Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
RASA
1
Suka
26,235
Dibaca

Bandung, 21 September 

5 tahun sudah berlalu begitu cepat. Hari ini adalah hari dimana semua kerja keras, harapan, dan pengorbanan dijawab dengan satu kata yang mungkin akan membangkitkan atau malah menjatuhkan semangat hidup. 

Di seberang jalan, ada sebuah mobil sedan tua berwarna hijau tosca sedang parkir. Seorang laki-laki terlihat ragu ketika ia menengok kearah rumah yang terletak persis di seberangnya.

Ia kembali menunduk dan meraba cincin itu. Seketika ia menghela nafas panjang dan menarik gagang pintu mobil lalu keluar. Ia berjalan menuju rumah itu. Sebelum ia hendak mengetuk pintu rumah. Seorang wanita muncul dari balik jendela dan berteriak, "Rangga!"

Laki-laki itu tersenyum. Tak lama, wanita itu membukakan pintu dan menyambutnya dengan pelukan. Ia ingin membalasnya namun ia lupa bahwa di dalam telapak tangannya masih tergenggam erat cincin itu. Wanita itu berhenti memeluk dan menatap heran. Biasanya Rangga membalas pelukannya, namun kali ini ia diam saja.

Sebelum Rangga sempat berkata, wanita itu sudah melihat kearah tangan kanannya yang mengepal sejak tadi. Ketika ia hendak menarik tangannya. Rangga sudah terlebih dahulu membuka tangannya dan ia pun terkejut.

Rangga berkata, "Lebih dari liburan ke Maldives kan?"

Tanpa membantah, ia langsung memeluk Rangga dan mengajaknya untuk masuk. 

Dari arah dapur terdengar suara ibu memanggil, "Safira, tolong bantu Mama masak." 

Dengan segera ia menyuruh Rangga duduk di meja makan dan ia pun berjalan kearah dapur. 

Rangga duduk dan melihat masakan yang sudah disajikan di atas meja. Persis di depan Rangga, ada ayah Safira yang sedang sibuk bermain Handphone.

Suasana hening seketika. Rangga semakin tertekan. Ia ingin memulai pembicaraan namun melihat ayah Safira yang sedang asik sendiri membuat niat Rangga semakin menciut.

Seolah mengetahui isi pikiran Rangga, tiba-tiba saja ayah Safira berkata, "Sekarang ini crypto sedang naik pesat. Beruntung bagi yang beli." 

Rangga yang tidak pernah menggeluti bidang saham dan sebagainya tidak tahu harus menjawab apa selain berkata,"Iya Om, sekarang ini banyak orang yang mulai investasi."

Setelah mendengar ucapan itu ayah Safira menengok kearah Rangga dan bangkit berdiri meninggalkan meja makan.

Detak jantung Rangga berdetak kencang. Rangga merasa bahwa tanggapannya tidak tepat. 'Tidak, ini bukan akhir yang kubayangkan'

Ia merogoh kantung celananya dan melihat cincin itu sekali lagi lalu memasukkannya kembali. 'Hanya ada satu kesempatan dan aku tidak boleh gagal'

Ayah Safira kembali dan ia membawa sebuah kotak kecil berwarna cokelat tua. Mata Rangga tertuju pada kotak kecil itu. Ayah Safira menaruhnya di atas meja dan menyuruh Rangga untuk membukanya.

Rangga diam seolah membeku. 'Kalau di dalam kotak ini berisi kumpulan nama pria yang pernah dekat dengan Safira, maka jangan sampai namaku berujung disini'

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Gold
Luka yang Kau Tinggal Senja Tadi
Mizan Publishing
Flash
RASA
Chika
Novel
Gold
Beauty and the Beast
Mizan Publishing
Flash
LONCENG KEMATIAN
DENI WIJAYA
Flash
Terahasia
Donquixote
Flash
Sweet Rendezvous
Varenyni
Flash
Teduh yang Tak Pernah Kupilih
Sekar Kinanthi
Cerpen
N3tra: Jatuh Cinta Versi Nera
nazwa azza
Novel
Bronze
Saudade
Gulla
Cerpen
Lelaki Kehilangan
Marion Drossi
Cerpen
Bronze
AROMA KOPI DI LERENG CINTA
Amrullah Ibrahim
Novel
Gold
Inestable
Mizan Publishing
Novel
Gold
Song in the Wind
Bentang Pustaka
Flash
No Time to Lie
Farah
Flash
Kamu Terlalu Baik Buatku
Alifian Afas Sawung Aji
Rekomendasi
Flash
RASA
Chika
Novel
All About Him
Chika