Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Katanya, Bisa Cantik Karena Bedak
3
Suka
12,904
Dibaca

Dunia ini sering kali tidak adil, terutama menyangkut masalah fisik. Ada sebuah peribahasa kekinian yang mengatakan, ketika kamu good looking, maka 80% masalah hidupmu akan teratasi. Realitas yang pahit untuk kaum ‘kentang' sepertiku, tentu saja. Contoh sederhananya, banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan akan memasukkan kriteria “berpenampilan menarik” di dalamnya. Aku yang berada di bawah standar, tentu saja hanya mendapatkan—kadang kala—senyuman juga ucapan maaf.

Aku membuang napas kasar, melihat betapa ayunya seorang konten kreator yang sedang menunjukkan tutorial merias diri melalui video di internet. Dimulai dari mencuci wajah menggunakan sabun mahal—menunjukkan wajahnya yang polos tanpa riasan, tetapi tetap cantik—kemudian krim-krim wajah, serum, dan entah apa lagi karena saking banyaknya aku tidak dapat menghafalnya. Pasalnya, sebagai seorang perempuan 20-an juga, selama ini aku hanya cuci muka, pakai pelembap wajah, dan terakhir bedak bayi untuk paras pas-pasan milikku ini.

“Kenapa hidup ini enggak adil banget, ya, Yun?” ujarku pada Yuni yang tengah selonjoran nyaman di kasur single dengan seprai biru bergambar Doraemon—salah satu pengisi kamar kos ukuran 5 x 4 meter yang menjadi tempat tinggalku saat ini.

“Kalau adil, bukan hidup, Na. Itu akhirat,” timpal Yuni santai. Dia bahkan tidak melepaskan pandangan dari buku novel roman picisan di tangannya.

Aku mendengkus, mengabaikan sebentar ponsel di tangan yang masih menyala menampilkan video make-up dari Mbak Ayu. “Kamu mah enak bisa dandan, cantik pun. Kalau aku?” kataku seraya menunjuk hidung pesekku sendiri.

Yuni berdecak, iris cokelat gelapnya tertuju padaku. “Kamu ini minder terus! Sudah berapa kali kubilang, kamu itu cantik, tapi masih saja menjatuhkan diri sendiri.” Sekarang, kami saling duduk berhadapan.

“Aku enggak bisa merias diri, Yun,” kataku mencoba membela diri.

“Ana, semua perempuan itu cantik. Berhenti mengikuti dan melihat standar yang diciptakan orang-orang.”

Aku cemberut. Sekalipun Yuni mengatakan itu, realitas tetap tidak berubah terhadapku.

“Nah, kamu juga bisa jadi cantik seperti ini menggunakan bedak W ini, lo.”

Suara Mbak Ayu kembali terdengar, membuatku kembali memusatkan perhatian pada ponsel di tangan. Saat ini, perempuan berparas ayu itu tengah menunjukkan sebuah produk berupa bedak dengan merek W yang dia sebutkan dapat membuat orang jadi cantik.

“Lihat nih, Yun! Katanya, bisa cantik karena bedak.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Katanya, Bisa Cantik Karena Bedak
Dita Xian
Flash
Bronze
Kamis Mengiris
Arif Holy
Flash
Sebelum Dipanggil
hyu
Komik
KAOS HITAM
moris avisena
Flash
Salah Bini
Lebah Bergantung
Komik
Gold
Si Jenaka Nasrudin
Kwikku Creator
Cerpen
Bronze
Apakah Dunia Sekecil Gue?
Silvarani
Cerpen
Bronze
Pandawa Korporat di antara Sengkuni dan Kurawa
Setiyarini
Cerpen
Bronze
Nenek ku Super
Novita Ledo
Flash
Peri Gigi Marah
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Batu nisan dokter
andrean nopriansah
Flash
Dravoryans :Diberkati Dewa
Darian Reve
Flash
Bronze
Pesta Pernikahan
Afri Meldam
Cerpen
Bronze
Kopi 5
syaifulloh
Komik
Bronze
The Daily of ARLO
Anindosta Studios
Rekomendasi
Flash
Katanya, Bisa Cantik Karena Bedak
Dita Xian
Flash
Bronze
Tahun Ini Menyesakkan
Dita Xian
Novel
Aku Suka Merah, Bukan Biru
Dita Xian
Flash
Si Novelis Berjenggot
Dita Xian
Flash
Jiwa Dalam Kegelapan
Dita Xian