Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Salah Sambung
15
Suka
46,268
Dibaca

“Argh ….” Suara Gebi yang aku dengar dari dalam kamar kosku.

Sepertinya dia sedang kesal kepada seseorang.

Aku kembali mendengar suaranya.

“Hallo,” ucap Gebi dengan nada tinggi. “Mas, lain kali jangan kirim apa-apa ke rumah! Aku tidak suka kayak gitu. Uang Mas buat ditabung saja, tidak usah membeli barang-barang atau kue ke rumah!” titah Gebi. “Oh ya, aku juga gak mau lagi dikirimin bunga mawar atau boneka. Di kamarku sudah penuh dengan boneka.”

Aku melihat boneka yang ada di kasurku. Ada sekitar sepuluh boneka pemberian Gebi. Ternyata itu dari sosok yang ia telepon. Aku mengangguk-anggukkan kepala, memanyunkan bibir.

Gebi terus berceloteh, “ Bunga mawarnya juga. Di kamarku sudah penuh, sampai ada yang sudah mengering, daunnya rontok. Mas, jangan kirim-kirim bunga mawar lagi! Aku tidak suka bunga mawar! Kamarku jadi penuh. Mas suka banget buang-buang uang.”

Terdengar samar langkah kaki Gebi berjalan, lalu mengunci pintu.

Aku menoleh ke samping, melihat buket bunga mawar merah yang mekar. Benar sekali, bunga mawar di sampingku adalah pemberian Gebi. Sudah tiga bulan berjalan dan hampir setiap minggu dia memberiku satu buket bunga mawar. Akupun merawatnya dengan memasukkannya ke dalam bekas botol air mineral 500 mili Liter yang aku potong bagian atasnya. Setiap pagi aku mengganti air dalam botol mineral tersebut, berharap bunganya tak layu. Aku menunduk, memperhatikan setangkai bunga mawar merah yang sudah kering di dalam bukuku.

“Hallo, Mas?” tanya Gebi. “Kok diem?”

Aku tak mendengar apa yang dikatakan sosok yang ia ajak bicara. Aku masih berharap Gebi menyebutkan nama sosok itu.

Beberapa saat kemudian.

“Oh, ya …. Maaf, salah sambung. Maaf Buk,” kata Gebi cukup pelan dan sangat sopan.

Aku sedih, karena tak sempat tahu siapa nama sosok itu. Aku juga sedikit tertawa sendiri di dalam kamar. Mungkin Gebi memencet nomor Ibu Kos atau nomor Ibu laundry, karena yang aku tahu dia tidak menyimpan kedua nomor orang penting itu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Always Be My Home
Meloghy
Flash
Salah Sambung
Sena N. A.
Cerpen
Peluru di Kepala Pacarku
Mahalawan
Cerpen
Bronze
Damai Yang Pergi
Marniati
Novel
Simpang Rasa
Putri Karang
Novel
Lahir Dari Luka
Camèlie
Flash
Segelas Susu Jahe.
C. Mahieu
Novel
LOCKDOWN
Lilis Setyowati
Skrip Film
When You are Grade 12
Atmara
Flash
Bronze
Perilaku Aneh Paman Go
Sulistiyo Suparno
Novel
SEMESTA MASIH MERESTUI
Nurhidayati
Flash
Bronze
Sahabat Lawan Jenismu
Silvarani
Skrip Film
Sejak Juni Menjadi Dingin
Ralali Sinaw
Cerpen
Bronze
Keadilan bagi seluruh penghuni tanah ini
Wachyudi
Novel
Sebelum Rumah Menjadi Sepi
GAZALI
Rekomendasi
Flash
Salah Sambung
Sena N. A.
Flash
Suapan Terakhir
Sena N. A.
Flash
Mengejar Pesawat Pembawa Uang
Sena N. A.
Flash
Kapan Aku Bangun?
Sena N. A.
Flash
Mimpi Kita
Sena N. A.
Flash
Di Kereta: Kursi Kita
Sena N. A.
Flash
Di Sebuah Hutan
Sena N. A.
Novel
Bronze
Gerbang Ke Empat
Sena N. A.
Flash
Bangku Ujian
Sena N. A.
Flash
Lelaki dengan Sepatu Jebolnya
Sena N. A.
Flash
Jam Tangan
Sena N. A.
Flash
Brownies (O)Rasa Bayar
Sena N. A.
Flash
Yang Tak Nyata
Sena N. A.
Flash
Jangan Makan Pisang Itu! Pamali!
Sena N. A.
Novel
Bronze
Dawuh
Sena N. A.