Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Ms. Priority
1
Suka
25,561
Dibaca

“AKU banyak kerjaan dan kamu malah merengek minta dijemput.” Wan membanting pintu mobilnya dengan geram. Bertolak pinggang di hadapan Kay yang menunggu dengan tas selempangnya seperti anak kecil.

Pria dengan potongan rambut belah samping dan masih berpakaian setelan kantor itu sedang dalam rapat direksi ketika ponselnya berbunyi dan menampilkan nama Kayla. Awalnya ia menolak panggilan itu dan kembali memusatkan perhatiannya pada rapat penting itu. Namun, ponselnya berbunyi lagi, lagi, dan lagi. Akhirnya Wan memberi instruksi agar rapat dihentikan sementara sampai ia kembali dari urusannya.

“Kamu ini kan pac—”

“Calon suamimu,” potong Wan cepat. Nada bicaranya seperti tidak suka.

“Iya-Iya, calon suami,” ralat Kay sesaat setelah ia memutar bola matanya tanpa sepengetahuan Wan. Bisa merajuk lagi pria kesayangan ibunya itu kalau sampai melihatnya memutar bola mata dengan ekspresi muak. Kemudian ia mendongak menatap pria di hadapannya dengan percaya diri. “Jadi, gak masalah kan kalau aku minta dijemput?” tanyanya sambil menaik-turunkan alisnya.

Sesaat dahi Wan tampak mengkerut sebelum ia mengangkat satu alisnya dengan tampang curiga. “Apa kamu sedang mencoba mempermainkanku, Gadis?”

“Mempermain ....” Mata Kay membesar. “Tunggu. Apa kamu berpikir aku sedang main-main supaya kamu bosan denganku dan membatalkan pernikahan kita, begitu?”

Wan hanya menaikkan satu alisnya sebagai jawaban, seolah mendukung gagasan itu. Dan Kay memutar bola mata karenanya.

“Korban drama,” desisnya sambil memalingkan wajahnya ke samping.

“Aku bahkan gak punya waktu untuk menonton televisi, kalau kamu mau tau,” balas Wan angkuh.

“Begitukah?” Wan bisa mendengar nada tersinggung dalam suara Kay. Wanita berambut hitam sebahu itu kini menatapnya dengan marah.

“Ya udah, kalau memang gak mau menjemput, untuk apa repot-repot datang ke mari. Kamu kan bisa mengirimiku pesan singkat dengan mengatakan kalau kamu sibuk. Beres, kan?”

“Masalahnya gak sesederhana itu.”

“Maksud kamu?”

“Kamu harusnya tau aku gak pernah bisa mengabaikanmu.” Wan membuka pintu mobilnya dan berkata, “Masuklah!”

Melihat itu Kay jadi tersenyum senang penuh kemenangan. “Aku suka pola pikirmu, Pak Awan.”

“Dan aku suka kamu.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Ms. Priority
Yooni SRi
Flash
Bronze
Jangan Pacari Kakakku
Sulistiyo Suparno
Novel
Ratu sekolah
fabian
Novel
Bronze
My Lost Prince
Rosa L.
Flash
PENOLAKAN CINTA part 2
winda aprillia
Novel
Bronze
Stuck On You
Venny Lestari
Novel
Mimpi Tanpa Tapi
VelouRa
Novel
Gold
The Dinner (Indonesian Edition)
Bentang Pustaka
Skrip Film
One of The Finest Memories
Ralali Sinaw
Flash
Bronze
BULAN
NUR FARKAN
Novel
Bronze
Make Me Go
anisa nabila putri
Flash
Jebakan Cinta Sang Pewaris
Sekar Kinanthi
Cerpen
Bronze
PUTRI
Iman Siputra
Novel
Keenan & Bella
Novia rohmawati
Flash
Under The Rain #2 (END)
Yooni SRi
Rekomendasi
Flash
Ms. Priority
Yooni SRi
Flash
Ghina, Ayo Move On!
Yooni SRi
Flash
Under The Rain #2 (END)
Yooni SRi
Flash
Berakhir
Yooni SRi
Flash
A Warm Hug
Yooni SRi
Cerpen
Abaikan Dengan Buku
Yooni SRi
Cerpen
Sebelah
Yooni SRi
Novel
The Chrysanthemum Promise
Yooni SRi
Flash
Terkabulnya Doa
Yooni SRi
Flash
BISKUIT COKELAT Pengganti Utang
Yooni SRi
Flash
Pria Asing
Yooni SRi
Cerpen
Menanti Masa
Yooni SRi
Cerpen
Drama Kecupan Manis
Yooni SRi
Flash
Bukan Sebuah Luka
Yooni SRi
Flash
Under The Rain #1
Yooni SRi