Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Lelaki dengan Sepatu Jebolnya
65
Suka
19,890
Dibaca

Terdengar langkah kaki berat di belakangku.

Aku berjalan lambat setelah langkah kaki itu semakin mendekat. Sialnya … suara itu juga mengimbangi langkah kakiku yang lambat.

Aku menoleh ke samping. Sebenarnya aku berusaha menoleh ke belakang, tapi masih tak ingin melihat. Apa atau siapa yang sebenarnya ada di belakangku? Semua hal yang berhawa horror mulai melintasi otakku. Tidak, hawa-hawa tindak kriminal juga mendominasi pikiranku. Bulu kudukkupun ikut protes atas pemikiranku. Apakah ada sosok lain di belakangku?

Aku mempercepat langkahku. Anehnya langkah kaki itu mulai samar. Akupun berjalan santai.

Tapi ….

Aku melihat layar ponselku, hanya untuk mengetahui sekarang pukul berapa. Pukul 20.03 waktu daerah setempat. Ini masih sore bukan? Biasanya aku juga melewati daerah ini. Sendiri.

Aku tak sabar mengetahui apa yang sebenarnya ada di belakangku, akupun menoleh. Aku melakukan scaning keseluruhan tampilannya.

Relief wajahnya cukup jelas. Aku hanya memprediksi saja. Usianya mungkin sekitar 50 atau 60 tahun. Rambutnya cukup tebal, sedikit terlihat kilau putih di sana. Sepertinya bukan orang jawa. Aku menebaknya, mungkin orang Sulawesi. Baju yang ia kenakan tak mewah, bahkan lebih pantas aku menyebutnya seorang pengemis. Ah … penilaianku sangat buruk mungkin. Begitupula dengan celana yang ia kenakan. Terlihat kusut dan tak terurus. Dia memakai sepatu. Sepatunya terlihat berlubang. Kalau orang desaku bilang "sepatu jebol". Jempol kakinya terlihat, bahkan di malam hari sekalipun.

Sebenarnya tidak terlalu gelap suasana saat itu. Ada beberapa cahaya lampu di pinggiran jalan, walau tak sepenuhnya menerangi.

Aku masih menghadap ke belakang, berusaha menarik kedua sudut bibirku kepada sosok yang tak jauh dari jangkauanku. Aku menundukkan badan sebagai bentuk hormatku pada sosok yang belum aku kenal.

Dia membalas senyumku.

Pikiranku semakin liar. Tak hanya horror dan kriminal, gabungan keduanya juga ada dalam pikiranku. Apakah sosok di depanku adalah manusia atau makhluk astral? Bagaimana jika sosok ini adalah sosok kiriman yang bertugas untuk merampok, lantas hilang seperti tuyul. Oh … tidak. Apakah ia akan membantaiku dengan parang yang ada di balik badannya?

“Mbak, mau kemana?” sapanya kepadaku sembari tersenyum.

Seketika aku menjawab, “emmm …. Mau ke depan Pak. Beli Tahu Tek.”

Sosok tersebut berjalan agak cepat untuk menyejajarkan langkahnya denganku.

“Saya mahasiswa Program Dotoral di situ,” ucapnya sembari menunjukkan satu bangunan menjulang tinggi yang ada di sekitar jalanan kampus.

Aku mengerutkan dahi. Lalu tersenyum kepada sosok yang sekarang ada di sebelahku, sekitar 2 langkah dariku.

“Ini kartu nama saya,” ucapnya sembari menyerahkan sebuah kartu nama kepadaku.

Tangan kananku yang memegang ponsel pintar segera memindahkan benda itu ke tangan kiri dan mengambil kartu nama yang ia sodorkan kepadaku. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (17)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Lelaki dengan Sepatu Jebolnya
Sena N. A.
Cerpen
Bronze
Dua Perempuan
Venny P.
Flash
Tidak Terdefinisi
Ryan
Novel
The Painting On The Wall
Ma'arif
Cerpen
Bronze
Cinta Bisa Sehijau Rumputan atau Seguguran Salju
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Cerpen
KAMUS 50 ISTILAH INTI VOLUME I
Tourtaleslights
Skrip Film
INDUK
M. Faizal Armandika
Flash
Jangan Makan Pisang Itu! Pamali!
Sena N. A.
Novel
Ruqyah Cirebon
Ruqyah Cirebon
Novel
Sentinel of Truth
Maquia
Cerpen
08 Air Suci
Bima Kagumi
Novel
Sisi Gelap
Ari Keling
Flash
Sintas
Ilestavan
Cerpen
Bronze
The Holders Of The Beggining
Miss Anonimity
Novel
Hitam Putih Wanasaba
Wulansaf
Rekomendasi
Flash
Lelaki dengan Sepatu Jebolnya
Sena N. A.
Flash
Jangan Makan Pisang Itu! Pamali!
Sena N. A.
Flash
Yang Tak Nyata
Sena N. A.
Flash
Di Kereta: Kursi Kita
Sena N. A.
Flash
Salah Sambung
Sena N. A.
Flash
Batal Berbuka
Sena N. A.
Flash
Bangku Ujian
Sena N. A.
Flash
Brownies (O)Rasa Bayar
Sena N. A.
Flash
Jam Tangan
Sena N. A.
Novel
Bronze
Dawuh
Sena N. A.
Flash
Mimpi Kita
Sena N. A.
Flash
Suapan Terakhir
Sena N. A.
Flash
Kapan Aku Bangun?
Sena N. A.
Flash
Di Sebuah Hutan
Sena N. A.
Novel
Bronze
Gerbang Ke Empat
Sena N. A.