Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Bocah Besar
2
Suka
36,626
Dibaca

Lelah dengan harinya yang membosankan, bocah besar itu berjalan ke kamarnya lalu menjerit sekuat tenaga, "Ma!!!"

"Iya, anak manis," sahut ibunya yang sedang memasak di dapur. "Kenapa lagi kamu?"

"Aku ingin tidur pulas 24 jam," seru si bocah besar. "Pastikan tidak ada yang menggangguku. Oke?!"

"Ya, oke," kata ibunya sambil mengirisi wortel untuk sup kesukaan suaminya.

Si bocah besar akhirnya terlentang di kasurnya. Ia sadar bahwa ia tidak bisa tertidur dengan cepat, dan ia sadar juga bahwa tak ada yang lebih membosankan daripada menunggu untuk tertidur. Maka ia membaca buku yang membosankan untuk dibacanya. Ia mengambil buku Pengantar Politik yang tebal yang sering kali jatuh menimpa wajahnya.

Di dapur, si ibu telah selesai mencincang daging sapi menjadi dadu-dadu kecil untuk kemudian dibenamkan ke dalam kuah sup lalu diikuti dengan wortel, kentang, buncis, kol, kubis, tomat, seledri, dan daun bawang.

Si ibu mulai menghidangkan masakannya yang menggugah itu ke atas meja, dan suaminya segera duduk di meja makan dengan wajah yang sumringah. Namun, kesumringahan tersebut rak bertahan lama sebab ia tak mendapatkan anaknya duduk bersamanya.

"Ke mana dia?"

"Tidur," jawab si ibu. "Untuk 24 jam."

"Kenapa?"

"Entahlah."

"Akan kubangunkan dia," si suami bangkit dari kursi.

"Sebaiknya kita tidak mengganggunya."

"Sebaiknya kita membangunkannya atau dia akan tumbuh jadi pemalas."

"Aku tidak masalah kalau dia jadi pemalas."

"Kau terlalu memanjakannya!"

Si suami membawa mangkuk yang telah berisi nasi dengan sup sayur dan daging. Sambil berjalan ke luar rumah menuju meja di teras, ia menghirup aroma supnya yang menggiurkan.

Si ibu merasa bangga karena telah memenuhi amanat dari anaknya untuk tidak membiarkan siapa pun mengganggu tidurnya. Ia mencoba menengoknya, membuka pintu kamar si bocah besar.

Dan betapa lebar senyum si ibu menyaksikan anaknya tertidur mendengkur dengan muka tertutup buku Pengantar Politik.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Bocah Besar
Zusfani
Novel
Kelabu
Dalavunii
Novel
Bronze
Arsya
Aisya MJ
Novel
Pena Antik. The Four Steps of Love
Setyawan Lam
Novel
Gold
KKPK Kembaran Mama
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Seseorang yang putus asa
AlifatulM
Novel
Keluar(ga)
UBI Master
Cerpen
Tekanan
M. Ferdiansyah
Flash
Menolak Lupa 2
Shin No Hikari
Flash
Bronze
Aku, Dia dan Sahabatku
Christya Dita Yeskiaulina
Flash
Bronze
Cinta Satu Malam
silvi budiyanti
Skrip Film
warteg
Ainun
Flash
Janji
Nisa
Flash
Remuk Bersama Rindu
Nimas Rassa Shienta Azzahra
Flash
Ketupat Sayur Sudah Basi
Lisnawati
Rekomendasi
Flash
Bocah Besar
Zusfani
Flash
Sebuah Pertengkaran di Toilet Umum di Tepi Sungai
Zusfani