Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Bocah Besar
1
Suka
35,129
Dibaca

Lelah dengan harinya yang membosankan, bocah besar itu berjalan ke kamarnya lalu menjerit sekuat tenaga, "Ma!!!"

"Iya, anak manis," sahut ibunya yang sedang memasak di dapur. "Kenapa lagi kamu?"

"Aku ingin tidur pulas 24 jam," seru si bocah besar. "Pastikan tidak ada yang menggangguku. Oke?!"

"Ya, oke," kata ibunya sambil mengirisi wortel untuk sup kesukaan suaminya.

Si bocah besar akhirnya terlentang di kasurnya. Ia sadar bahwa ia tidak bisa tertidur dengan cepat, dan ia sadar juga bahwa tak ada yang lebih membosankan daripada menunggu untuk tertidur. Maka ia membaca buku yang membosankan untuk dibacanya. Ia mengambil buku Pengantar Politik yang tebal yang sering kali jatuh menimpa wajahnya.

Di dapur, si ibu telah selesai mencincang daging sapi menjadi dadu-dadu kecil untuk kemudian dibenamkan ke dalam kuah sup lalu diikuti dengan wortel, kentang, buncis, kol, kubis, tomat, seledri, dan daun bawang.

Si ibu mulai menghidangkan masakannya yang menggugah itu ke atas meja, dan suaminya segera duduk di meja makan dengan wajah yang sumringah. Namun, kesumringahan tersebut rak bertahan lama sebab ia tak mendapatkan anaknya duduk bersamanya.

"Ke mana dia?"

"Tidur," jawab si ibu. "Untuk 24 jam."

"Kenapa?"

"Entahlah."

"Akan kubangunkan dia," si suami bangkit dari kursi.

"Sebaiknya kita tidak mengganggunya."

"Sebaiknya kita membangunkannya atau dia akan tumbuh jadi pemalas."

"Aku tidak masalah kalau dia jadi pemalas."

"Kau terlalu memanjakannya!"

Si suami membawa mangkuk yang telah berisi nasi dengan sup sayur dan daging. Sambil berjalan ke luar rumah menuju meja di teras, ia menghirup aroma supnya yang menggiurkan.

Si ibu merasa bangga karena telah memenuhi amanat dari anaknya untuk tidak membiarkan siapa pun mengganggu tidurnya. Ia mencoba menengoknya, membuka pintu kamar si bocah besar.

Dan betapa lebar senyum si ibu menyaksikan anaknya tertidur mendengkur dengan muka tertutup buku Pengantar Politik.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Hope
Blahblahblah
Novel
ORANG YANG DATANG
Aga Lesmana
Novel
Izinkan Aku Lepas
Martha Han
Flash
Bocah Besar
Zusfani
Flash
Ikan adalah Luka
Jasma Ryadi
Novel
Talambek Pulang
Zahir
Novel
Untuk Kamu
Sucayono
Novel
Ketika Sulung Perempuan Memikul Banyak Derita dan Berakhir Menjadi Pembunuh
Autami Anita
Flash
Museum Kenangan
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Bukan Cerpen Mellow
Herumawan Prasetyo Adhie
Novel
Bronze
When You Believe
Mell Shaliha
Novel
Bronze
BUKU HARIAN MINTARSIH
Ac Erri Yurita S
Novel
Bronze
Rentang dan Rajut
Cicilia Oday
Flash
Bronze
Rasa Yang Tertinggal
Aizawa
Flash
Bronze
Di Sebuah Showroom Mobil
Nuel Lubis
Rekomendasi
Flash
Bocah Besar
Zusfani
Flash
Sebuah Pertengkaran di Toilet Umum di Tepi Sungai
Zusfani