Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Pengorbanan Ivan
3
Suka
32,795
Dibaca

"Nda, dapat salam dari Mas Ivan. Salam rindu katanya, " Wina memberikan kabar kepada Nanda.

Hanya senyuman ketus saja balasan dari Nanda. Dia tidak begitu merespon dengan baik, dia bersikap biasa-biasa saja, mendengar apa yang di omongkan oleh Wina. Hanya seperti angin lalu saja.

Perempuan kelahiran 98 itu bersikukuh dalam menjaga prinsipnya. Dia tidak akan pacaran, apalagi main-main semasa masih duduk di bangku sekolah.

Kelembutan sikap dan ketegasan dalam berbicara,bertindak dan memutuskan sesuatu, serta kecantikan wajahnya menjadi ciri khas dari Nanda. Hal itulah yang membuat cowok-cowok banyak yang jatuh hati pada Nanda. Tetapi tidak ada satu pun yang bisa menggoyahkan hatinya.

Melihat sikap Nanda yang begitu, bukan jadi alesan untuk menjauh, akan tetapi hal itu menjadi tantangan sendiri bagi Ivan.

Ivan. Cowok yang tidak pernah menyerah untuk mendapatkan cintanya Nanda. Sudah dua kali dia ditolak olehnya. Bukan malah menyerah, eh tolakan dari Nanda itu, membuatnya semakin penasaran.

Setiap hari, tidak pernah absen untuk menitip salam pada Wina untuk Nanda. Namun, Lagi-lagi tiada balasan. Bukannya menambah simpati Nanda malah bikin sebel saja.

Merasa risih dengan titipan salam-salam itu, Nanda bilang kepada Wina, agar tidak membawa titipan-titipan itu lagi saat pagi hari.

"Win, memangnya tidak bosan apa, tiap hari membawa salam-salam itu terus?"

"Hahahaha."

Wina tidak menanggapi, malah ngetawain.

Wina tahu, sikap juteknya temennya yang satu ini. Bukan Wina kalau tidak bisa membujuk orang.

"Aneh Nda kamu. Bukannya senang, malah jutek saja, manyun pula bibir lo, tuh tuh udah kayak emak-emak yang mau marah-marah," Wina meledeknya.

"Ih, apaan sih kamu. Biasa kali."

"Biasa apa suka?"

Nanda semakin kesal dengan ulah sahabatnya itu, bukannya membantu malah ngeledek pula.

"Terserah."

Setelah keduanya saling adu argumen, tiba-tiba Ivan lewat depan kelasnya. Ulah jail Wina keluar lagi.

Wina sengaja memanggil Ivan untuk gabung dalam obrolannya. Hal itu membuat Nanda semakin kesal sama Wina.

"Van, sini dong, temenin kita, ikutan ngobrol, mumpung ada bidadari idaman kamu nih."

Kesempatan tidak akan datang dua kali. Ivan mengiyakan ajakan Wina, meskipun membuat Nanda sebel. Tapi, tak apalah, kapan lagi bisa memandang wanita secantik dia lagi.

"Hai, Nda," sapa Ivan.

Hanya anggukan saja dari Nanda. Dengan wajah juteknya.

"Jutek amat sih," rayu Ivan.

"Emang gitu Van, sok-sokan jutek, padahal.......

Nanda memotong pembicaraan Wina, karena dia tahu, pasti Wina akan ngomong yang tidak-tidak.

" Ih, ih, apaan sih, malu-malu apa mau nih ye, sebenarnya mau kan, " ledek Wina.

"Apaan sih Win. Gak jelas loh," sahut Nanda.

Melihat kekesalan Nanda, Ivan semakin terpesona. Bukan terlihat jelek, eh malah tambah manis saja ini orang. Dia hanya senyum-senyum saja melihat ulah mereka.

Jangan menyerah Van, kamu pasti bisa. Menguatkan dirinya sendiri. Nanda pasti menerima kamu untuk yang ketiga kalinya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Pengorbanan Ivan
Khoirul Anam
Novel
Bronze
Jodoh Oh Jodoh
Farah Salma Putriani
Flash
Pertemuan Keluarga
Singkat Cerita
Cerpen
Bronze
Si Jomblo yang Beruntung
ARYA SIDIQ
Novel
I Want To Die, But I Want To Write About You
Tngkbll
Novel
My dear, Ari: Je t'aime
NO-NAME
Novel
SUNRISE
Kala Hujan
Novel
Sebait Rindu untuk Ibu Guru
Kandil Sukma Ayu
Komik
Bronze
g punk
Jefrianto
Skrip Film
Sayembara Man
revin palung
Cerpen
Bronze
Without You
lidia afrianti
Novel
Dilema di Ujung Senja
Lestari Senja
Flash
HAMPARAN SAJADAH TERAKHIR UNTUK BAPAK
Siraru
Flash
Bukan Pujangga Bermulut Manis
pelantunkata
Flash
KEDASIH
Keita Puspa
Rekomendasi
Flash
Pengorbanan Ivan
Khoirul Anam
Flash
Ridho Ibu
Khoirul Anam
Flash
Naila & Hypothermia
Khoirul Anam