Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Engkau yang Pergi dengan Tersenyum
2
Suka
26,132
Dibaca

Cuaca saat itu terik. Kau menanggalkan jaket hijau parasut hadiah ulang tahunmu tahun lalu dariku pada sandaran kursi, menyisakan kaus hitam berbahan katun dan celana bahan berpotongan pendek. Khas dirimu. Segelas kapucino dingin tersaji di depanmu. Tetesan embunnya yang membasahi meja kaubersihkan buru-buru menggunakan selampai.

Di balik kacamata dan syal hitam yang menutupi seperempat bagian bawah wajahku, pergerakan bola matamu yang bergantian menatap pintu masuk kafe dan kursi di depanmu dapat kuamati. Kursi di depanmu kosong, kenapa bibirmu tersenyum saat meniliknya?

Aku menunduk ketika seorang wanita berjalan melewati sisi kananku. Kakinya yang hanya tertutup dress selutut tampak bersinar, bukti banyaknya angka nol dalam rupiah yang harus dia keluarkan untuk menghilangkan daki-daki nakal di sana. Sepatu berhak tinggi hitamnya tampak sangat kontras.

Kursi di depanmu berderit. Kepalaku kembali naik saat akhirnya suaramu mengalun. Dalam … dan lembut secara bersamaan. Suara yang kusuka kala kau memanggil namaku. Namun, kini nama lain yang terselip dalam lipatan bibirmu.

Aku takingin melihat. Sudah kukatakan pada diriku untuk mengamatimu sampai sini saja. Cukup aku lihat senyum bahagiamu yang tak pernah kulihat seumur hidupku. Namun, otakku mengusulkan saran, “Bertahanlah sebentar lagi. Amati sampai mereka pergi, dan lihat bagaimana cantiknya wanita yang membuat bola mata lelakimu mengilat senang.”

Aku menurut.

Lima belas menit. Kualihkan kelima panca inderaku hanya untuk mengawasi bagaimana tawamu teralun. Bebas, renyah, seolah bebanmu menghilang terbawa karbondioksida yang setiap detik kauembuskan dari saluran pernapasanmu. Ketika akhirnya kursimu berderit, kunaikkan syal hitamku untuk semakin atas menutupi wajahku. Kau menunggu wanita itu merapikan barang-barangnya sambil berdiri menghadapku. Tenang, tanpa kata, dengan senyum sabar yang mengembang.***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Engkau yang Pergi dengan Tersenyum
Kinalsa
Flash
Bronze
Sang Komedian Runtuh
Rere Valencia
Novel
Bronze
What's Wrong with Me?
Andini Lestari
Skrip Film
Adu Strategi
Dwi Arisoma
Flash
Ilomilo
sheambisius
Cerpen
TUKANG GOSIP
Voni lilia
Cerpen
Gara-gara Uang
Kiara Hanifa Anindya
Novel
Bronze
Pesawat kertas
byrainy
Novel
Untuk Kamu
Sucayono
Flash
Bronze
Menanti Sepi
Herman Siem
Flash
1 2 3 ... 10
iam_light.blue
Flash
HAMPARAN SAJADAH TERAKHIR UNTUK BAPAK
Siraru
Novel
Resiliensi
Mersy Eka Mulyani
Flash
Jamila Tetanggaku 1
Writer In Box
Cerpen
Bronze
Cinta Dalam Lukisan
Cetra Aditya
Rekomendasi
Flash
Engkau yang Pergi dengan Tersenyum
Kinalsa
Novel
Akresi
Kinalsa
Novel
Apoge
Kinalsa
Flash
Hunter
Kinalsa