Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Tentang Jalan di Malioboro, Yogyakarta
0
Suka
25,769
Dibaca

"Salam dari Jogja," katanya. "Kenapa kemarin kau tak ada di tepi-tepi jalan atau seluk-beluk pasar yang ramai?"

"Kurasa aku ada di sana," orang itu berujar. "Tapi bukan di tepi jalan atau dalam pasar. Aku di sana."

"Ha?"

"Aku di sana," dia menunjuk satu arah. "Aku di jalan setapak."

"Untuk apa? Bukankah itu membosankan?"

"Merangkai kenangan," ujarnya riang. "Kau ingat? Kepingan-kepingan itu? Kursi-kursi di trotoar dan pertokoan di kanan-kiri jalan. Ah, dan lampu-lampu itu! Namun mereka hanya elok di malam hari."

"...."

"Ingat? Aku menyusuri pasar dengan sandal rumah dan kau menenteng plastik belanja yang hampir jebol karena dijejali baju dan kerajinan kayu pesanan ayahmu, lalu aku tak sengaja tersandung--untuk ketiga kalinya--karena terlalu asyik mengecek tas belanja yang kupenuhi dengan pena dan gantungan kunci."

"...."

"Lalu kita menyeberang jalan, dan tak sadar menuju kursi kosong yang sama. Tas plastikmu benar-benar hampir koyak dan kakiku agak memar karena tersandung batu. Hanya ada satu kursi kosong di trotoar, dan kita berebut tempat hingga isi tas plastikmu benar-benar tumpah ruah dan aku tersandung kaki kursi untuk yang kesekian kalinya."

"...."

"Tak ada yang mau mengalah saat itu, tapi dari situ kita saling mengenal. Aku melepas sandalku dan kau memunguti barang-barangmu. Kau sibuk minta maaf sementara aku meringis sakit seraya bergumam tak jelas,"

"Kau kebingungan dengan tas plastikmu, hingga akhirnya aku memberi usul untuk minta bantuan ke toko terdekat, dan kau pergi ke sana sementara aku menjaga belanjaanmu. Selesai urusan, dan kita berpisah, dengan ucapan terima kasih."

"...."

"Aku masih duduk menunggu nyeri reda sementara kau pergi. Aku baru saja mau memakai sandalku saat aku melihat sesuatu di dekatku--kartu pengenalmu. Berpikir kau akan membutuhkannya, akhirnya itu kusimpan karena ternyata kau hanya pelancong di sini."

"...."

"Lalu kau ingat, kan? Kita kembali bertemu di bawah cahaya lampu-lampu!"

Wajahnya berseri-seri.

"Ini Jogja, ini kenangan! Semua kenangan, tentang kita!"

Dia masih terdiam seperti tadi, memandang jalan beraspal dengan tatapan nanar dan menerawang.

.

.

Mendadak, jalan setapak itu tidak lagi membosankan seperti sebelumnya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Tentang Jalan di Malioboro, Yogyakarta
Amanda Alodyasari
Novel
Gold
KEKASIH SEMUSIM
Falcon Publishing
Skrip Film
Living Inside A Cloud
Arini Putri
Novel
My Sugar Daddy's BROTHER
Stevi Eka Safitri
Novel
Cinta Tanpa Suara
Remith G
Novel
Bronze
Temusai
Ichsan Kamil
Flash
Bronze
Papan Pembawa Perasaan
Nuel Lubis
Novel
My Weird Neighbor
andra fedya
Flash
Janji Di Semangkuk Bakso
Rahmi Azzura
Novel
Romansa Imaginer
Muhammad Arief Rahman
Novel
Bronze
LIFE OF NADIA (extended version)
mr. putri
Skrip Film
TRUE FRIENDSHIP
Siti Nurjanah
Flash
Luka Yang Tak Setara
winda nurdiana
Flash
Titip Dua Ribu Rasa
lidia afrianti
Novel
Gold
Love or Laugh
Bentang Pustaka
Rekomendasi
Flash
Tentang Jalan di Malioboro, Yogyakarta
Amanda Alodyasari