Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
BIMANTARA
7
Suka
37,976
Dibaca

Anak laki-laki itu lahir di bulan Februari. Mempunyai wajah yang imut dan lesung pipi di kedua sisi. Ia bernama Bimantara.

Sayang, ia terlahir di lingkungan yang tidak bisa menerimanya. Ia dipindahkan ke sebuah daerah yang jauh dari perkotaan, hanya bersama dengan ibunya.

Tak biasanya, sepulang ia bermain di ladang, wajahnya terlihat lebih ceria. Ia berlari kesana kemari, tertawa sambil benyanyi.

"Ceritamu hari ini seperti apa?" Tanya Ibunya yang meminta Bimantara bercerita tentang hari ini sebelum tidur.

"Aku punya teman, dia selalu datang diwaktu siang. Aku senang dengannya, sekarang aku tidak kesepian lagi." Ceritanya.

"Wah, siapa namanya?" Tanya Ibunya.

"Dia tak bisa bicara bu, dia hanya bisa bermain saja mengikutiku." Jawabnya membuat ibunya berfikir, "Mungkin temannya Bimantara mau menerimanya karena mereka sama-sama tak punya teman. Meskipun temannya Bimantara tak bisa berbicara, tak apa. Asalkan Bimantara bahagia."

"Ibu boleh bertemu dengannya? Besok boleh Bima ajak dia ke rumah, sekalian kita makan siang bersama." Pinta ibunya.

"Gak bisa, dia hanya datang di ladang saja ibu. Dia tak bisa masuk ke rumah. Dia mungkin malu." Jawabnya polos.

"Kalai begitu, ibu boleh ikut denganmu ke ladang?" Tanya Ibunya.

"Boleh Bu." Ucapnya sambil tersenyum manis.

"Sekarang kau tidur ya. Sudah malam!" Ibunya memeluk Bimantara sambil menyanyikan lagu tidur dengan merdu.

Bimantara sudah tertidur dengan lelap dalam pelukan Ibunya, namun Ibunya masih terjaga.

Aktivitas yang membuat lelah menghilang adalah menatap wajah anak yang tengah tertidur lelap. Ibunya selalu melakukan itu setiap malam meski hanya lima menit saja.

Kali ini, hatinya sedikit lega, fikirannya sedikit ringan. Bimantara tertidur lelap dengan mimpi indah, bibirnya tiba-tiba merekah, lesung pipinya semakin terlihat jelas. Bimantara tengah berbahagia.

Setelah puas memandang wajah sang anak, Ibunya ikut menyusul untuk tidur.

Keesokan harinya, Bimantara bangun terlebih dahulu. Ia menyiapkan sarapan untuk ibunya walau hanya dua helai roti tawar dengan selai coklat dan keju parut yang berantakan. Tak lupa teh manis tanpa air hangat ia berikan.

"Wah, anak ibu lagi apa?" Ibunya menghampiri Bimantata ke dapur dan melihat keadaan meja makan yang cukup kotor dan berantakan.

"Sarapan untuk Ibu, mmmm yummy." Ia menjilat jarinya yang penuh selai coklat.

"Makasih sayangnya Ibu. Siang ini ibu boleh ikut main?" Ibunya memakan roti yang disiapkan

"Boleh bu." ucap anaknya.

Siang ini, mereka berangkat bersama ke ladang, tak lupa membawa beberapa camilan yang sudah disiapkan.

"Temanmu kapan datang nak?" Tanya Ibunya yang tak melihat seorangpun disana. Ibunya duduk menunggu di bawah pohon rindang di tepi ladang.

"Ibu ikut denganku kesana!" Bimantara menunjuk ke arah tengah ladang dan mengajak ibunya kesana.

"Ini temanku, dia tak bisa bicara, dia hanya bisa mengikutiku. Dia baik bu, hanya tidak bisa aku sentuh. Dia akan pergi ketika matahari sudah tak ada di langit." Polosnya menunjuk pada bayangannya sendiri.

Ibunya menahan tangis dan memaksa diri untuk tersenyum.

"Sini nak!" Ibunya menghampiri Bimantara dan memeluknya.

"Itu bayanganmu sayang, itu bukan temanmu." Ucapnya lirih.

"Ibu kenapa menangis? Aku tahu dia muncul karena aku ada. Tapi aku bahagia dengannya. Jadi, aku menganggapnya sebagai temanku." Pungkasnya lalu dipeluk erat ibunya lagi

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
TABIR IMAN SEORANG ISTRI
irma agnesya
Novel
Hujan Tak Berpayung
Syaiful Alim
Novel
Kabut di Rumah Sutra
Setiyarini
Flash
BIMANTARA
I | N
Cerpen
Bronze
Mengikhlaskan Cinta di New York
Suci Mulyati
Novel
Bronze
Seni
Eneng Anita
Novel
SARASWATI
Malichatus Sa'diyah
Novel
Perempuan yang Memilih Bertahan
Dara Kirana
Novel
NOL
Putri Lailani
Novel
Kamuflase Di Dusun Kesilir
ersula
Novel
Hipokrit
Anipri
Flash
Bronze
Sang Haram
Rere Valencia
Novel
Putra Tersayang
A. F. Ferdians
Novel
Morning Coffee
Ang.Rose
Novel
Aku, Kau, dan Luka Yang Tak Terucap
Irfandi Rizky Tomagola
Rekomendasi
Flash
BIMANTARA
I | N
Novel
ALEGRA
I | N
Flash
WHO ARE YOU?
I | N
Skrip Film
AYY LOVE YOU
I | N
Flash
Misteri Merah Maroon
I | N
Cerpen
LITTLE UNA
I | N
Novel
NOTHING
I | N
Cerpen
STORY OF KUNENG
I | N
Skrip Film
WOMANS
I | N