Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
CINTA TERPENDAM
2
Suka
23,262
Dibaca

Dear, Putri...

Lama nian kurangkai surat ini, tentu dengan keberanian yang seadanya pula. Keberanian yang susah payah kubangun, sejak kamu selalu hadir di mimpi hingga aku terbangun.'

Putri menghela napas. Matanya mulai berkaca. Teringat pertama kali mengenal sosok Dion yang pendiam, cerdas dan tampan.

'Dear, Putri...

Betapa hari-hariku amat tersiksa, memendam rasa yang tak pernah jua tersampaikan padamu. Tapi aku berkeyakinan, suatu saat nanti kamu akan mengetahuinya.'

Perlahan butir bening keluar dari sudut mata Putri. Mengalir, melewati pipinya yang kemerahan.

'Dear, Putri...

Maafkan aku. Kata-kataku mungkin terlalu berlebihan. Aku memang terlalu. Ya, terlalu mencintaimu! Tapi sudahlah... lupakan saja. Aku hanya ingin...'

"Tidak!" Pekik Putri, lirih. Tangannya gemetar.

"Mengapa tidak dari dulu kamu katakan itu, Dion? Mengapa?!" Butir air bening itu kian deras keluar.

'Aku hanya ingin melepas beban yang menindih di dada. Tak peduli kamu mau menerima atau tidak. Hanya ini keberanian yang kupunya. Maafkan aku, Put.'

"Dion..., jika memang kamu mencintaiku, mengapa kamu lebih dekat dengan Vera? Ke mana-mana selalu berdua. Di kantin, di perpustakaan, kamu selalu dengannya!" Tatapan getir terpancar dari mata Putri.

"Asal kamu tahu, aku pun mencintaimu, Dion! Mungkin cintaku tak kalah besar dengan cintamu... Tapi, mana mungkin aku yang menyatakan terlebihdahulu padamu?" Putri menyeka air matanya,

"Tidakkah kamu lihat, apa yang telah aku lakukan? Ini adalah bukti cintaku padamu, Dion!"

'Dear, Putri...

Dengan surat ini, aku merasa lega. Karena setelah kelulusan nanti, mungkin kita takan pernah bertemu lagi. Kamu pastinya sibuk kuliah. Sementara aku, pasti sibuk mencari kerja. Karena aku sadar, orang tuaku takan mampu membiayai kuliah. Dan asal kamu tahu, keberanianku ini pun atas dorongan dari sepupuku, Vera.'

“Vera? Vera itu, sepupu kamu?!" Mata Putri terbelalak. Rasa sesal tiba-tiba menyeruak. Tangisnya semakin memuncak.

"Tidak, Dion. Sebentar lagi kita akan bertemu.Ya, kita akan bertemu dan selalu bersama!" Putri pun memasukkan kembali kertas surat itu ke saku kemeja Dion. Dion hanya terdiam, tergeletak lemas di lantai---di samping tubuh Vera yang kondisinya sama dengan Dion. Matanya melotot, dan dari mulut keduanya mengeluarkan busa putih.

Sejurus kemudian mata Putri tertuju pada pedang Samurai yang terpajang di dinding. 

T A M A T

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Love Zero - Cinta, Omong Kosong!
Nine
Novel
TASTE OF YOUTH
Dwirulianti Midori Putri
Flash
CINTA TERPENDAM
D. Rasidi
Novel
Satu Babak
Rizky Dini Anjani
Novel
Hiraeth (Mira dan "Rumah")
Junindra Darisky Saputra
Novel
Jalan Tanpa Tepi
Nurul Fajriani
Novel
Cewek Dingin - Bodoh Amat!!
arinysaleh
Skrip Film
Nol Koma Lima
Atikah Az Zahidah
Flash
Mendarah
Ismi Chairani
Novel
Eerste Liefde
Athena Venus
Novel
Friendzone
Adella adha
Novel
Unrevealed Feelings
Rizvalinda Syahnas
Skrip Film
Borgol Dan Sepotong Cinta
Sapto Nugroho
Flash
Bronze
Pandaku oh pandaku
Sang Penari Kata
Cerpen
Bronze
KITA (Bagian Kedua)
Yohanes Kristianto Nugroho
Rekomendasi
Flash
CINTA TERPENDAM
D. Rasidi
Flash
PENYAKIT ANEH
D. Rasidi
Flash
Berkemah Di Hutan Larangan
D. Rasidi
Flash
PESTA DEMOKRASI DI DESA TELUH
D. Rasidi
Flash
SANG PUJANGGA
D. Rasidi
Flash
KASIH SAYANG YANG TERBAGI
D. Rasidi
Novel
Senandung Rindu
D. Rasidi