Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Wanita Tua dan Tangisnya
5
Suka
15,303
Dibaca

Malam begitu syahdu terasa sangat menenangkan jiwa. Angin berembus gemulai menerpa kulit memberikan sejuk pada setiap kesahku. Membuat mata mengatup pelan-pelan merasai damai dan tentram sejenak. Membiarkan telingaku yang berjaga untuk saat ini. 

Mataku terbuka cepat tatkala mendengar suara tangis memilukan di balik tirai. Segera aku mencari asal suara itu muncul. Oh, ternyata ... seorang wanita tua sedang duduk di balkon kamarku. Matanya nampak sendu dengan air mata berjatuhan tiada henti. Tangannya menutupi sebagian wajah sehingga tak kudapati rupa itu seutuhnya. Aku menyapanya sekali, tetapi tiada diindahkan.

"Nek ...." Aku menyapanya lagi lebih lembut. Dia masih betah dengan isakannya. Tubuhnya bergetr naik turun, rambutnya yang memutih ikut tergerak-gerak. 

"Nek ...." Ini kali ketiga aku memanggilnya. Kali ini, dia berhenti dari isakannya. Lalu mendongakkan kepala membalas tatapanku. 

"Nenek kenapa?" Ia hanya diam, tapi terus memandangiku lekat. Bola matanya yang hitam legam, menyorot tajam ke arahku. 

Dia bangkit dan mulai mendekatiku. Seraya mengusap buliran yang terus mengaliri pipi keriputnya. Perlahan namun pasti, dia menyeringai. Seringainya terasa aneh sekaligus memberikan efek ngeri saat melihatnya. Bulu kudukku meregang, jantung semakin kencang ritmenya. 

Wajah itu perlahan berubah. Lama kelamaan menampilkan taring yang semakin memanjang. Aku menjerit seketika. Namun, kakiku seolah terpaku tiada bisa berlari. Sampai ia berhasil mencekikku kuat, semakin kuat. Diiringi tawa menggelegar memenuhi ruangan. 

Aku mendorongnya tak kalah kuat. Memukul-mukul dadanya dengan kencang. Anehnya, ia terus saja menyeringai mengerikan. Sampai akhirnya, mendadak ia terjungkal dengan sendirinya saat aku merapalkan kalimat-kalimat tauhid. 

"Astaghfirullah!!!" Aku membuka mataku saat itu juga. Kemudian berpindah ke tempat tidur. Tak lupa menutup kembali pintu balkon. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Wanita Tua dan Tangisnya
Lebah Bergantung
Flash
Horror
Fathan Karim Musyafar
Flash
Bronze
Tumbal di Sumur Tua
Risti Windri Pabendan
Novel
Gold
Surat dari Kematian
Falcon Publishing
Cerpen
Bronze
Canda berujung petaka. Malam jum'at kliwon
Bang Jay
Cerpen
Bronze
LANGKAH KETUJUH DARI LIANG
glowedy
Novel
Keluarga Darayan, Misteri Rumah Gadai
Sisca Wiryawan
Flash
Bronze
Payung Hitam
Herman Siem
Flash
Liputan Hantu +62
Ilfi Rahmadani
Cerpen
Bronze
Penakluk Jiwa Gelisah
Iman Ali Janovit
Cerpen
Bronze
Tersesat Di Desa Sesat
Novita Ledo
Cerpen
Bronze
Shift Tiga
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Rumah dan Rumah Itu
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Imajiner Yang Nyata
Christian Shonda Benyamin
Komik
TOLONG KAMI
Andrianto
Rekomendasi
Flash
Wanita Tua dan Tangisnya
Lebah Bergantung
Flash
Dipaksa KAWIN!
Lebah Bergantung
Novel
KEJORA
Lebah Bergantung
Flash
Pertunjukan Malam
Lebah Bergantung
Flash
Ilusi Makhluk Astral
Lebah Bergantung
Flash
Masker untuk FARHAN
Lebah Bergantung
Flash
Salah Bini
Lebah Bergantung
Flash
Orang di Peron Kereta
Lebah Bergantung