Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Karisma Seniman
1
Suka
29,615
Dibaca

Dunia malam merupakan wadah manusia melepas beban. Dua orang dari kerumunan muda mudi itu Joni dan Siska. Mereka bernari semalam suntuk. Siska memaksa agar Joni melepas penat soal berkarya. Pada akhirnya Joni setuju atas usulan kekasihnya. Malam itu tidak lagi berputar soal diskusi maupun karya, melainkan hura-hura serta hilang sadar.

Kini penghuni tempat hura-hura sudah mengangkat tangan. Kaki mereka sudah melompat mengikuti tempo musik. Tidak luput mulut mereka telah menyanyikan lirik lagu dari mana. Hanya saja Joni tidak kuat mengikuti kegilaan itu sampai titik puncak. Joni memilih menuju teras depan tempat hura-hura itu. Ia lalu membakar rokok putih sambil menikmati setiap asap yang keluar dari mulut.

Tiba-tiba sosok wanita berpenampilan terbuka muncul lalu berdiri di sampingnya. Wanita itu memberi kode untuk meminta rokok. Joni sempat melirik curiga. Ia takut wanita itu adalah pencuri. Ia salah asumsi mengenai wanita itu. Mana mungkin ada pencuri semenarik ini.

Joni akhirnya menyodorkan sebungkus rokok putih kepadanya. Wanita itu mengambil rokok putih lalu meminta api dari Joni. Dalam batinnya ternyata wanita itu sungguh tidak punya malu apalagi adat. Namun, ia sedang malas basi-basi. Jadilah ia meminjamkan koreknya kepada wanita itu. Tak lama kemudian mereka merokok bersama dalam keheningan malam.

"Kenalin namaku, Ria. Seniman NFT. Kamu seniman juga kan?"

Joni agak terkejut. Ia tidak menyangka wanita itu telah mengambil langkah menyerang. Padahal ia tidak berniat tahu apapun soal Ria. Lagi pula seniman NFT itu apa? Ia biarkan ajakan perkenalan itu mengambang tanpa arti.

"Aku nggak masalah kalau kamu bersikap jutek. Kamu hanya perlu tahu satu hal. Kalau tak akan lama lagi kita pasti berhubungan kok. Ini hanya soal waktu aja."

Joni menaikan alisnya. Ia tidak suka dengan prediksi masa mendatang. Soalnya dari aumsi Ria tadi itu menandakan bahwa hubungannya dengan Siska akan berakhir dalam waktu dekat. Ia menyangka asumsi sembarangan milik Ria.

"Kalo kamu mau mengajak kenalan orang baru dengan cara menjijikan seperti ini. Barangkali kamu tidak akan punya kenalan sama sekali."

Ria mengangkat bahunya. Ia bahkann tersenyum penuh arti.

"Aku memang tidak perlu orang lain. Aku hanya butuh kamu untuk menjalankan rencana kita. Sudahlah aku tidak perlu beritahu sekarang."

Ria mematikan rokok putihnya. Joni menoleh dengan tatapan mata agak mendelik. Namun, Ria tidak peduli. Ia memilih berlalu pergi dengan meninggalkan kesan misterius. Lama-lama sosok wanita itu menghilang dalam kegelapan malam. Sedangkan Joni dipenuhi banyak pertanyaan tidak rasional mengenai sosok wanita bernama Ria itu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Karisma Seniman
Berkat Studio
Novel
Bronze
Memoar
Kurarin Arin
Flash
Mbah Karto
Ayumi Hara
Flash
Bronze
KEDASIH
Keita Puspa
Novel
Sama Dengan
Muhammad Alfi Rahman
Skrip Film
LANDAK TANPA PERSAHABATAN
Senna Simbolon
Flash
Cinta Yang Lain
Oliphiana Cubbytaa
Flash
Bronze
Putus
B12
Skrip Film
Aku, Kamu, Dia , dan Mereka Adalah Kita
Neo Kaspara Widiastuti
Flash
SHIKI -Anak Anjing yang Baik- part 2
Kosong/Satu
Flash
Berakhirnya Pesta Karaoke
Gita Sri Margiani
Skrip Film
LISTEN (SCRIPT)
Ika Karisma
Flash
Bronze
Sitti Nurbaya di Abad Milenium
Abdi Husairi Nasution
Flash
Bronze
Sahabat Lawan Jenismu
Silvarani
Cerpen
Ada Apa dengan Cinta(ku)
hyu
Rekomendasi
Flash
Karisma Seniman
Berkat Studio
Flash
Karya Berteriak
Berkat Studio
Flash
Merinci Segala
Berkat Studio
Flash
Orang Tanpa Penghasilan
Berkat Studio
Flash
Konsisten Menjalani
Berkat Studio
Flash
Perang Terbuka
Berkat Studio
Flash
Kepala Bawah Tanah
Berkat Studio
Flash
Berselimut
Berkat Studio
Flash
Berkomunitas
Berkat Studio
Flash
Merinci segala-gala
Berkat Studio
Flash
Pulau Seniman
Berkat Studio
Flash
Keluar Pulau Dewata
Berkat Studio
Flash
Menjadi Bawahan
Berkat Studio