Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Berakhir
2
Suka
36,718
Dibaca

"KUSHI keguguran?"

Keluarga besar Raizada hampir tidak memercayai apa yang baru saja mereka dengar dari dokter wanita yang tadi menangani Khushi.

"Jadi Khushi ... dia sedang ... hamil?" tanya Anjali pada dirinya sendiri. Ia lalu menoleh ke arah adiknya dan bertanya, "Arnav, kau juga tahu soal ini?"

Arnav menggeleng kaku. "Tidak, Kak, dia tidak mengatakan apa pun padaku." Ia melihat keluarga besarnya sangat terkejut. "Aku akan melihatnya."

Mereka mengikuti Arnav memasuki kamar rawat Khushi. Saat itu Khushi sedang duduk sambil memeluk lututnya yang terbungkus selimut. Kepalanya dibenamkan di lututnya dan punggungnya bergetar hebat.

"Khushi."

Panggilan Payal menarik perhatian Khushi. Perempuan itu mengangkat wajahnya dan menatap keluarganya bergantian. Matanya berkaca-kaca dan ia masih terisak-isak.

"Kenapa kau menyembunyikan kehamilanmu dari kami, Khushi?" tanya Anjali sesaat setelah ia duduk di tepi ranjang.

Khushi terkesiap marah. "Apa pentingnya untuk kalian? Bukankah selama ini kalian selalu mengabaikanku? Lalu untuk apa kalian repot-repot mencemaskan keadaanku?" Ia beralih menatap Arnav yang berdiri di samping Nenek Raizada. Matanya menatap marah. "Dan kau, Arnav! Kenapa kau tidak juga menceraikanku? Bukankah ini sudah lebih dari batas waktu yang kita sepakati?"

"Apa?" Semua orang di ruangan itu terbelalak kaget.

"A-arnav, apa maksud semua ini?" tanya Anjali tergagap.

Arnav menatap keluarganya bergantian, lalu berkata pelan, "Tolong tinggalkan kami berdua. Aku ingin bicara dengan Khushi."

"Aku tidak mau bicara dengan siapa pun," sela Khushi cepat, "kau atau siapapun dari kalian. Tolong tinggalkan aku sendiri."

"Kita harus bicara," kata Arnav dengan suara yang diusahakannya tetap tenang.

"Tidak ada yang perlu dibicarakan—"

"Aku masih suamimu, Khushi Kumari Gupta!" sela Arnav berang. "Jadi dengarkan aku."

Khushi tersenyum kecut. Arnav bahkan tidak menyebutkan nama keluarganya di belakang nama Khushi. "Suami kau bilang?" Ia menatap sinis. "Apa selama ini kau pernah menganggap aku sebagai istrimu?"

Dan Arnav tertohok. Yang dikatakan Khushi memang benar. Ia tidak pernah menganggap perempuan itu sebagai istrinya. Tujuannya menikahi Khushi hanya untuk melindungi kakaknya. Tidak lebih.

"Hanya enam bulan, Arnav," kata Khushi lagi. "Dan itu sudah berakhir sekarang."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (5)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Pabrik Bahagia
Ariyanto
Novel
Batu Nisan Untuk Paman
Topan We
Skrip Film
Kolam Ikan
Aulia Adli Putra Ersa
Flash
Berakhir
Yooni SRi
Novel
Venustraphobia
isna_A
Novel
Bronze
Anything but Love
Febianty N
Novel
Dust of the Dusk
Elsy Anna
Skrip Film
REMEDIAL
Herman Trisuhandi
Skrip Film
Jejak-Jejak Renjana
Yayang Putri Ayunda
Flash
Pahitnya lidah mertua, manis kasih sayangnya
tita agnesti
Flash
Bronze
Kisah Dua Toples Kue Lebaran.
Amimah Halawati
Cerpen
Bronze
Tebusan Jiwa
elysia noir
Novel
Bronze
Paruh Dalu
Fitri F. Layla
Skrip Film
AKU DAN KAMU SIAPA?
Almasarym
Skrip Film
I Miss Us
Zidni Rizky Rahmatullah
Rekomendasi
Flash
Berakhir
Yooni SRi
Cerpen
Menanti Masa
Yooni SRi
Cerpen
Drama Kecupan Manis
Yooni SRi
Novel
The Chrysanthemum Promise
Yooni SRi
Flash
Under The Rain #1
Yooni SRi
Flash
Ghina, Ayo Move On!
Yooni SRi
Flash
Ms. Priority
Yooni SRi
Flash
A Warm Hug
Yooni SRi
Flash
Under The Rain #2 (END)
Yooni SRi
Flash
Pria Asing
Yooni SRi
Cerpen
Mati Saja Seperti Ayahku
Yooni SRi
Cerpen
Abaikan Dengan Buku
Yooni SRi
Flash
BISKUIT COKELAT Pengganti Utang
Yooni SRi
Cerpen
Sebelah
Yooni SRi
Flash
Terkabulnya Doa
Yooni SRi