Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Karisma Seniman
1
Suka
34,691
Dibaca

Dunia malam merupakan wadah manusia melepas beban. Dua orang dari kerumunan muda mudi itu Joni dan Siska. Mereka bernari semalam suntuk. Siska memaksa agar Joni melepas penat soal berkarya. Pada akhirnya Joni setuju atas usulan kekasihnya. Malam itu tidak lagi berputar soal diskusi maupun karya, melainkan hura-hura serta hilang sadar.

Kini penghuni tempat hura-hura sudah mengangkat tangan. Kaki mereka sudah melompat mengikuti tempo musik. Tidak luput mulut mereka telah menyanyikan lirik lagu dari mana. Hanya saja Joni tidak kuat mengikuti kegilaan itu sampai titik puncak. Joni memilih menuju teras depan tempat hura-hura itu. Ia lalu membakar rokok putih sambil menikmati setiap asap yang keluar dari mulut.

Tiba-tiba sosok wanita berpenampilan terbuka muncul lalu berdiri di sampingnya. Wanita itu memberi kode untuk meminta rokok. Joni sempat melirik curiga. Ia takut wanita itu adalah pencuri. Ia salah asumsi mengenai wanita itu. Mana mungkin ada pencuri semenarik ini.

Joni akhirnya menyodorkan sebungkus rokok putih kepadanya. Wanita itu mengambil rokok putih lalu meminta api dari Joni. Dalam batinnya ternyata wanita itu sungguh tidak punya malu apalagi adat. Namun, ia sedang malas basi-basi. Jadilah ia meminjamkan koreknya kepada wanita itu. Tak lama kemudian mereka merokok bersama dalam keheningan malam.

"Kenalin namaku, Ria. Seniman NFT. Kamu seniman juga kan?"

Joni agak terkejut. Ia tidak menyangka wanita itu telah mengambil langkah menyerang. Padahal ia tidak berniat tahu apapun soal Ria. Lagi pula seniman NFT itu apa? Ia biarkan ajakan perkenalan itu mengambang tanpa arti.

"Aku nggak masalah kalau kamu bersikap jutek. Kamu hanya perlu tahu satu hal. Kalau tak akan lama lagi kita pasti berhubungan kok. Ini hanya soal waktu aja."

Joni menaikan alisnya. Ia tidak suka dengan prediksi masa mendatang. Soalnya dari aumsi Ria tadi itu menandakan bahwa hubungannya dengan Siska akan berakhir dalam waktu dekat. Ia menyangka asumsi sembarangan milik Ria.

"Kalo kamu mau mengajak kenalan orang baru dengan cara menjijikan seperti ini. Barangkali kamu tidak akan punya kenalan sama sekali."

Ria mengangkat bahunya. Ia bahkann tersenyum penuh arti.

"Aku memang tidak perlu orang lain. Aku hanya butuh kamu untuk menjalankan rencana kita. Sudahlah aku tidak perlu beritahu sekarang."

Ria mematikan rokok putihnya. Joni menoleh dengan tatapan mata agak mendelik. Namun, Ria tidak peduli. Ia memilih berlalu pergi dengan meninggalkan kesan misterius. Lama-lama sosok wanita itu menghilang dalam kegelapan malam. Sedangkan Joni dipenuhi banyak pertanyaan tidak rasional mengenai sosok wanita bernama Ria itu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Act Outside The Circle
Tanya Fransisca
Novel
Aku Bukan Idiot
Melinda Sintawati
Flash
Bronze
MANTAN
Rahmayanti
Flash
Karisma Seniman
Berkat Studio
Cerpen
Bronze
OSENG-OSENG KACANG PANJANG
Maria Kumalararas
Novel
Bronze
Kalam Kalam Cinta
Imajinasiku
Flash
Penerimaan Rasa
Elysiaaan
Novel
Gold
Little Did We Know
Falcon Publishing
Novel
Bronze
MENCAPAI PIAGAM
noviadewi
Cerpen
Alibi
Titin Widyawati
Novel
ALDI TAHER SEMBUH KANKER
alditaher
Skrip Film
LOVE IS TRAGEDY
Novi Assyadiyah
Flash
Bronze
THE PRECIOUS PEBBLES
Bie Farida
Cerpen
Bronze
Our Bond
Desy Sadiyah Amini
Novel
Bronze
DARK AND LIGHT IN THE PERFECTION
Nengshuwartii
Rekomendasi
Flash
Karisma Seniman
Berkat Studio
Flash
Karya Berteriak
Berkat Studio
Flash
Pulau Seniman
Berkat Studio
Flash
Merinci Segala
Berkat Studio
Flash
Merinci segala-gala
Berkat Studio
Flash
Orang Tanpa Penghasilan
Berkat Studio
Flash
Kepala Bawah Tanah
Berkat Studio
Flash
Perang Terbuka
Berkat Studio
Flash
Berkomunitas
Berkat Studio
Flash
Berselimut
Berkat Studio
Flash
Konsisten Menjalani
Berkat Studio
Flash
Keluar Pulau Dewata
Berkat Studio
Flash
Menjadi Bawahan
Berkat Studio