Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Mengapa Juga?
5
Suka
15,022
Dibaca

Rustandi tertawa melihat Rona yang berkomat-kamit membaca surah sembari memejamkan kedua matanya saat bertemu hantu di belakang pekarangan rumah Tandi. Sudah dua surat yang dibacanya. Namun, katanya hantu itu masih tetap di depannya.

"Kau baca surah yang itu banyak yang keliru," ujar Rustandi yang masih tergelak dan berperan sebagai penunjuk jalan. Dia masa bodoh dengan hantu yang di depannya. Apalagi hantu itu diam saja, tak menyerang apalagi menggoda. Hanya saja memang cukup menakutkan.

Rona tak peduli. Dia tetap membacanya sambil memejamkan mata dan tanganya berpegang erat lengan Rustandi.

"Semenakutkan itukah?"

"Sudahlah, jangan ganggu aku. Biar aku bisa fokus membacanya," sahut Rona yang masih memejamkan mata.

"Sudah jauh kita darinya." Rustandi menoyor kening Rona dan Rona membalas mencubit lengannya.

'Orang-orang itu lucu. Mereka lebih takut atas apa yang telah dilihatnya. Bukan pada apa yang tak dilihatnya. Lebih lagi tak mempeduli bagaimana jika yang telah dilakukan, akan berimbas balik kepadanya -sukur-sukur, kebaikan yang kembali kebaikan pula ..., lalu bagaimana jika itu kebalikan?' Rustandi berbicara dengan dirinya sendiri.

Rona yang memperhatikan Rustandi senyum-senyum sendiri, kembali mencubit lengan temannya itu sampai mengaduh.

"Kau kenapa seperti itu?"

"Tidak, tidak ada apa-apa. Memangnya ada yang aneh dengan diriku?"

"Kalau tidk aneh, mengapa juga aku mencubitmu!"

'Dasar! Susah memang jika mempunyai teman yang bisa melihat 'mereka'. Merasa dirinya sudah terbiasa, kemudian menertawai temannya jika bertemu dengan 'mereka'. Ini tidak lucu, mengapa juga dia seperti melihat lelucon? Senyam-senyum seperti tak ada salah, pun.' Napas berat diembuskan Rona.

-Selesai-

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Mengapa Juga?
Drew Andre A. Martin
Cerpen
Bronze
Indigo
Christian Shonda Benyamin
Flash
DINARA Tak Ada Lagi Jalan Pulang
Hans Wysiwyg
Novel
Gold
The Boy Who Drew Monsters
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Liturgi Daging Yang Bernyanyi
NRP
Cerpen
Bronze
Luca Matthijs van der Zee
Allamanda Cathartica
Novel
Bronze
Sumur Ditengah Hutan
Faizal Ablansah Anandita, dr
Cerpen
Bronze
Genderuwo Penculik Istriku
Yuisurma
Novel
Gold
Fantasteen Ghost Dormitory in Den Haag
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Oleh-oleh
Ari S. Effendy
Novel
Keluarga Darayan, Misteri Rumah Gadai
Sisca Wiryawan
Cerpen
Bronze
Pesugihan Makhluk Pemakan Janin
Salim
Novel
Bronze
Tingkah Aneh Istriku
Diyah Islami
Cerpen
Bronze
Bunker Jepang
Christian Shonda Benyamin
Flash
Cahaya di Ujung Terowongan
Ahmad R. Madani
Rekomendasi
Flash
Mengapa Juga?
Drew Andre A. Martin
Flash
Logika-nya
Drew Andre A. Martin
Flash
Mawar Hitam
Drew Andre A. Martin
Flash
Salah - Benar?
Drew Andre A. Martin
Novel
Ruang Raung
Drew Andre A. Martin
Flash
Bronze
Ranum Senja
Drew Andre A. Martin
Flash
Konyol Memang
Drew Andre A. Martin
Flash
Pemuda di Ruang Rapat
Drew Andre A. Martin
Novel
The E.T.E.R.N.I.T.Y
Drew Andre A. Martin