Explore
Pilihan
Genre
Surat dari Batavia ke Soerabaya
Jika saja desir angin bisa menyampaikan kegelisahan lewat desiran nya yang memilukan. Mungkin ruang-ruang hatiku tak terlalu kosong dan berdebu.
Surat dari Batavia ke Soerabaya

Batavia 1939

Teruntuk yang tengah berada jauh disana.

Hari ini di tempatku, Batavia. Langitnya tengah cerah anginnya berdesir-desir, rumput ilalang di dekat sungai bergoyang-goyang, indah nian dipandang. Di awang-awang aku melihat ada layang-layang yang tengah mencoba berdamai dengan angin.

Kau tau, dalam baris-baris surat ini benar-benar aku tak pandai merangkai kata. Aku tulis seadanya dan sederhana. Meski begitu, saat menulisnya aku tersenyum sampai pegal urat pipiku.

Di Soerabaya apakah kau tetap menyimpan ku dalam bilik-bilik hatimu?

Jika tidak pun tidak masalah, aku berkata terus terang. Sebagai perempuan yang didik, aku terima sehormat-hormatnya.

Salam

Sukma

1 disukai 2.1K dilihat
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Saran Flash Fiction