Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Indigo
3
Suka
20,899
Dibaca

Aku akan memberitahu kalian sebuah kebenaran yang akan membuat banyak sekali orang yang mengaku indigo, bisa melihat apa yang orang lain tidak lihat, atau apa saja sebutan yang mereka inginkan, marah besar. Kebenarannya adalah: mereka semua pembohong besar. 

Hanya ada 2 tipe manusia yang mengaku indigo. Pertama, mereka berhalusinasi, entah itu sadar atau tidak sadar, dan yang kedua, mereka penipu. Untuk tipe yang pertama, mereka butuh pengobatan, sedangkan yang kedua, aku harap siapapun yang mendengar ocehan mereka cukup pintar untuk sadar bahwa dia sedang dibodohi.

Indigo bukan sebuah anugerah yang layak dipamerkan. Itu adalah kutukan. Bisa melihat yang seharusnya tidak dilihat, mendengar apa yang seharusnya tidak didengar, disentuh oleh sesuatu yang seharusnya tidak bisa menyentuhmu, apa kalian pikir itu bukan kutukan?

Kenapa aku bisa bilang begini? Karena aku pun membawa kutukan itu. Seperti semua orang tidak beruntung di dunia ini yang terlahir sepertiku, kami memilih diam dan merahasiakan hal ini.

Bagaimana bisa seseorang menyebut kemampuan ini sebuah anugerah ketika hampir setiap hari aku bertanya-tanya kapan aku akan mati kena serangan jantung karena dikejutkan oleh kehadiran mereka? Tidurku tidak pernah nyenyak, kepalaku selalu sakit karena suara dan bunyi-bunyian yang mereka sebabkan. Pendapatku tidak akan berubah, siapapun yang mengaku kutukan ini adalah anugerah sudah bisa dipastikan tidak waras!

Lagipula, untuk apa membicarakan mereka? Hanya akan mengundang perhatian. Setiap kali manusia membicarakan mereka, mereka akan semakin berkumpul di sekitar kalian. Mereka senang dibicarakan.

Bagi yang tidak punya kutukan ini, kalian akan menikmati perasaan takut dan merinding saat bercerita tentang mereka. Tapi aku, aku benci melihat mereka bersemangat, berdiri di belakang punggung kalian, di belakang punggungku, mendengarkan dengan seksama cerita tentang mereka. Aku tidak pernah terbiasa dengan kehadiran mereka, tidak akan ada yang pernah terbiasa.

Aku tidak pernah punya urusan dan tidak mau berurusan dengan orang-orang yang mengaku indigo. Mau membohongi satu negara atau seisi dunia juga terserah, aku tidak peduli.

Waktuku sudah habis berpura-pura hidup normal, berpura-pura tidak mencium bau sangit menjijikkan yang dikeluarkan oleh mereka, berpura-pura tidak melihat mereka menyeringai dengan bentuk mulut mengerikan dan jumlah gigi tidak lazim, berpura-pura tidak bangun di malam hari saat mereka menggoyang-goyangkan tempat tidur, atau berdiri di belakangku saat aku mandi.

Aku dan semua pemilik kutukan ini harusnya dikasihani.

Oh, ya... kamu juga seharusnya dikasihani.

Karena mereka melihatmu memilih cerita ini. Seperti yang aku bilang tadi, mereka senang dibicarakan. Mereka ingin tahu apa reaksimu setelah tahu kebenaran ini. Kebenaran bahwa kamu tidak bisa melihat mereka, tapi mereka bisa melihatmu.

Lihat, aku benci ketika mereka melakukan itu; terkekeh senang seperti diajak bermain saat manusia membicarakannya. Sekarang mereka akan lebih sering mengunjungimu karena kamu sudah tahu kebenaran ini.

Hei, jangan lihat ke belakang. Percuma. Mereka tahu kamu akan mencoba melihat ke belakang. Percuma juga melihat ke kiri atau kanan, tidak akan ada. Mereka hanya akan menikmati ini seperti permainan petak umpet.

Sudahlah, selesaikan membaca cerita ini, dan jangan pernah melihat ke atas!

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Indigo
Tamalea Husein Irawan
Flash
Siapa Disana?
D.Agustin
Novel
Lemari Tua
Monica Melinda
Skrip Film
Zona Zombie
Herman Sim
Flash
SEPULANG REUNI IBU SAKIT
Hans Wysiwyg
Flash
Mimpi Terjatuh
Ahmad R. Madani
Novel
Gold
Kagome-Kagome
Noura Publishing
Flash
Bronze
CCTV & Videocall
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Sahabat Ku Maafkan Aku
Christian Shonda Benyamin
Skrip Film
PESUGIHAN NASI GORENG
Onet Adithia Rizlan
Flash
Monster di Dalam Lemari
Nurai Husnayah
Flash
Arisa
Jasma Ryadi
Flash
Mengapa Juga?
Drew Andre A. Martin
Flash
Sembilan
Fajar R
Novel
Bronze
CURSE
Yattis Ai
Rekomendasi
Flash
Indigo
Tamalea Husein Irawan
Skrip Film
How Are You, Really?
Tamalea Husein Irawan