Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Logika-nya
1
Suka
4,914
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Rianti sedari tadi bersolek di depan cermin. Disisir berkali-kali rambutnya. Dipasang japit bunga mawar ungu. Kemudian dilepasnya dan diganti dengan japit bunga matahari. Menurutnya, warnanya lebih bagus jika bunga matahari dipadankan dengan bajunya yang berwarna merah delima. 

Ibu yang memperhatikan sambil menenenun sarung sutra, tersenyum melihat Rianti yang kini beranjak dewasa. Sembilan belas tahun berlalu, terasa seperti kemarin saja ibu baru melahirkannya dan menimang-nimangnya.

"Bagaimana, Bu?"

"Apa yang menurutmu cantik, akanlah terlihat cantik," jawab ibu sambil meminum teh hangatnya.

"Apakah aku cantik, Bu? Kata Alisa, aku tak secantik dia," ujar Rianti sambil memanyunkan bibirnya.

"Cantik tak cantik, kau tetaplah anak Ibu. Mereka berkata apapun, biarlah. Setidaknya tidak memperburuk hatimu yang lebih cantik jika dibandingkan yang Ibu lihat saat ini."

"Benar kaaan, aku jelek." Rianti bersedih hati dan melepas jepit bunga mataharinya.

Seketika saja ibu menuju pada Rianti lalu memeluknya dan berkata, "Cantik itu bukan soal wajah. Apalagi hal yang terpaksa karena orang lain. Cantik itu di situ," telunjuk ibu menjunjuk ke tempat jantung hati Rianti. "Setidaknya dia yang di situ tidak berubah menjadi jelek."

"Secara otomatis, jika wajahku atau penampilanku menjadi cantik ..., dia yang di sini juga akan menjadi cantik, kan Bu? Ya, logikanya begitu." Rianti yang bersidekap.

"Logika itu tidak seperti yang kau kira. Terkadang logika menyesuaikan dengan apa yang sedang kau butuhkan, kau inginkan, kau cari, kau temukan, dan yang kau tidak inginkan atau tidak kau sukai."

"Bagaimana bisa, Bu?"

Ibu mengelus bahu Rianti berkali-kali dan melebarkan bibirnya, kemudian kembali ke tempat dia menenun sarung sutra.

"Dua atau sepuluh tahun lagi, kau akan mengerti apa yang Ibu maksud." 

-Selesai-

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Terimakasih sudah mampi Kak Nur Chasanah.
Cerita yang sangat bermakna 👍🥰
Rekomendasi dari Drama
Flash
Logika-nya
Drew Andre A. Martin
Novel
Bronze
Janda Corona Menggugah
Abdul Muis Syam
Novel
Bronze
Route
Hendika A. Cantona
Novel
Gold
Northanger Abbey
Noura Publishing
Flash
Bronze
Sahabat Lawan Jenismu
Silvarani
Novel
SMA Marsh: Lady Xen Franciska
Fadila Nur Latifah
Novel
Halfway
daylight
Novel
TIGA DHARMA MENGEJAR CAHAYA
Ariyanto
Komik
Dearest
Ni Putu Winda Pramesti Dewi
Skrip Film
Darah Daging
Eko Hartono
Flash
Bronze
Pangeran di Bus Kota
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Diriku Milikku
Silvarani
Novel
Setitik Cahaya Yang Meredup
sandra firnawati
Novel
Bronze
Sofia
silvi budiyanti
Novel
Bronze
Tell Me Your Secret
Risda Ully Safitri
Rekomendasi
Flash
Logika-nya
Drew Andre A. Martin
Novel
The E.T.E.R.N.I.T.Y
Drew Andre A. Martin
Flash
Konyol Memang
Drew Andre A. Martin
Flash
Bronze
Ranum Senja
Drew Andre A. Martin
Flash
Mawar Hitam
Drew Andre A. Martin
Flash
Salah - Benar?
Drew Andre A. Martin
Flash
Mengapa Juga?
Drew Andre A. Martin
Flash
Pemuda di Ruang Rapat
Drew Andre A. Martin
Novel
Serapah Sampah
Drew Andre A. Martin