Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Memori
2
Suka
19,304
Dibaca

Setiap kali melewatinya, aku pasti teringat. Di ujung jalan ini, tepatnya di sebuah rumah mungil bercat hijau, tinggal seorang anak perempuan yang menjadi cinta pertamaku.

Rambutnya yang kemerahan nyaris sepinggang. Kulitnya agak kecokelatan, karena ia banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Wajahnya yang manis begitu enak dipandang. Bagiku, anak perempuan bertubuh ramping itu begitu sempurna.

Namanya Susan. Nama itu selalu melekat, bersama senyum manis yang disunggingkannya saat bicara denganku.

Mustahil bagiku untuk melupakannya. Tidak ada yang penting bagiku selain ingin berada di sisinya.

Tahun demi tahun berlalu. Kala menginjak SMA, hubungan kami tidak lagi sedekat dulu. Kami begitu berbeda. Susan tumbuh menjadi gadis cantik dan pintar. Primadona di sekolah.

Semenrara aku adalah kebalikannya.

Walau begitu aku masih bersamanya. Aku masih melihatnya. Aku masih terpesona pada senyumannya. Kebersamaan kami kala pulang sekolah masih saat-saat terindah dalam hidupku yang hambar.

Namun kali ini aedikit berbeda.

Dia tidak menyadari keberadaanku dan bahkan tidak memedulikanku. Dia sama sekali tidak melirik saat aku mengikuti langkahnya menuju tempat-tempat tongkrongan favoritnya.

Kenapa dia jadi berbeda?

Kenapa aku tidak lagi penting baginya?

Kenapa jarak di antara kami semakin lebar?

Tidakkah ia tahu kalau aku merindukannya?

Andai kisah kami berbeda. Andai Susan tidak mati karena tiga puluh tikaman di tubuhnya. Andai ....

Ahhh ..., untuk apa lagi aku mengingatnya. Susan telah meninggal. Dia tidak akan hidup lagi. Aku tidak boleh mengingatnya dan terus melangkah ke depan.

Aku menggumamkan kata-kata itu, saat melempar pisau berlumuran darah ke sungai berarus deras.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Setangkai Mawar Biru
Tazkia Irsyad
Flash
Memori
Roy Rolland
Flash
Belum Mati
Roy Rolland
Flash
1 Pesan Baru
Ralali Sinaw
Novel
Renggut
Eve Shi
Skrip Film
Teater
Muhammad Hendryan Alfarabi
Cerpen
Bronze
Pemangsa
Bumi Bercerita
Komik
Bronze
Diary abu-abu elena
Andy widiatma
Flash
Bronze
Horror school
Miss Anonimity
Skrip Film
PENGASIHAN DAGANGAN
Rana Kurniawan
Novel
Bronze
ALONE~Novel~
Herman Siem
Novel
Bronze
Sesal
an sanaz
Flash
Pesta di Malam Itu
eunike_xiuling
Komik
Teror di Kampung Sanes
Alfisyahrin Zulfahri Akbar
Cerpen
Bronze
Gelapnya Terowongan Tersembunyi
tia htp
Rekomendasi
Flash
Memori
Roy Rolland
Flash
Belum Mati
Roy Rolland
Flash
Pudar
Roy Rolland
Flash
Jangan Khianati Aku
Roy Rolland
Novel
Wolves Heart
Roy Rolland
Flash
Tawa Kuntilanak
Roy Rolland
Flash
Di Tengah Ilalang
Roy Rolland
Novel
Fright and Fear
Roy Rolland
Flash
Fajirah
Roy Rolland
Novel
Dead Girl's Diary
Roy Rolland
Flash
Kali Pertama
Roy Rolland
Flash
Jalan Angker
Roy Rolland
Novel
Cursed on the Witching Hours
Roy Rolland
Flash
Bertemu Klien
Roy Rolland
Novel
Last Kiss from a Vampire
Roy Rolland