Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Cinta Karena Terbiasa
4
Suka
24,605
Dibaca

Aku jatuh cinta pada seseorang karena terbiasa. Terbiasa melihatnya setiap kali aku pulang bekerja. Terbiasa melihatnya tengah menunggu kereta di peron dua atau tiga. Terbiasa melihatnya tepat lima belas menit menuju pukul lima.

Sore ini, seperti biasa, aku tengah menunggunya di tepi peron satu Stasiun Manggarai. Biasanya dia akan turun dari kereta arah Bogor, lalu berganti kereta ke arah Bekasi.

Aku melambaikan tangan ketika melihatnya turun dari kereta. Dan ketika tatapan kita bertemu, dia pun langsung berjalan, setengah berlari, sambil tersenyum ke arahku.

Rambut sebahunya yang tergerai indah, kemeja berwarna lilac yang berpadu serasi dengan rok selutut berwarna khaki, wajahnya yang menyiratkan kelelahan setelah bekerja, tapi tidak mengurangi kecantikannya sedikit pun, benar-benar membuatku tak kuasa menahan senyum.

Aku memberinya segelas caramel macchiato yang sudah kupesan di kedai kopi yang ada di stasiun ini. Dia menerimanya sambil tersenyum dan menggumamkan kata terima kasih. Senyum yang indah.

Selama lebih dari enam bulan aku mengenalnya, aku tidak pernah menyesali pertemuanku dengannya. Aku merasa bahagia hanya dengan melihat wajahnya, meski dalam waktu yang singkat. Jatuh cinta memang sesederhana itu.

Ah tidak, ada satu hal yang aku sesali. Kenapa aku tidak bertemu dengannya lebih dulu.

Seperti biasa, sambil menunggu kereta ke arah Bekasi, kami saling bertukar cerita. Bertukar canda. Bertukar tawa. Entah kenapa dari 24 jam dalam sehari, saat-saat ini adalah waktu yang paling membahagiakan dalam hidupku.

Di depannya, aku tidak perlu menjadi orang lain. Dari sekian banyak cerita tentang hidupku, dia tetap menerimaku apa adanya. Dia tak perduli siapa diriku dan bagaimana keadaanku. Dia tetap memilih untuk selalu bersamaku.

Kring... Kring...

Tiba-tiba nada dering ponselku menginterupsi obrolan kami. Aku melirik ke arah ponselku sekilas, dan kembali menatapnya, meminta ijin untuk menjawab telepon itu.

"Angkat aja," katanya mempersilakan. Tapi aku melihat raut tidak suka sedikit terpancar di wajahnya yang cantik. Pasti dia sudah melihat siapa yang meneleponku.

Dengan bimbang aku menjawab panggilan di ponselku, "Halo? Kenapa, Sayang?"

Kulirik wanita di sampingku sekali lagi, raut wajahnya masih terlihat kegusaran yang sama, sambil sesekali ia menyesap kopinya dengan canggung. Terlihat sekali dia ingin menutupi rasa tak sukanya.

"Iya, sebentar lagi Mas pulang. Kamu tunggu di rumah, ya," balasku kepada seseorang di seberang sana. Sementara wanita disebelahku terlihat tengah membuang muka ke arah lain.

"Byee.. Salam buat my baby boy, ya. Bilang sama dia, sebentar lagi Ayah sampai rumah."

Klik. Aku pun langsung memutus panggilan tersebut dan kembali memusatkan perhatianku pada wanita disampingku.

"Maaf ya?" kataku dengan nada memelas. Tidak pernah menduga kalau istriku menelepon di saat kami tengah menghabiskan waktu berdua.

"It's okay," jawabnya dengan senyum yang dipaksakan. Mencoba untuk menelan kegetiran yang ia rasakan. Ia terlihat menahan rasa cemburu yang terpancar jelas di wajahnya.

Dan hening pun menyelimuti kami berdua. Membiarkan kami terlarut dalam pikiran dan perasaan masing-masing. Kami sadar, terkadang ada rasa ingin saling melepaskan, karena bagaimanapun hubungan ini tidak dapat dibenarkan, tapi apa daya jika kami berdua sudah terlanjur nyaman.

Inilah yang kukatakan ada satu hal yang kusesalkan. Andai aku bertemu dengannya lebih dulu, kami tidak akan menjalin hubungan, yang kata orang, terlarang ini.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Cinta Karena Terbiasa
Ismi Chairani
Novel
DRU: Rasa Menuju Pulang
Titis nariyah
Novel
Bronze
The Ghost's Problems
Sukma Nurrizki
Cerpen
Kamu Adalah Bukti Tentang Terang dan Gelapnya Hidup ini
Sayidina Ali
Novel
Bronze
ACCISMUS & PETRIKOR
Nareswari Tyaga Calya Dinhiari
Novel
Kohesif [Pujaan Hatiku Adalah Hantu]
Sihan Siregar
Novel
Cleaning Service Hati
Alfiya Fitriani
Novel
Faith and Beats
Shabrina Farha Nisa
Skrip Film
Senja dan Sebuah Kisah
Nihla Arum Fazri Ning Tyas
Cerpen
Bronze
Ketika Langit Bertemu Jingga
Imajinasiku
Novel
Fall In Love
Chaerunnisa nurul ichsani
Novel
Gold
The Crown
Bentang Pustaka
Novel
Deep Down Inside
Pia Devina
Novel
About My life
Risky Cahya Fadilla
Novel
More
Trippleju
Rekomendasi
Flash
Cinta Karena Terbiasa
Ismi Chairani
Flash
Cinta Gila
Ismi Chairani
Flash
Mendarah
Ismi Chairani