Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Antara Pelangi dan Matahari
4
Suka
30,246
Dibaca

Mata itu menatapku tajam. Nyalanya menghujam. Bukan karena kemarahan yang merajam, namun lebih karena kesedihan yang terpendam.

“Mengapa kau mengusirku dari sini?” tanya dia.

“Dia tidak menginginkanmu untuk ada di sini,” jawabku.

“Tapi kau bilang kau menyayangiku,” balasnya.

“Aku peduli pada kaummu, tapi bukan berarti aku menginginkan salah satunya untuk menjadi milikku,” jelasku.

“Kau selalu mencariku bila kau sendiri,” keluhnya lagi.

“Karena itu satu-satunya momen untukku bisa memeluk dan membelaimu,” kataku dengan malas.

“Kau lebih memilih dia ketimbang aku,” dia mengeluh.

“Tentu saja. Dia memilikiku. Dia mengasihiku. Dia penuhi semua keinginanku,” aku bersikukuh.

“Dia tidak mau memenuhi keinginanmu yang satu itu: membiarkanku hadir di sini.”

“Itu karena dia tidak tahan dengan dirimu, dengan kaummu.”

“Karena kaumku tidak lebih dari sekadar hama di matanya?”

“Aku tidak tahu itu. Yang jelas sejak awal kami sepakat untuk tinggal bersama, dia tidak ingin ada kaummu hadir di antara kami.”

“Dan kau mengiyakan itu, padahal kau begitu memedulikan kaumku,” kata dia dengan sedih.

“Aku tidak punya pilihan. Dia mampu memberiku masa depan,” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Sudah enggan aku berdebat. “Aku sudah memberimu makan, membiarkanmu datang ketika dia pergi menjemput impian. Tidakkah bagimu itu cukup menyenangkan?”

“Aku merasa seperti pelangi. Yang setiap hujan usai kau cari. Lalu harus pergi menghilang ketika datang matahari.” Dia lalu berdiri.

“Apakah kau hendak pergi?” tanyaku.

Aku mendengar derap kaki mendekati. “Sayang, kamu kok tidur di sini?”

Perlahan aku membuka mataku, melihat pemilik mata itu merenggangkan keempat kakinya, lalu bersuara sebelum pergi. “Miauw…!”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (4)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Cinta Yang Hilang
Dewi Muliyawan
Flash
Lidah Tetangga
Selvi Nofitasari
Flash
Antara Pelangi dan Matahari
Lita Soerjadinata
Flash
Bronze
Cincin di Kala Hampa
verlit ivana
Cerpen
Bronze
Tengkorak Kakek di Makam Pahlawan
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Noda Darah Dan Senyum Kecil : Jalan Panjang Sang Raja Pasar
muhamad jumari
Cerpen
Dan Semua Orang Bertepuk Tangan
Rie Yanti
Novel
Rindu Yang Tak Terlihat ~Novel~
Herman Siem
Flash
Selamat Ultah, Bocil!
Ralali Sinaw
Cerpen
Bronze
Sebilah Parang dan Tugas Terakhir Paman Ahdi
Habel Rajavani
Novel
Titik Terang
Adira Putri Aliffa
Flash
Delusi Cinta
Ilestavan
Flash
Memori Berduri
Edelmira (Elmira Rahma)
Flash
KADO
Cassandra Reina
Flash
Bronze
Kala Sains Sebatas Pratikum Politik Jilid 2
Silvarani
Rekomendasi
Flash
Antara Pelangi dan Matahari
Lita Soerjadinata
Novel
Bronze
Tarupala
Lita Soerjadinata
Flash
Ruang dan Waktu Membuat Kita Terhenti
Lita Soerjadinata
Flash
Di Ujung Jalan Ini Aku Menangisimu
Lita Soerjadinata