Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Mengapa Juga?
5
Suka
13,652
Dibaca

Rustandi tertawa melihat Rona yang berkomat-kamit membaca surah sembari memejamkan kedua matanya saat bertemu hantu di belakang pekarangan rumah Tandi. Sudah dua surat yang dibacanya. Namun, katanya hantu itu masih tetap di depannya.

"Kau baca surah yang itu banyak yang keliru," ujar Rustandi yang masih tergelak dan berperan sebagai penunjuk jalan. Dia masa bodoh dengan hantu yang di depannya. Apalagi hantu itu diam saja, tak menyerang apalagi menggoda. Hanya saja memang cukup menakutkan.

Rona tak peduli. Dia tetap membacanya sambil memejamkan mata dan tanganya berpegang erat lengan Rustandi.

"Semenakutkan itukah?"

"Sudahlah, jangan ganggu aku. Biar aku bisa fokus membacanya," sahut Rona yang masih memejamkan mata.

"Sudah jauh kita darinya." Rustandi menoyor kening Rona dan Rona membalas mencubit lengannya.

'Orang-orang itu lucu. Mereka lebih takut atas apa yang telah dilihatnya. Bukan pada apa yang tak dilihatnya. Lebih lagi tak mempeduli bagaimana jika yang telah dilakukan, akan berimbas balik kepadanya -sukur-sukur, kebaikan yang kembali kebaikan pula ..., lalu bagaimana jika itu kebalikan?' Rustandi berbicara dengan dirinya sendiri.

Rona yang memperhatikan Rustandi senyum-senyum sendiri, kembali mencubit lengan temannya itu sampai mengaduh.

"Kau kenapa seperti itu?"

"Tidak, tidak ada apa-apa. Memangnya ada yang aneh dengan diriku?"

"Kalau tidk aneh, mengapa juga aku mencubitmu!"

'Dasar! Susah memang jika mempunyai teman yang bisa melihat 'mereka'. Merasa dirinya sudah terbiasa, kemudian menertawai temannya jika bertemu dengan 'mereka'. Ini tidak lucu, mengapa juga dia seperti melihat lelucon? Senyam-senyum seperti tak ada salah, pun.' Napas berat diembuskan Rona.

-Selesai-

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Mengapa Juga?
Drew Andre A. Martin
Flash
Bronze
Diary
Deandrey Putra
Flash
Sajen
Lovaerina
Flash
Gelap Gulita
Celica Yuzi
Flash
LEMBUR
Destiara Kim
Novel
ZOMBI DAN MEREKA YANG TAK BISA MATI
Meliana
Novel
Missing
Nathaniel Deandre Devin Subagia
Novel
Lenggak Tak Berkelok
Mahina 'Ai
Novel
Bronze
Derflow dan Delusi
White Blossom
Flash
Ayo Ikut
Laila NF
Cerpen
Bronze
Rumah Nene
Nuraini Mastura
Flash
16.00
Rexa Strudel
Novel
Di Antara Rumah yang Kosong
Imajiner
Novel
NAPAS TERAKHIR
Maria Merianti Boru Malau
Flash
Bronze
Pemakaman Jhon Mortonson karya Ambrosr Bierce penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Rekomendasi
Flash
Mengapa Juga?
Drew Andre A. Martin
Flash
Logika-nya
Drew Andre A. Martin
Novel
The E.T.E.R.N.I.T.Y
Drew Andre A. Martin
Flash
Mawar Hitam
Drew Andre A. Martin
Flash
Bronze
Ranum Senja
Drew Andre A. Martin
Novel
Ruang Raung
Drew Andre A. Martin
Flash
Pemuda di Ruang Rapat
Drew Andre A. Martin
Flash
Konyol Memang
Drew Andre A. Martin
Flash
Salah - Benar?
Drew Andre A. Martin