Masalah kamu itu memang ada di kamu. Kamu harus paham jika di bawah langit ini tidak ada karya baru. Yang ada hanya karya yang berulang hanya beda kontennya. Jadi kamu nggak perlu sok-sokan revolusioner gitulah."

Siska menghela nafas panjang. "Dari kata-kata kamu barusan kita sudah tahu kalo kita sudah tidak sepaham bukan. Alangkah baiknya kalo kita berpisah saja. Silahkan angkat kaki dari penginapan ini. Dan selamat menempuh hidup menjadi seniman jalanan."

Siska bergegas berjalan meninggalkan Joni. Ia menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Joni terpaksa duduk di ruang tengah. Ia membiarkan Siska tertidur lebih dulu. Karena ia harus mengemas pakaiannya yang masih di dalam kamar. Dalam keheningan itu ia menyadari satu hal. Dalam beberapa bulan saja hidupnya berubah secara konsisten. Ia tidak pernah tahu hidup ini akan membawanya kemana. Yang jelas ia tahu sekarang kalau ia harus duduk di pantai itu sebelum matahari terbit di sana. Siapa tahu ia bisa bertemu dengan gadis bernama Ria.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Semestaku Sebelum dan Sesudah Dia Datang
Niken Karsella
Komik
BREAKERS
Blues Area
Flash
BAPAK
Isnani Q
Flash
Perang Terbuka
Berkat Studio
Flash
Bronze
Pion Kecil
Silvarani
Flash
PERJAMUAN PENAGIH HUTANG
Anjrah Lelono Broto
Flash
KEROPOK LEKOR BASAH
Darma Xu
Cerpen
Terjebak Rasa
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
Hidung
Ahmad Muhaimin
Komik
Di Ujung Keputusan
Bukan Penyair
Skrip Film
Kisah Laki
indra candra
Skrip Film
Impian Untuk Kakakku
Bella Puteri Nurhidayati
Skrip Film
Suami Untuk Prita
Eko Hartono
Flash
Sepatu untuk Alin
Lirin Kartini
Flash
Bronze
Kerinduan Kucing Jalanan
Sulistiyo Suparno
Rekomendasi
Flash
Perang Terbuka
Berkat Studio
Flash
Berkomunitas
Berkat Studio
Flash
Berselimut
Berkat Studio
Flash
Kepala Bawah Tanah
Berkat Studio
Flash
Merinci segala-gala
Berkat Studio
Flash
Konsisten Menjalani
Berkat Studio
Flash
Pulau Seniman
Berkat Studio
Flash
Karisma Seniman
Berkat Studio
Flash
Merinci Segala
Berkat Studio
Flash
Karya Berteriak
Berkat Studio
Flash
Orang Tanpa Penghasilan
Berkat Studio
Flash
Keluar Pulau Dewata
Berkat Studio
Flash
Menjadi Bawahan
Berkat Studio