Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Kama
16
Suka
19,157
Dibaca

Setahuku, mentari akan bersinar saat pagi datang dan gelap menerkam sesaat malam menjelang. Jika datang bukan pada saatnya, berarti mereka sedang mengeluh kesakitan.

Ada yang lebih menakutkan daripada hantu bagiku. Dia yang bisa merobohkan pijakan dan merenggut kehidupan. Hantu tak nampak, tetapi makhluk itu ada dan menggelayuti. Aku lebih takut akan hal itu.

Prakkk

Aku melihat matanya dengan perasaan mencekam. Sedetik, nyaliku langsung ciut dan tanganku berusaha menggapai meja. Malam pun telah kabur karena ketakutan. Perdebatan sengit telah terjadi untuk kesekian kalinya. Dia mendatangiku selangkah percis seperti sedang ada dalam ring tinju. Datang dengan gagah berani akan menghancurkan lawan, hatiku bergetar.

Entah, mungkin ke 1001 kalinya aku sudah berdebat dengannya. Rasanya berbicara dengannya selalu berakhir dengan pertengkaraan saja. Aku diam pikiranku pun buyar. Aku melayang-layang, berterbangan seperti anai-anai. Mataku berputar ke seluruh sudut dan rasanya mual. Badanku sudah menjerit kesakitan, leher tercekik diantara tangan besar yang kuat menerkam. Dia sudah seperti iblis bagiku.

Pernikahan baru hitungan bulan tak bisa menentukan kebahagiaan, tengah malam aku kemasi barang. Setelah perdebatan sengit menghabiskan emosi, aku tergopoh-gopoh melepaskan jeratan lelaki kurang waras yang sebetulnya berpendidikan.

“Kau, perempuan bodoh, mau kemana?”

Aku menatapnya sinis tak menjawab. Ia lantas bangkit dari pembaringan, menarik lenganku.

“Kalau kau pergi, kita akan bercerai.” Ancamnya kepadaku.

Aku terus melangkah. “ Ratih...” Bayu berteriak kencang.

Sekali lagi, tak aku hiraukan. Dalam hati aku menyetujuinya.

Aku berlari berpacu dengan waktu, menerobos perkebunan pohon karet dalam kegelapan malam. Mirip seperti hantu kuntilanak yang sedang berterbangan senang berkeliaran. Rasa takut pada lelaki tidak berkeprimanusiaan telah memberikanku nyali besar walau aku tinggal di pedesaan terpencil di daerah Kalimantan. Dia yang paling aku takuti, bukan hantu.

2 Tahun Berlalu

Hentakkan dari rel kereta mendecit. Aku menunggu kereta jurusan Jogjakarta tiba.

Tiba-tiba kami saling menatap, mencoba menyisihkan kebencian. Adakalanya, memaafkan menjadi pilihan yang paling tepat. Bukan karena masih mencintai, tetapi menghargai diri sendiri. Bukan untuk kembali, mendidik seseorang dengan kehilangan, dengan begitu kenangan menjadi hal yang paling berarti untuk dirinya.

Bayu masih terdiam. Sesaat, aku melihat raut wajahnya. Manusia berpacu dengan waktu, menentukan pilihan dan mencoba berbahagia. Karena terkadang bukan waktu yang akan menyembuhkan luka, namun waktu yang akan menggantinya. Kami berpapasan setelah banyak yang terlewati. Bayu berlari mengejarku.

“Kamu, kamu Ratih kan?” Dia memegang tanganku mencoba menghentikan langkah.

Aku melihat sorotan matanya.

“2 tahun kita gak ketemu, kamu makin cantik. Sekarang kamu mau kemana?”

“Jogja.” Melepas genggamannya.

“Kenapa kita gak mulai semuanya dari awal lagi. Semua orang berubah kan?” ajaknya bersemangat.

Aku melangkah pergi meninggalkannya, sendirian.

Selesai

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (9)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Kama
Gita Oktavia
Novel
Bronze
Mayat Wanita Bercadar itu, Istriku (Bukan Pesona Cleopatra)
Alibnu A.
Flash
ROH
DENI WIJAYA
Novel
Superpower - Your Life Is The Price
Alexander Blue
Novel
Rodan Rodin
HAA
Skrip Film
METASEL
iwan Kurniawan
Flash
Orang Ketiga
amunanjar
Flash
Sang Rembulan
Dhea FB
Flash
Bronze
Magnum
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Misteri kamar Bapak
muhamad zaid
Novel
Fraud, Unleash The Truth
Gilang Riyadi
Skrip Film
Death distrik
Vaearen
Cerpen
Bronze
Dua Perempuan
Venny P.
Flash
The Newbie
Via S Kim
Flash
Teh Sore untuk Emily
Haris Hidayat
Rekomendasi
Flash
Kama
Gita Oktavia
Flash
Lina Groningen
Gita Oktavia
Flash
Penulis yang Patah Hati
Gita Oktavia
Flash
Catatan Pembunuh
Gita Oktavia
Flash
Mangue-ku Mangrove
Gita Oktavia
Flash
Dalam Bayang Bulan
Gita Oktavia
Flash
Hasna Jasmine
Gita Oktavia
Novel
Kinandita
Gita Oktavia
Novel
My Andrean
Gita Oktavia
Novel
Nadir
Gita Oktavia
Flash
Dosa dari Surga
Gita Oktavia
Novel
Manggala
Gita Oktavia