Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Wanita Berbaju Putih
1
Suka
17,171
Dibaca

      Malam itu sekitar pukul tujuh, aku duduk di kursi bambu yang ada di tepi lapangan bersama Aslan, anak tetanggaku, kebetulan ibunya sedang menyiapkan makanan untuk acara lomba badminton. Aslan ini usianya baru tiga tahun, sedangkan aku masih duduk di bangku kelas empat SD. Awalnya aku hanya memerhatikan beberapa teman yang sibuk bermain di tengah lapang sebelum acara lomba di mulai seraya memeganggi Aslan yang tengah berdiri menatap ke arah timur. Di bagian sana kebetulan sebuah kebun dengan pohon beringin besar dan beberapa kuburan tua.

           Aku mengikuti tatapannya, lalu bertanya, “Aslan, lihat apa di sana? Ih gelap,” kataku dengan nada menakut-nakutinya. Dan dengan polosnya ia menjawab, “Teteh1, di sana ada yang ngelihatin. Perempuan pake baju putih.” Ia menunjuk kearah rimbun semak-semak. Aku terpaku beberapa saat, kemudian menggendongnya dan membawa ia masuk ke rumah, yang kebetulan rumah itu tak jauh di belakang tempat duduk. Aku bergegas menceritakan hal tersebut kepada ibunya.

           “Sini, pake kutek dulu biar kasep2,” seru ibunya sembari mengolesi potongan bawang ke semua kuku tangan dan kaki Aslan, lalu Beliau menatapku, “Jangan kasih tahu siapa-siapa. Nera, mau pulang nggak? Nanti Papah Aslan yang antar.”

           Saat itu aku menolak untuk pulang karena tidak merasakan apapun. Benar-benar tidak ada rasa takut atau sesuatu yang dapat membuatku merasa menggigil dingin. Setelahnya aku malah bermain ke tengah lapangan bersama anak lain sampai akhirnya Bapak datang untuk memintaku pulang.

           Keesokan harinya, begitu masuk rumah setelah pulang sekolah mendadak bulu romaku mengejang semua ketika membuka pintu. Kebetulan kedua orangtuaku bekerja, jadi rumah selalu sepi ditambah suasana rumah yang sedikit gelap karena di samping bangunanku ada rumah besar yang menghalangi sinar matahari untuk memancar ke dalam. Tapi aku berusaha menepisnya dan dengan santai membuka seragam sekolahku dan membuka lemari untuk mengambil sepasang baju. Setelah pintu lemari tertutup kulihat seorang wanita berambut panjang dengan gaun putih berayun-ayun di belakangku. Wajahnya pucat pasi dengan seringai senyuman, kedua mataku terpaku menatap cermin lemari, setelah otakku sadar dan memberi informasi tentang siapa wanita itu, aku bergegas lari terbirit-birit menuju rumah temanku tanpa mengenakan pakaian, hanya kaos dan celana dalam. Sesampainya di rumah temanku, aku bergegas memakai sepasang baju yang kubawa lari, sampai saat ini aku tidak berani mencitakan hal itu pada siapa pun karena aku berpikir dia mungkin akan kembali lagi jika aku membocorkan apa yang terjadi. Bahkan saat ibu temanku bertanya perihal apa yang kualami, aku menjawabnya dengan candaan, walau tubuhku masih gemetar dengan wajah panik.

           Beberapa hari berlalu dengan baik-baik saja, tidak pernah lagi kulihat wanita itu, mungkin karena aku bungkam. Entahlah …

1.teteh = panggilan untuk kakak perempuan

2.kasep = tampan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Novel
Lenggak Tak Berkelok
Mahina 'Ai
Flash
Wanita Berbaju Putih
Gravyyy
Flash
Hidup tanpa Warna
SURIYANA
Novel
Mengawat Kisikan
heriwidianto
Flash
Bronze
Gadis Bersenandung
Sunarti
Flash
Pasar Bola Mata
Carolina Ratri
Cerpen
Bronze
TERIAKAN SETAN
zidan fadlan robbah
Cerpen
Bronze
Ruko Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Skrip Film
Timur Tempat Berkumpul Setan
Herman Siem
Flash
Setelah Aku Mati
Vanillarose
Flash
Parade Kunang-kunang
Ragiel JP
Novel
LUMINOUS: A World Full Of Mystery and The Darkness
Dito Bagus Chandra
Cerpen
Bronze
Rahma
Rere Valencia
Novel
Bronze
Pedalaman Gumantra
Randy Arya
Flash
Bronze
Pertemuan Arwah
Dewie Sudarsh
Rekomendasi
Flash
Wanita Berbaju Putih
Gravyyy
Novel
April's Diary
Gravyyy
Flash
Givers Of Death
Gravyyy
Novel
A Thousand Lights
Gravyyy
Flash
a Thousand Years
Gravyyy
Flash
Pohon Kematian
Gravyyy