Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Engkau yang Pergi dengan Tersenyum
2
Suka
22,573
Dibaca

Cuaca saat itu terik. Kau menanggalkan jaket hijau parasut hadiah ulang tahunmu tahun lalu dariku pada sandaran kursi, menyisakan kaus hitam berbahan katun dan celana bahan berpotongan pendek. Khas dirimu. Segelas kapucino dingin tersaji di depanmu. Tetesan embunnya yang membasahi meja kaubersihkan buru-buru menggunakan selampai.

Di balik kacamata dan syal hitam yang menutupi seperempat bagian bawah wajahku, pergerakan bola matamu yang bergantian menatap pintu masuk kafe dan kursi di depanmu dapat kuamati. Kursi di depanmu kosong, kenapa bibirmu tersenyum saat meniliknya?

Aku menunduk ketika seorang wanita berjalan melewati sisi kananku. Kakinya yang hanya tertutup dress selutut tampak bersinar, bukti banyaknya angka nol dalam rupiah yang harus dia keluarkan untuk menghilangkan daki-daki nakal di sana. Sepatu berhak tinggi hitamnya tampak sangat kontras.

Kursi di depanmu berderit. Kepalaku kembali naik saat akhirnya suaramu mengalun. Dalam … dan lembut secara bersamaan. Suara yang kusuka kala kau memanggil namaku. Namun, kini nama lain yang terselip dalam lipatan bibirmu.

Aku takingin melihat. Sudah kukatakan pada diriku untuk mengamatimu sampai sini saja. Cukup aku lihat senyum bahagiamu yang tak pernah kulihat seumur hidupku. Namun, otakku mengusulkan saran, “Bertahanlah sebentar lagi. Amati sampai mereka pergi, dan lihat bagaimana cantiknya wanita yang membuat bola mata lelakimu mengilat senang.”

Aku menurut.

Lima belas menit. Kualihkan kelima panca inderaku hanya untuk mengawasi bagaimana tawamu teralun. Bebas, renyah, seolah bebanmu menghilang terbawa karbondioksida yang setiap detik kauembuskan dari saluran pernapasanmu. Ketika akhirnya kursimu berderit, kunaikkan syal hitamku untuk semakin atas menutupi wajahku. Kau menunggu wanita itu merapikan barang-barangnya sambil berdiri menghadapku. Tenang, tanpa kata, dengan senyum sabar yang mengembang.***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Bronze
Luka di Hari Pernikahan
Dewie Sudarsh
Flash
Engkau yang Pergi dengan Tersenyum
Kinalsa
Novel
Bronze
Cinta dalam Kontrak
Suryaning Bawono
Novel
Bronze
DARI IRON MAN HINGGA KAKAK TERBAIK
Habibah Umniyyah sahla
Novel
KITA DIPERSATUKAN TUHAN
Asti Pravitasari
Flash
Andromeda"s Cry
Vitri Dwi Mantik
Cerpen
Mawar di Tanah Sunyi
Zulia Ramadani
Novel
A Piece of Puzzle
Yovi Eviani Chandra
Novel
Bronze
Robot
Rama Sudeta A
Skrip Film
SENSITIF
fitriyanti
Flash
Bronze
Realita atau Mimpi yang sering di perdebatkan
Yadani Febi
Flash
Cerpen Rara
Kiara Hanifa Anindya
Novel
PEONY
Lilly Amundsen
Cerpen
Wajik Ketan dan Jin Perempuan
Suryawan W.P
Skrip Film
Arah Hati
Refa Siti Muslimah
Rekomendasi
Flash
Engkau yang Pergi dengan Tersenyum
Kinalsa
Flash
Hunter
Kinalsa
Novel
Akresi
Kinalsa
Novel
Apoge
Kinalsa